Home » Daerah » USMAN HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN TAK PERNAH TERSENTUH BANTUAN APAPUN DARI DESANYA

USMAN HIDUP DI BAWAH GARIS KEMISKINAN TAK PERNAH TERSENTUH BANTUAN APAPUN DARI DESANYA

Pirnas.com 22 Agu 2020

PIRNAS.ORG | PELALAWAN – Usman warga miskin yang berada di Dusun Tiga RT17 RW08, Desa Mak Teduh, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, tidak pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah, khususnya pemerintah desa.

Hal ini diketahui saat awak media dan pegiat aktivis dari Lembaga Penelitian Aset Negara Kabupaten Pelalawan menyambangi Usman di kediamannya, Kamis (20/8/2020) Sekira pukul 15.30 WIB.

Awalnya Khairul Anam dari Lembaga Penelitian Aset Negara Kabupaten Pelalawan beserta awak media mendapatkan aduan dari salah satu warga yang enggan namanya di publikasikan, agar datang ke Dusun Lubuk Salak Desa Mak Teduh.

“Kami mendapatkan aduan dari warga, untuk turun ke desa tersebut melihat kenyataan bahwa masih banyak masyarakat yang tak mampu tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa”, tutur Khairul.

Di musim pandemi Covid 19 Pemerintah Pusat, Daerah dan Desa menyalurkan bantuan kepada warga miskin dan yang terdampak perekonomiannya akibat covid 19. Ternyata masih ada warga yang tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Seperti bantuan BLT DD, diketahuai bantuan ini disaluhkan kepada warga dengan salah satu kriteria di bawah garis kemiskinan.

Usman salah satu warga yang dilihat layak mendapatkan bantuan tersebut tetapi hingga saat ini belum pernah tersentuh bantuan apapun dari desanya tempat dia tinggal.

Usman menyampaikan bahwasanya dirinya sudah 18 tahun tinggal di desa Mak Teduh tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun dari desa.

“Apa lagi dengan kondisi rumah saya yang reot ini, yang hanya berukuran 3 x 4, dan pekerjaan saya sehari-hari nya buruh tani (Deres getah) yang berpenghasilan paling besar lima puluh ribu perharinya. Itupun kalau cuacanya bagus, sempat musim pengujan apa lagi penghasilan saya”, tuturnya Usman kepada awak media ini dengan mata nya yang berkaca kaca.

“Kalau boleh jujur pak saya katakan, apa karena saya ini orang pendatang ke sini, memang saya aslinya orang Selat Panjang dan saya dapat istri orang asli kampung dusun Lubuk Salak desa Mak Teduh ini, mana yang di katakan rumah bantuan layak huni yang sudah di program kan oleh pemerintah kita”, tuturnya.

Dengan kenyataan yang dialami Usman, dia mengeluhkan kenapa yang lebih mapan darinya mendapatkan BLT DD tetapi dia enggak.

Khairul anam selaku Lembaga Penelitian Aset Negara sangat menyayangkan ketidak adilan ini, sementara Usman sudah masuk kreteria penerima BLT DD ini.

“Saya berharap kepada pemerintah desa Mak Teduh khususnya jangan lah pilih kasih, dan tolong di buka matanya untuk melihat kehidupan bapak usman di bawah garis kemiskinan ini”, ujarnya.

“Saya sagat prihatin melihat kondisi rumah dan perkonomian bapak usman yang memang harus di perhatikan oleh pihak desa mak teduh ini. Jangan sempat saya usut tuntas, jadi sebelum saya bertindak lebih lanjut tolong pak usman ini di perhatikan”, pungkas Khairul Anam dengan nada agak tinggi dan kesal.

Pada saat itu pula, pucuk di cinto ulam pun tibo ternyata di saat awak media ini sedang wawan carai usman, RW setempat berada di lokasi.

“Sore pak, ada yang bisa kita bantu”, ucap  RW kepada awak media ini!

Setelah saling sapa RW pun dimintai tanggapan atas kejadian warganya tersebut yang sangat memprihatinkan.

“Saya selaku RW di dusun Tiga ini, menyampaikan kepada bapak bapak wartawan, memang bapak Usman ini hidupnya di bawah garis kemiskinan. Tapi apa lah saya pak, soal nya setiap ada bantuan yang mau turun, data bapak ini selalu di minta, tapi kenyataannya bapak Usman ini tak pernah juga mendapat kan bantuan apa pun, tapi sepegetahuan saya, pak Usman sudah terdaftar untuk penerima BST Kemensos yang pertama kalinya, selama 18 tahun bapak usman ini tinggal di desa mak teduh. Tapi sampai sekarang dana BST Kemensos tersebut belum cair juga”,  tutur pak RW heri

“Tapi sejujurnya, kalau saya tengo pak Usman ini yang sehari hari nya petani sudah wajarlah mendapat kan bantuan apa pun jenis nya. Yang dominannya lagi saya sangat prihatin melihat rumah pak usman ini sudah tak layak huni lagi, jujur saya sampaikan lagi saya sagatlah kasihan sekali tapi apa lah daya, saya hanya lah seorang RW, tak bisa berbuat apa apa”, pungkasnya.

(arhp@)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
MTQ ke-55 Dan FSQ ke-40 Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Resmi di Tutup

Hidayat Chan

25 Mei 2026

Post Views: 7 LABUHANBATU, PIRNAS.COM-MTQH ke- 55 dan FSQ ke- 40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2026, bertempat di Ex Terminal Padang Bulan Jl. Baru Bay Pass Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara resmi ditutup Minggu malam 24/5/2026. Penutupan dihadiri Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG. M.KM, Ketua DPRD Labuhanbatu Arjan Priadi Ritonga, Dandim 0209/LB …

Polsek Kampung Rakyat Tangkap Pengedar Sabu di Perlabian Dengan Barang Bukti 2,01 Gram Sabu

Hidayat Chan

25 Mei 2026

Post Views: 6 LABUSEL,PIRNAS.COM —Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan kembali membuahkan hasil. Personel Unit Reskrim Polsek Kampung Rakyat, Polres Labuhanbatu Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan mengamankan seorang pria berinisial ZWI alias Yudi (23), Jumat (22/5/2026) malam di Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu …

Bung Primanta Sembiring S.H (Kojek) Terpilih Aklamasi Memimpin PAC Pemuda Pancasila Rantau Utara

Hidayat Chan

23 Mei 2026

Post Views: 13 LABUHANBATU, PIRNAS.COM—Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Rantau Utara resmi memiliki nahkoda baru. Melalui forum musyawarah yang berjalan tertib dan dinamis. Bung Primanta Sembiring S.H yang akrab disapa Kojek, terpilih secara aklamasi untuk memimpin organisasi kepemudaan tersebut, berlokasi di kantor MPC PP jalan by pass kelurahan Padang Bulan kecamatan Rantau …

Bupati Resmi Buka MTQH ke-55 dan FSQ ke-40 Labuhanbatu di Eks Terminal Padang Bulan

Hidayat Chan

23 Mei 2026

Post Views: 18 PIRNAS.COM, LABUHANBATU —Lantunan khidmat ayat suci Al-Qur’an dari Qori internasional, Darwin Hasibuan, S.Pdi., menggema di Eks Terminal Padang Bulan pada Kamis (21/5/2026) malam. Kehadirannya menandai dimulainya secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an Hadits (MTQH) ke-55 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu tahun 2026. Acara akbar keagamaan yang dijadwalkan berlangsung selama …

Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Ringkus Pengedar Sabu di NA IX-X, Amankan 72 Gram Barang Bukti

Hidayat Chan

21 Mei 2026

Post Views: 17 LABUHANBATU,PIRNAS.COM — Satres Narkoba Polres Labuhanbatu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria residivis kasus narkoba, Khaidir Sazly Hasibuan alias Azly (32), berhasil diringkus petugas saat membawa 15 bungkus plastik klip sedang berisi narkotika jenis sabu siap edar dengan berat bruto mencapai 72 gram. Penangkapan dilakukan di Lingkungan IV Ujung …

Bupati Labuhanbatu Lantik Dewan Hakim MTQH Ke-55 dan Dewan Juri FSQ Ke-40

Hidayat Chan

21 Mei 2026

Post Views: 16 PIRNAS.COM, LABUHANBATU —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., melantik Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 serta Dewan Juri Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-40 tingkat Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2026. Pelantikan berlangsung di Ruang Data dan Karya Kantor Bupati Labuhanbatu, Kamis (21/05/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan …

Kategori Terpopuler