banner 728x250

DENSUS 88 ANTI TEROR DAN POLDASU MENYISIR RUMAH HASBALLAH DI KAMPUNG SENTOSA SICANANG

Medan, pirnas.com & pirnas.org I Warga Belawan Sicanang di hebohkan dengan penemuan salah satu jaringan teroris, Hasballah warga di Jalan Tambak, Kampung Sentosa Lingkungan XX Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan di geledah tim gabungan dari Jihandak  Gegana Poldasu dan Polres Pelabuhan Belawan, karena di duga menyimpan bom rakitan.

Pantauan awak media Pirnas, Selasa (19/11/2019) dialokasi penggeledahan di rumah terduga teroris. Terlihat para personel Polres Pelabuhan Belawan dan Detasemen khusus anti teror 88, melakukan penyisiran di rumah Hasballah tersangka jaringan teroris yang tertangkap di Aceh beberapa hari lalu.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Polisi juga menduga masih ada lagi rekan rekan Hasballah yang di duga terkait perencanaan bom bunuh diri bersembunyi di seputaran lokasi, sehingga penyisiran Hasballah terus di lakukan tim satuan.

Kepala lingkungan XXII Kelurahan Belawan Sicanang Jadinya Akbar menyatakan sangat terkejut ada warganya terlibat jaringan teroris  dan menyimpan bom bunuh diri. Hal ini menggigiti jejak Rabbiul Muslimin Nasution yang di lakukan tim densus 88, dan Gegana Brimob Poldasu enggan memberikan komentar terhadap penggrebekan tersebut. “Ini udah diambil alih pihak Poldasu, jadi saya tidak bisa memberikan keterangan, jadi saya mohon maaf pada rekan rekan media”, ucap AKBP Ikhwan Lubis.SH.M.H, pada saat peliputan di lokasi.

Kerumunan warga yang menyaksikan jalannya penggrebekan lokasi ini menuturkan,” salah seorang warga ada yang membawa bungkusan dari dalam rumah itu, mungkin bom yang di aman kan”, cetus warga sekitar yang menyaksikan jalannya penggrebekan lokasi itu. Sebelumnya, dua unit bom yang di musnahkan di Kebun Kelumpang Hamparan Perak adalah milik Yanto warga Kampung Sentosa, Lingkungan XX Kelurahan Sicanang Kecamatan Medan Belawan.

Bom tersebut saat tim densus 88 anti teror bersama Gegana poldasu, melakukan penggerebekan di markas, jawaban teroris tersebut. Reporter : Lili S.