banner 728x250

PEMKAB LABUSEL AGAR MENINDAK PEMILIK GEDUNG PENANGKARAN WALET ILEGAL DI DESA RINTIS MILIK WARGA LABUHAN BATU

LABUSEL, PIRNAS | Warga Labuhan Batu membangun penangkaran sarang burung walet di Desa Rintis, Kecamatan Silang Kitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan tanpa mengurus dokumen persyaratan bagaimana sistem dan aturan dari pemerintah untuk mendirikan gedung sarang walet yang harus di patuhi sehingga tidak terkesan melanggar aturan.

Saat dikomfirmasi seorang warga sekitar pembangunan gedung sarang walet tersebut, “warga mengaku tidak tau yang pasti itu gedung di bangun tampaknya memang tidak ada izinya pak, siapa pemilik gedung itu..? Namanya Atak, kalau tidak salah pak mungkin dia merasa punya beking pak sehingga tidak menghargai pemerintah Kab. labusel”, kata warga tersebut.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Terkait masalah ini Kepala Desa Rintis Sutrisno, saat dikonfirmasi awak media (28/8) menjelaskan, bahwa tidak ada laporan dalam penangkaran walet kepadanya.

“saya tidak pernah menerima permohonan apapun warga Labuhan Batu itu mendirikan penangkaran walet di desa saya, koordinasipun tidak pernah langsung saja di bangun, saya harap rekan-rekan wartawan silakan saja di ekspos beritanya”, kata Sutresno.

Di tempat terpisah Camat Silang Kitang ketika ditanya soal izin gedung penangkaran walet di Desa Rintis menyampaikan “Saya tidak tau pak dan enggak pernah meneken rekomundasi dari pemohon pengusaha tersebut kalaupun ada tentu dari desa dulu itu pak” ujar Camat.

Di sini jelas menurut keterangan kedua pejabat tersebut bahwa gedung penangkaran sarang burung walet yang ada di Desa Rintis ilegal dan tidak mengantongi izin, dan melanggar permentan no 41 tahun 2013.
Bahwa mendirikan sarang burung walet ada syarat-syarat yang harus di penuhi 1. surat permohonan yang bersangkutan bermatrai 6000, 2. Peta lokasi rumah burung walet sesuai dengan yang di tetapkan Bupati, yang di sahkan oleh Kepala Desa/Lurah. 4. Foto kopi akta pendirian perusahaan berbadan hukum. dan foto kopi KTP penanggung jawab (pemohon) 5. Rekomundasi dari tim tehnis. 6. Surat pernyataan bersedia mentaati persyaratan tehnis yang ditetapkan oleh kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu dalam mengelolah sarang burung walet dengan dibubuhi matrai 6000. 7. Foto kopi izin mendirikan bangunan peruntukan usaha sarang burung walet. 9. Foto kopi izin tempat usaha sarang walet. 10 foto kopi surat izin memasang reklame. 11. Surat izin usaha perdagangan Siup. 12. Foto kopi tanda lunas PBB sampai dengan tahun berjalan. 13 foto kopi nomor pokok wajib pajak. 14. Fas foto penanggung jawab (pemohon) ukuran 4×6 2 lembar.

Ini lah syarat yang harus di patuhi usaha penangkaran sarang/sriti, bila tidak Pemkab Labusel harus membuat tindakan menyegel gedung penangkaran walet tersebut, supaya oknum tersebut belajar mematuhi aturan yang ada. (MS)