Home » Hukum » Angaran Dana Desa Pengerasan Jalan Menuju Sampuran Dikerjakan Diduga Asal Jadi

Angaran Dana Desa Pengerasan Jalan Menuju Sampuran Dikerjakan Diduga Asal Jadi

Pirnas.com 14 Mei 2020

PIRNAS.COM | PALUTA – Warga Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, kabupaten Padang Lawas Utara, mengeluhkan pengerjaan proyek pengerasan jalan menuju sampuran yang dikerjakan dari anggaran Dana Desa yang di kelola Armada Siregar, diduga asal jadi dan tidak sesuai RAB.

Pasalnya proyek ini diduga tidak pernah memakai papan peroyek sampai selesai, jadi tidak tau berapa pagu anggarannya, dan menurut informasi yang didapat dari masyarakat Desa Aek Haruaya pengerasan jalan menuju sampuran yang melewati kantor balai Desa  itu tidak dapat dilalui kendaraan dan tidak ada gunanya.

“Menurut H. Amsaruddin Siregar (47) , salah seorang warga Desa Aek Haruaya, jalan yang dibangun kepala Desa itu sama sekali tidak ada gunanya padahal itu bangunan baru saja dibangun, kalau saya tidak salah itu anggaran Dana Desa tahun 2018”, tuturnya.

Dia juga mengatakan baru saja dilakukan pengerasan tapi terlihat jalan itu tidak seperi di bangun, kita memang tidak ahlihnya dalam pembangunan tapi sedikit banyak nya bisa membedakan bangunan yang bagus dengan bangunan asal jadi sehingga sulit untuk dilewati.

“Susah kali lewat dari jalan ini, padahal sebelum dilakukan pengerasan, jalan ini enak dilewati, tidak seperti sekarang, kalau kita lewat jalan ini serasa berjoget di atas sepeda motor karena jalannya banyak batu yang berserakan dan amburadul,” kata H. Amsaruddin Siregar, kamis (14/05/2020).

Adenan Naposo Siregar, yang merupakan warga setempat mengatakan hal senada, membenarkan bahwa jalan itu memang tidak nyaman untuk dilewati oleh pengendara yang melintas, karena banyak didapati bebatuan yang tidak merata dan bergelembung seperti jalan yang tak pernah di kerjakan.

“Kemarin sebelum dibuat pengerasan di jalan ini, jalannya masih enak dilalui walau pun setapak tapi enak di lalui sepeda motor, tidak seperti sekarang banyak batu-batunya dan susah di lewati,” katanya.

Harapan masyarakat agar Inspektorat Padang Lawas Utara dan Kejari Padang Lawas Utara dan PEMDES agar segera mengaudit segala jenis pekerjaan Dana Desa dari 2016 sampai dengan 2019.

“Kita menduga kepala Desa Aek Haruaya menyalagunakan jabatannya dalam mengunakan Dana Desa untuk memperkaya diri sendiri”, ujar Adenan.

“Kita sudah layangkan surat kepada Inspektorat tanggal 20 April agar kepala Desa tersebut di periksa dan di audit seluruh pekerjaan yang di kerjakannya melalui Dana Desa, sebagai dasar hukumnya Pasal 108 KUHAP, Pasal 41 jo 42 UU No 31 Tahun 1999 jo PP No. 43 tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi”, tambahnya.

(TIM)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Dugaan Skandal Pungli Pelantikan Kepala Sekolah di Labuhanbatu: Setoran Hingga Rp 60 Juta per Orang

Hidayat Chan

02 Mei 2026

Post Views: 83 LABUHANBATU,PIRNAS.COM -Dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kembali diguncang isu miring terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pelantikan pejabat fungsional. Sebanyak 22 Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang baru dilantik diduga harus menyetorkan uang puluhan juta rupiah demi mengamankan jabatan mereka. Peristiwa ini mencuat pasca pelantikan yang digelar pada …

Digerebek! Diduga Sarang Narkoba di Aek Batu Kosong, Polisi Tetap Waspada

A S

16 Apr 2026

Post Views: 68 PIRNAS.COM | Labuhanbatu Selatan — Dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah Aek Batu langsung ditindak cepat. Polsek Torgamba bersama tim Gerebek Sarang Narkoba (GSN) menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi sabu di Pinang Awan Cikampak I B, Kecamatan Torgamba, Kamis (16/4/2026) sore. Penggerebekan ini dipicu laporan warga yang resah dengan …

Rokok Ilegal ‘Kangkangi’ Aparat di Labuhanbatu, Mampukah ‘Gempur Rokok Ilegal’ Berantas Bandar?

Hidayat Chan

13 Apr 2026

Post Views: 133 LABUHANBATU,PIRNAS.COM – Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai (polos) merek LS, Manchester, hingga Luffman yang dijual terang-terangan di Labuhanbatu menuai kritik tajam. Aparat Penegak Hukum (APH) dan Bea Cukai dinilai masih “setengah hati” dalam memberantas peredaran barang ilegal ini hingga ke akarnya. Meski pemerintah menerapkan prinsip Ultimum Remedium melalui UU HPP yang …

Satreskrim Ungkap Kasus Kematian Ibu 3 Anak Gelombang Kepercayaan Masyarakat Meningkat Drastis 

Hidayat Chan

17 Mar 2026

Post Views: 67 Labusel,PIRNAS.COM – Masyarakat apresiasi dan dukung penuh terhadap kinerja jajaran Satreskrim Polres Labusel, khususnya kepada Kasat Reskrim AKP Elimawan Sitorus, S.H., M.H., yang dinilai berhasil mengungkap fakta di balik misteri kematian H Br Panjaitan (24). Keberhasilan team Satreskrim ungkap kasus tersebut tidak terlepas dari arahan dan perintah Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya …

Kiamat Desak Kejari Labuhanbatu Tindaklanjuti Perintah Hakim Tipikor Untuk Memeriksa Muhammad Ridwan Dalimunthe

Hidayat Chan

03 Des 2025

Post Views: 119 Labuhanbatu||PIRNAS.COM-Lembaga Koalisi Independen Anti Mafia Terstruktur (Kiamat) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu untuk menindaklanjuti perintah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait permintaan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) memeriksa Muhammad Ridwan Dalimunthe, yang diketahui merupakan menantu mantan Bupati Labuhanbatu, Tengku Milwan. Desakan tersebut disampaikan Kiamat melalui pernyataan resmi pada aksi unjuk …

Gaji Tak Dibayar, PTPN IV Kebun Gunung Pamela Dinilai Langgar Hak Pekerja

Hidayat Chan

29 Nov 2025

Post Views: 147 Serdang Bedagai|PIRNAS.COM-Manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Gunung Pamela kembali menjadi sorotan setelah diduga tidak membayarkan gaji salah seorang karyawannya, Pardomuan Zebfri Panjaitan, yang bekerja sebagai petugas keamanan (security). Kasus ini mencuat di tengah proses penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang saat ini masih berjalan di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten …

Kategori Terpopuler