Home » Hukum » Penegak Hukum ROHIL Bahayakan Masyarakat

Penegak Hukum ROHIL Bahayakan Masyarakat

Pirnas.com 17 Sep 2021

PIRNAS.COM | ROKANHILIR – Para penegak hukum di Kabupaten Rokan Hilir provinsi Riau bahayakan masyarakat, mungkin itu kalimat yang cocok kepada mereka, ibarat kata karena tidak mengerti hukum, tapi di beri wewenang memberi hukum, sama saja ibarat di pegang kan senjata tetapi tidak tahu cara pakainya.

Seperti contoh penyidik, JPU dan Hakim tidak paham KUHAP, tetapi dibiarkan menegakkan hukum, akhirnya meskipun tidak salah bisa jadi di hukum, dan yang salah karena kenal, atau bisa menyogok bisa bebas tidak di hukum.

Hal tersebut terjadi kepada saudara JF Siahaan, seseorang yang tidak bersalah tidak terbukti memiliki/mengedar shabu shabu sebanyak 19 paket, dan dibuktikan di persidangan terancam akan di hukum berat dengan tuntutan 11 tahun penjara oleh JPU di Pengadilan Negeri Kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau.

Pantauan pirnas.com di lapangan, proses  hukum yang di alami saudara Jhon fiter Siahaan mulai dari awal sudah tidak benar, Hakim tidak berkenan memutar video fakta, Hakim sepertinya lebih cenderung membenarkan Alibi JPU daripada terdakwa yang harus di hukum yang seharusnya hak terdakwa harus diutamakan.

Pirnas.com (17/9/2021) coba meminta tanggapan dari salah seorang pengacara sekaligus aktivis pegiat hukum pejuang kebenaran, saudara GUNTUAL LAREMBA, beliau mengatakan keadilan hukum itu harus benar benar di tegakkan. Dan beliau sangat menyayangkan kalau ada hakim perkara tanpa melihat daripada kekuatan pembuktian undang undang.

“Setelah mendengar informasi yang di sampaikan dari saudaranya terdakwa Jhon Fiter Siahaan, bahwa fakta fakta dalam persidangan tidak ada bukti, harusnya bebas, dan di pulihkan dia punya nama baik, negara harus memberikan, karena Hakim itu tidak boleh menghukum orang sepanjang tidak cukup alat bukti, jadi hakim itu harus memperhatikan Doktrin, Doktrin dari pada hukum pidana yaitu Lebih baik membebaskan 1000 orang bersalah daripada menghukum satu (1) orang yang tidak bersalah, (asas in dubio pro reo, di kutip dari ahli hukum dari Milan Egidio Bossi) itu adalah Doktrin daripada hukum Pidana tidak ada cerita tawar menawar, kalau sampai dia (JF Siahaan.red) kena hukuman itu padahal dia tidak bersalah, berarti ada yang gak beres itu”, ujarnya.

Menurut Guntual Laremba, “kita tinggal menunggu keputusan Hakim apakah dia mengikuti fakta persidangan, atau dia akan mengikuti sesuka suka dia, karena majelis hakim itu tidak boleh menjatuhkan hukuman kepada seseorang tanpa di dukung 2 (dua) alat bukti yang kuat.

Lanjut Guntual lagi, sesuai dengan undang undang kekuasaan kehakiman nomor 48 tahun 2009 pasal 3 ayat (1) berbunyi;

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Hakim dan Hakim konstitusi wajib menjaga kemandirian peradilan, kemudian ayat (2), segala bentuk campur tangan peradilan oleh pihak lain di luar kekuasaan kehakiman di larang kecuali dalam hal hal di sebagaimana di maksud dalam undang undang Dasar ( UUD) 1945, kemudian di pasal 4 ayat (1) di sebutkan Peradilan mengadili menurut hukum tidak membeda-bedakan orang, Peradilan membantu mencari keadilan dan berusaha mengatasi segala Hambatan dan Rintangan.

Ditambah Guntual lagi, kalau Hakim tidak memberi kesempatan ke JF Siahaan untuk memutar video tersebut itu salah, berarti dia tidak mau membantu, menggali bukti bukti dan memahami nilai nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat, ” Terangnya.

Menurut pasal 6 ayat (2) kata Guntual, Tidak seorangpun dapat di jatuhi pidana kecuali apabila pengadilan karena alat pembuktian yang sah, ( harus ada pembuktian yang sah menurut undang undang).

Terakhir menurut beliau, Hakim tidak boleh mengikuti permintaan Jaksa, karena Jaksa itu memang praduga bersalah, sedangkan terdakwa mempunyai hak untuk mempertahankan harkat dan martabatnya.” Tutupnya.

(HD)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Dugaan Skandal Pungli Pelantikan Kepala Sekolah di Labuhanbatu: Setoran Hingga Rp 60 Juta per Orang

Hidayat Chan

02 Mei 2026

Post Views: 301 LABUHANBATU,PIRNAS.COM -Dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kembali diguncang isu miring terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pelantikan pejabat fungsional. Sebanyak 22 Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang baru dilantik diduga harus menyetorkan uang puluhan juta rupiah demi mengamankan jabatan mereka. Peristiwa ini mencuat pasca pelantikan yang digelar pada …

Digerebek! Diduga Sarang Narkoba di Aek Batu Kosong, Polisi Tetap Waspada

A S

16 Apr 2026

Post Views: 76 PIRNAS.COM | Labuhanbatu Selatan — Dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah Aek Batu langsung ditindak cepat. Polsek Torgamba bersama tim Gerebek Sarang Narkoba (GSN) menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi sabu di Pinang Awan Cikampak I B, Kecamatan Torgamba, Kamis (16/4/2026) sore. Penggerebekan ini dipicu laporan warga yang resah dengan …

Rokok Ilegal ‘Kangkangi’ Aparat di Labuhanbatu, Mampukah ‘Gempur Rokok Ilegal’ Berantas Bandar?

Hidayat Chan

13 Apr 2026

Post Views: 314 LABUHANBATU,PIRNAS.COM – Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai (polos) merek LS, Manchester, hingga Luffman yang dijual terang-terangan di Labuhanbatu menuai kritik tajam. Aparat Penegak Hukum (APH) dan Bea Cukai dinilai masih “setengah hati” dalam memberantas peredaran barang ilegal ini hingga ke akarnya. Meski pemerintah menerapkan prinsip Ultimum Remedium melalui UU HPP yang …

Satreskrim Ungkap Kasus Kematian Ibu 3 Anak Gelombang Kepercayaan Masyarakat Meningkat Drastis 

Hidayat Chan

17 Mar 2026

Post Views: 67 Labusel,PIRNAS.COM – Masyarakat apresiasi dan dukung penuh terhadap kinerja jajaran Satreskrim Polres Labusel, khususnya kepada Kasat Reskrim AKP Elimawan Sitorus, S.H., M.H., yang dinilai berhasil mengungkap fakta di balik misteri kematian H Br Panjaitan (24). Keberhasilan team Satreskrim ungkap kasus tersebut tidak terlepas dari arahan dan perintah Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya …

Kiamat Desak Kejari Labuhanbatu Tindaklanjuti Perintah Hakim Tipikor Untuk Memeriksa Muhammad Ridwan Dalimunthe

Hidayat Chan

03 Des 2025

Post Views: 121 Labuhanbatu||PIRNAS.COM-Lembaga Koalisi Independen Anti Mafia Terstruktur (Kiamat) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu untuk menindaklanjuti perintah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait permintaan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) memeriksa Muhammad Ridwan Dalimunthe, yang diketahui merupakan menantu mantan Bupati Labuhanbatu, Tengku Milwan. Desakan tersebut disampaikan Kiamat melalui pernyataan resmi pada aksi unjuk …

Gaji Tak Dibayar, PTPN IV Kebun Gunung Pamela Dinilai Langgar Hak Pekerja

Hidayat Chan

29 Nov 2025

Post Views: 149 Serdang Bedagai|PIRNAS.COM-Manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Gunung Pamela kembali menjadi sorotan setelah diduga tidak membayarkan gaji salah seorang karyawannya, Pardomuan Zebfri Panjaitan, yang bekerja sebagai petugas keamanan (security). Kasus ini mencuat di tengah proses penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang saat ini masih berjalan di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten …

Kategori Terpopuler