Home HUKUM DPRD Dan Polda Sulut Seriusi Dugaan Pengrusakan Konservasi Mangrove

DPRD Dan Polda Sulut Seriusi Dugaan Pengrusakan Konservasi Mangrove

420
0
Foto Berita,Anggota DPR Provinsi Sulut komisi.II.akan mengseriusi pengrusakan Hutan Mangrove,bersama jajaran Polda Sulut

PIRNAS.COM | BOLMONG – Masih seputar pengrusakan Hutan Mangrove yang ada di Desa Tuyat Kecamatan Lolak Bolaang Mongondow (Bolmong) tidak terlepas dari janji  Komisi II Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Seriusi terkait dugaan pengrusakan konservasi mangrove di Desa Tuyat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Komisi II DPRD Provinsi Sulut Alfian Bara mengatakan, dugaan perusakan konservasi mangrove sudah dibahas dalam rapat namun kemarin masih sempat tertunda, dikarenakan masih menunggu pelantikan ketua DPRD yang baru.

“Kini ketua DPRD yang baru sudah dilantik, komisi dua akan segera melakukan Rencana Dengar Pendapat (RDP) dengan kepala Dinas Kehutanan Provinsi”, ujar Alfian Bara.

Lanjutnya, DPRD Provinsi siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pengrusakan konservasi mangrove yang ada di Desa Tuyat Bolmong.

BACA JUGA :   Koptan Giat Bersama Sebut Tanaman Pohon Kelapa Sawitnya Dirusak

“Komisi II akan menindaklanjuti dugaan perusakan hutan mangrove, sekaligus akan turun ke lokasi. Pun saya berharap, dugaan oknum perusakan hutan manggrove yang kini telah ditangani Polda Sulut, semakin terang benderang”, jelasnya.

Sementara, Dirrestipiter Polda Sulut melalui Kompol Ferry Sitorus kepada awak media menyampaikan telah memanggil beberapa kepala desa, termasuk RSB alias Revan.

“Mereka yang diduga terkait perusakan konservasi mangrove sudah kami panggil, termausk Revan, tapi Revan beralasan masih covid, saya berharap Revan bisa hadir sesuai undangan yang telah kami sampaikan. Yang pasti, kami akan melakukan penyelidikan”, tegas Kompol Ferry Sitorus dengan nada tegas ke awak media ini.

Sementara itu pihak Ormas Laki pun mengsuport pihak Polda Sulut atas penanganan kasus dugaan pengrusakan Hutan Mangrove yang ada di Desa Tuyat.

BACA JUGA :   WARGA RAGUKAN BEREDARNYA ISU SURAT POLDASU BUPATI JADI TERSANGKA

“kami meminta juga kepada pihak polda Sulut agar segera melakukan Lidik terhadap Kepala Desa Tuyat yang dengan sengaja mengeluarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) ke Masyarakat”, tandas Firdaus Mokodompit.

(**Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here