banner 728x250

EMPAT DARI PULUHAN PELAKU PENGANIYAAN ANGGOTA HTR DAIAMANKAN POLRES LABUHAN BATU 

Labura, pirnas.org & pirnas.com | Empat Orang dari puluhan yang diduga Pelaku Penganiayaan Terhadap Angota HTR Koptan Mandiri Sudah di Aman Kan Oleh Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu. Adapun ke empat orang tersebut ialah, Ur (47),  Bg als St (45),  Km (37),  Sb (32),  Masing-masing adalah warga Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Ke empat orang ini ditahan berdasarkan laporan Darmansyah Tanjung sesuai dengan Surat tanda terima laporan Polisi Nomor : LP/50/XI/2019/ SU/RES-LBH/SEK KL. HILIR tertanggal 02 November 2019 setelah di introgasi dan memberikan keterangan kepada Polisi.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Diruang penyidik Ke empat Tersangka, Telah mengakui perbuatan nya yang mana mereka telah secara bersama- sama melakukan penganiayaan terhadap anggota Koptan Mandiri Pelaksana peghijuan melalui Proram Hutan Tanaman Rakyat ( HTR), di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam para pelaku diruang Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu Pada hari Rabu (6/11/2019).

“Benar orang ini pelakunya ?”, tanya penyidik kepada Korban, ” benar Pak “, kata Korban, ” orang ini lah pelakunya”. Jawab Darmansyah Tanjung dan Khairul Azhar. Yang sempat di rawat beberapa hari di Puskesmas Tanjung Leidong akibat mengalami Luka-luka karena di aniaya para Tersangka.

Diketahui bahwa waktu dan Kronologis terjadinya tindakan pidana tersebut dari Penuturan Anggota HTR yang menyatakan, “pada hari sabtu (2/11) kemarin, pada saat itu kami para anggota sedang melaksanakan perawatan bibit Pohon Sengon Bantuan Pemerintah Kementerian Kehutanan RI melalui BPDAS Asahan Barumun di Siantar. Bibit itu berada disamping Barak Koptan Mandiri. Tiba tiba kami melihat puluhan orang datang bersama-sama dengan Kadus Dusun Dua Desa Air Hitam. Pada saat itu kami lihat dari Kelompok yang datang ada yang membawa Kampak dan parang serta alat berat. Kemudian Kami mendatangi mereka kami lihat mereka sedang menimbun pembatas HTR dengan alat berat”, ucap Andus Pardede.

Kemudian saya berkata kepada Kadus, “Ada apa ini Pak Kadus ? kok bawa masyarakat banyak”, kata saya, kadus menjawab, “Mana ketua, mana ijin kalian, tanya ketua, saya jawab, “ketua lagi di jalan”.

Dikatakan Kadus, “Sama kalian kami tidak masalah, “kamu mundur aja”, katanya. Karena tidak mau membuat suasana menjadi runyam kami pun berbalik arah, tiba-tiba itu, kami mendengar suara seperti komando dari massa mengatakan, “serang”, maka terjadilah penganiayaan tersebut”. Tak hanya itu dari massa yang datang ada yang melemparkan batu kearah kami”. Tutur Andus Pardede.

Dilanjutkan oleh Yusri Suwandi yang berada dilokasi kejadian menyebutkan, “Nasib Naas Khairul Azhar, tak terelakkan pada saat itu, ia tidak sempat melarikan diri dan akhirnya ia menjadi bulan-bulanan oleh massa dengan pukulan yang diterimanya secara bertubi-tubi” lanjut Yusri.

“Saat ketika itu, juga saya melihat Darmansyah mengalami luka dan berdarah di bagian kepalanya yang mana kami yakini akibat terkena lemparan batu yang dilakukan oleh kelompok massa tersebut. Karena tak ingin hal yang parah lagi terjadi kami dengan yang lainnya berupaya menyelamatkan dua teman kami yang terluka dan membawanya ke Polsek Kualuh Hilir”. Ucap Yusri.

Setelah memperhatikan isi video amatir sebelum kejadian penganiayaan yang mana terlihat puluhan massa yang dipimpin Kadus (Aman Bagus), dan Tumppal Sitinjak datang dengan suara lantang diantaranya ada yang membawa senjata tajam jenis kampak digenggam yang bernama Tukiran (50) dan ada juga seorang yang membawa parang bernama Faisal (31) Warga Desa Air Hitam.

H. M. Wahyudi, ST, M. Kes, Ketua Kelompok Tani Mandiri Selaku pemilik Izin HTR menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi dan meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut dan mengembangkan kasus penganiyaan ini. “kita meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas siapa dalang dibalik penganiayaan ini. Kita mau semua pelaku baik yang mengarahkan yang mengajak siapapun dan yang terlibat atas kasus ini agar diberitindakan tegas”. Tandas Wahyudi.

Senada dengan Wahyudi, Darmansyah Tanjung, salah satu dari dua korban, bahwa dirinya meminta kepada pihak penegak hukum agar pelaku penganiyaan dan yang terlibat lainnya agar dijatuhi hukuman yang setimpal. “Pihak penegak hukum saya harap dapat memberikan sanksi hukum yang keras terhadap para pelaku,” cetusnya.

(Tim)