banner 728x250 banner 728x250
Daerah  

Menjadi Prangkat Desa Di Labusel Tak Ubahnya Kerja Di Perusahaan Yang Hendak Bangkrut 5 Bulan Tidak Gajian.

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | Labusel – Kini keadaan perangkat desa yang ada di Labusel kian memprihatinkan dimana sampai detik ini dana desa belum cair sudah 5 bulan, sehingga keadaan para pekerja di desa tak ubahnya bekerja di sebuah perusahaan yang hendak bangkrut, tak mampu lagi untuk menggaji karyawannya, karna sudah berbulan bulan tidak gajian.

jangan lah saat seseorang di percaya menangani masalah desa terlalu anggap enteng dengan keadan di desa, jadi kalau keseriusan mensejahterakan perangkat desa itu omong kosong, bayangkan saja dari mulai bulan Oktober sampai dengan Desember, 5 bulan sudah. Hampir tahun baru perangkat desa belum menerima honor, alangkah sedihnya mau berhenti sangat sulit cari kerja di Labusel ini. Demikian juga di bulan Januari sampai bulan Mei 2019 baru menerima honor, malang nian nasibmu para pekerja di kantor desa di 52 desa yang ada di wilayah Labusel.

Baca Berita Lainnya :

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023 Cara Buat Website Dengan Mudah Untuk Pemula

Hai, orang orang hebat di dunia ini menari nari lah kalian di atas penderitaan orang lain agar kalian puas.

Menurut salah seorang perangkat desa yang tidak ingin di sebut namanya saat di komfirmasi tgl 13/12 menyampaikan keluhanya. “Begini lah bang kenyataanya, sebenarnya saya mau berhenti jadi perangkat desa, tapi belum dapat kerjaan yang lain bagai mana dengan anak anak saya bang, bila saya berhenti biaya hidupnya, cuman itu lah yang saya harapkan honor dari kantor desa”. Ungkapnya. Truss bagaimana selama lima bulan ini belum menerima honor kebutuhan hidup kalian?. Jawabnya,” ya pinjem uang sama mama, ya hutang di kedai juga nanti honor keluar di bayar tapi habislah honor itu cuma sisa sedikit lha bang untuk bayar hutang, biaya hidup selama lima bulan dan begitulah seterusnya”, kata perangkat desa tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah saat di konfirmasi Dinas Pemerintahan Desa beberapa waktu yang lalu melalui Nurzanah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Kabid PMD saat dipertanyakan terkait sudah bulan Desember 2019 hampir tahun baru 2020 dana tidak juga cair, Nurzanah menjelaskan, “di Pemdes sudah tidak ada masalah pak, semua sudah selesai ini kan tingal tergantung di keuangan bagai mana sebenarnya, coba bapak konfirmasi di keuangan saja pak supaya lebih jelas”, tutur Nurzanah, Kabid PMD di ruang kerjanya kepada wartawan Pirnas.

Dan secara kebetulan saat ada seorang Kepala Desa sedang berada di Kantor Dinas Pemerintah Desa saat di konfirmasi, Kades tersebut menjelaskan,” saya juga tidak tau pak laporan pertanggung jawaban LPJ tahap dua uda selesai pak, dan memang ada perubahan perubahan cuman semua sudah kita perbaiki di awal bulan November, itu sudah selesai pak, cuman buat saya heran kalaulah laporan di sama harus selesai semua yang 52 desa ini baru di cair kan celaka pak, artinya ini tidak ada penilaian, mana yang baik, dan mana enggak beres di sama ratakan gara gara segelintir desa yang belum selesai semua jadi korban, ini namanya tidak profesional dan saya anggap ini sewenang wenang”, kata sang kades tersebut dengan tampak kesal dan geram melihat para atasannya yang di anggap tidak memikirkan nasib para perangkat desa.

Tambahnya Kades, “memalukan pak ini tak ubahnya bekerja di sebuah perusahaan yang hendak bangkrut tak lagi mampu menggaji karyawannya, padahal Kepala Desa itu termasuk pejabat negara di pemerintahan desa dan emang si Kepala Desa merupakan jabatan formal tapi desa merupakan dasar pelayanan legalitas adminitrasi masyarakat sehingga patut di perhatikan, kalaupun ini nanti cair Desember 2019, nanti 2020 paling cepat di bulan Mei jadi begitulah seterusnya nasib kami di desa pejabat yang tertinggal”, keluhnya.

Reporter : 007