banner 728x250
HUKUM  

Terkait Ucapan Oknum Akademis yang Rasis Ketua Sapma IPK Kota Pekanbaru Angkat Bicara

PIRNAS.ORG & PIRNAS.COM | PEKANBARU – Sudah 74 tahun Indonesia merdeka. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia yang dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara ini. Masih saja terulang kembali ucapan yang menyinggung yang dilontarkan dari seorang oknum akademisi di lingkungan terpelajar dengan kata-kata yang bersifat rasis terhadap pemuda yang merupakan gerenasi penerus bangsa. Dengan beredarnya suatu rekaman suara salah satu Dekan di Perguruan Tinggi di Pekanbaru ini yang mendadak menjadi viral.

Mendapatkan hal ini Wira Anugrah SH Ketua Sapma IPK Kota Pekanbaru angkat bicara karena ucapan ini bukan saja menyakiti sebahagian orang melainkan telah melukai para pendiri bangsa, apakah tidak belajar dari masa lalu apalagi kemarin baru saja terjadi di daerah papua. Apakah hal serupa itu ingin terjadi lagi? dan ucapan yang disamapikan itu sangat menyakiti orang batak, dan Kota Pekanbaru dulunya  juga pernah dipimpin orang batak.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

“Siapapun dia harus menarik kata-katanya itu karena orang batak juga turut membangun Riau bumi melayu ini, jadi jangan seenaknya dia ngomong begitu. saya juga nih orang batak dan saya muslim, seorang muslim tidak diajarkan untuk mengeluarkan kata kata yang kasar serta menimbulkan perpecahan”, ungkapnya.

“Dan kita harus pisahkan terkait oknum yang kurang ajar, tentu nanti ada tindakan hukum, tetapi jangan kemudian digeneralisasi bahwa penghinaan suku itu berdampak menjadi pertikaian suku di bumi melayu yang kita cinta bersama ini”. Tambahnya

Kita ini bangsa indonesia, kedepan jangan lagi memberikan ruang kepada orang orang yang seenaknya menghina yang menimbulkan kekacauan, kebencian. Itu yang harus kita hadapi bersama. Karena kita sudah sepakat untuk Satu Nusa dan Satu Bangsa”, tutupnya.

(Eko Saputra)