Home » Hukum » Seorang Pelanggar Hukum Diduga Terima Hukum Rimba Oleh Seseorang

Seorang Pelanggar Hukum Diduga Terima Hukum Rimba Oleh Seseorang

Pirnas.com 06 Mar 2020

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | LABUHANBATU – Seorang laki-laki paruh baya, mendatangi kantor Kepolisian Polsek Bilah Hulu Aek Nabara Labuhanbatu, Kamis (6/3/2020), guna membuat laporan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh KTU, (ST) PTPN 3 Aek Nabara Selatan, di ruangan Papam, kantor PTPN 3 kebun Aek Nabara Selatan.

Atas dugaan perlakuan kekerasan yang dilakukan KTU (ST) mengakibatkan memar didada serta sesak buat bernapas.

Menurut keterangan korban (Suparno alias Bandot) atas dugaan penganiayaan tersebut, membuatnya tidak dapat bekerja selama lima hari.

Sebelum korban membuat laporan ke Polsek Bilah Hulu, wartawan media ini, bersama beberapa wartawan media yang lain, coba mengkonfirmasi kepada KTU, namun beliau mengatakan tidak ada memukul atau menganiaya.

“Saya tidak ada memukulnya”, ucap KTU PTPN 3 Kanas.

Dalam hal ini korban merasa keberatan atas perlakuan yang dialaminya (26/2/2020), di ruangan Papam PTPN 3, kebun Aek Nabara Selatan. Menurut keterangan korban pada media, benar dia lakukan pencurian buah, milik PTPN 3 tersebut, namun sudah selesai diproses di Polsek Bilah Hulu dalam gelar tindak pidana ringan (tepiring).

Yang disesalkan oleh korban dugaan penganiayaan (Suparno als Bandot), apa yang dilakukan pihak PTPN3 Kanas, diluar aturan, sebagai negara hukum.

Pasalnya Suparno als Bandot warga desa Meranti Labuhanbatu, merasa disekab dan di aniaya oleh KTU (ST) di ruangan papam lingkup kantor PTPN3 Kanas. Yang seharusnya penangkapan yang dilakukan oleh pengamanan PTPN3, harus diserahkan pada pihak berwajib.

“Pihak PTPN 3 membawa saya ke ruangan papam, lalu saya dianiaya”, ucap Suparno.

Ironisnya KTU, yang tidak mempunyai tupoksi dalam hal ini, malah diduga lakukan penganiayaan pada saudara Suparno. Hal ini dihimpun atas keterangan korban. Sehingga Suparno terduga korban penganiayaan merasa keberatan, dan meminta keadilan atas hukum, kerena terduga pelaku penganiayaan telah kangkangi undang undang yang berlaku.

Bagi seorang pelanggar hukum, telah ditentukan pasal serta tuntutan yang akan dipertanggung jawabkan sesuai perbuatan. Bukan melakukan kekerasan tanpa wewenang, yang dilandasi hukum. Hal ini terduga perkosa hak azasi seseorang. Atau bahasa rembo mengatakan  HUKUM RIMBA.

(Rahmat Siregar)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Dugaan Skandal Pungli Pelantikan Kepala Sekolah di Labuhanbatu: Setoran Hingga Rp 60 Juta per Orang

Hidayat Chan

02 Mei 2026

Post Views: 82 LABUHANBATU,PIRNAS.COM -Dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kembali diguncang isu miring terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pelantikan pejabat fungsional. Sebanyak 22 Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang baru dilantik diduga harus menyetorkan uang puluhan juta rupiah demi mengamankan jabatan mereka. Peristiwa ini mencuat pasca pelantikan yang digelar pada …

Digerebek! Diduga Sarang Narkoba di Aek Batu Kosong, Polisi Tetap Waspada

A S

16 Apr 2026

Post Views: 68 PIRNAS.COM | Labuhanbatu Selatan — Dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah Aek Batu langsung ditindak cepat. Polsek Torgamba bersama tim Gerebek Sarang Narkoba (GSN) menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi sabu di Pinang Awan Cikampak I B, Kecamatan Torgamba, Kamis (16/4/2026) sore. Penggerebekan ini dipicu laporan warga yang resah dengan …

Rokok Ilegal ‘Kangkangi’ Aparat di Labuhanbatu, Mampukah ‘Gempur Rokok Ilegal’ Berantas Bandar?

Hidayat Chan

13 Apr 2026

Post Views: 132 LABUHANBATU,PIRNAS.COM – Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai (polos) merek LS, Manchester, hingga Luffman yang dijual terang-terangan di Labuhanbatu menuai kritik tajam. Aparat Penegak Hukum (APH) dan Bea Cukai dinilai masih “setengah hati” dalam memberantas peredaran barang ilegal ini hingga ke akarnya. Meski pemerintah menerapkan prinsip Ultimum Remedium melalui UU HPP yang …

Satreskrim Ungkap Kasus Kematian Ibu 3 Anak Gelombang Kepercayaan Masyarakat Meningkat Drastis 

Hidayat Chan

17 Mar 2026

Post Views: 67 Labusel,PIRNAS.COM – Masyarakat apresiasi dan dukung penuh terhadap kinerja jajaran Satreskrim Polres Labusel, khususnya kepada Kasat Reskrim AKP Elimawan Sitorus, S.H., M.H., yang dinilai berhasil mengungkap fakta di balik misteri kematian H Br Panjaitan (24). Keberhasilan team Satreskrim ungkap kasus tersebut tidak terlepas dari arahan dan perintah Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya …

Kiamat Desak Kejari Labuhanbatu Tindaklanjuti Perintah Hakim Tipikor Untuk Memeriksa Muhammad Ridwan Dalimunthe

Hidayat Chan

03 Des 2025

Post Views: 119 Labuhanbatu||PIRNAS.COM-Lembaga Koalisi Independen Anti Mafia Terstruktur (Kiamat) mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu untuk menindaklanjuti perintah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait permintaan agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) memeriksa Muhammad Ridwan Dalimunthe, yang diketahui merupakan menantu mantan Bupati Labuhanbatu, Tengku Milwan. Desakan tersebut disampaikan Kiamat melalui pernyataan resmi pada aksi unjuk …

Gaji Tak Dibayar, PTPN IV Kebun Gunung Pamela Dinilai Langgar Hak Pekerja

Hidayat Chan

29 Nov 2025

Post Views: 147 Serdang Bedagai|PIRNAS.COM-Manajemen PTPN IV Regional 1 Kebun Gunung Pamela kembali menjadi sorotan setelah diduga tidak membayarkan gaji salah seorang karyawannya, Pardomuan Zebfri Panjaitan, yang bekerja sebagai petugas keamanan (security). Kasus ini mencuat di tengah proses penyelesaian perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang saat ini masih berjalan di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten …

Kategori Terpopuler