Home » Hukum » EDWIN : Aparat Penegak Hukum Diduga Ingin Menegakkan ‘Benang Basah’ Dalam Kasus Penipuan Yang Menimpanya

EDWIN : Aparat Penegak Hukum Diduga Ingin Menegakkan ‘Benang Basah’ Dalam Kasus Penipuan Yang Menimpanya

Pirnas.com 25 Jul 2022

DUMAI | PIRNAS.COM – Sebagai Pelapor Edwin meminta bantuan dari KPK Tipikor atas kasus penipuan pembelian BBM jenis solar Industri yang telah disidangkan di PN Dumai dinilai janggal

Maka Tim KPK Tipikor mengambil langkah awal mempublikasikan dulu kepada media atas kejanggalan ini.

Sambil menunggu hasil putusan sidang ini, bilamana tidak sesuai dengan permintaan Edwin, TIM KPK Tipikor akan menyurati Kejaksaan Tinggi RI dan Mahkamah Agung untuk mendapatkan keadilan atas penipuan yang dinilai Ediwn seakan akan pihak terlapor kebal hukum.

Sementara dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”). Lebih jelas lagi dalam Pasal 1 angka 16 KUHAP, yaitu :

“Saksi adalah seorang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri.”

Dan juga diatur dalam hal ini diatur dalam Pasal 1 angka 27 KUHAP, yaitu :
“Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dan pengetahuannya itu.”

Kejanggalan ini diketahui Edwin setelah kasus tersebut dinyatakan P21 dan diserahkan ke Kejaksaan dengan tersangka yang tidak dikenalinya.

Sebelum P21, Edwin menjelaskan bahwa sebagai saksi di persidangan, Darmayanti dan Jonson di hadapan penyidik mengatakan bersedia bertanggung jawab terkait pemesanan BBM tersebut.

“Saya gak mengerti, pada awal mediasi di hadapan Penyidik, Darmayanti dan Jonson mau bertanggung jawab dengan memberi jaminan berupa surat tanah dan mobil,” ujar Edwin, Senin (25/7/2022).

“Masalah ini semakin tak jelas, malah saya disarankan oleh Penyidik untuk mengembalikan jaminan tersebut agar laporan saya bisa diterima, dan karena saya percaya dengan saran penyidik maka saya serahkan jaminan itu di hadapan penyidik,” jelas Edwin.

“Saya sangat sangat kecewa, jelas-jelas jaminan itu diserahkan di hadapan penyidik, malah Darmayanti dan Jonson membuat laporan dan diterima polisi bahwa saya sudah menggelapkan jaminan itu,” katanya.

Menurut EDWIN, Darmayanti harus bertanggung Jawab atas kerugian sebesar Rp. 483.000.000 yang dialaminya.

“Dia pesan minyak sama saya, PO yang saya dapat pun darinya, pembayaran COD atau curah bayar, setelah minyak di antar, lain pula yang bayar, nah sekarang yang jadi terdakwa lain lagi,” ungkap Edwin.

“Sebelumnya, dalam pengurusan pembelian dengan curah bayar itu, tidak ada namanya Jonson dan Taufiq,” tegas Edwin menambahkan.

Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Dumai, Kamis (23/6), ketika ditanya Majelis Hakim keterkaitannya dengan terdakwa Taufik Edwin menyatakan bahwa ia tidak mengenal terdakwa.

Dijelaskan Edwin, yang dilaporkan kala itu adalah saudari Darmayanti.

Sementara itu, dalam sidang lanjutan yang menghadirkan 2 orang saksi, yakni Darmayanti dan Jonson, kedua saksi memberikan kesaksian yang saling bertentangan.

Saksi Jonson saat di persidangan menyatakan mengenal Yasril Taufiq (Terdakwa) dan mengatakan bahwa terdakwa melakukan pesanan minyak dengan dirinya.

Setelah itu, saksi Jonson menghubungi Saksi Darmayanti dan menyerahkan PO pemesanan minyak tersebut. Ia menyatakan mendapatkan Fee sebesar Rp200 (Rp100 untuk dirinya dan Rp100 untuk Darmayanti, red). Dan itu akan diberikan oleh Saksi Darmayanti.

Berbeda dengan ke saksian Jonson, Darmayanti malah mengatakan fee yang akan ia terima hanya sebanyak 50 Perak (Rp 50/liter, red) dan itu malah akan didapatkan dari Jonson.

Darmayanti juga memberikan kesaksian bahwa ia sama sekali tidak mengenal terdakwa, ia mengaku hanya mengenal dengan Jonson.

Kejanggalan berikutnya, seluruh kesaksian Jonson yang memberatkan terdakwa, dibenarkan oleh terdakwa tanpa ada satupun sanggahan.

Namun, kesaksian Darmayanti yang tak satupun memberatkan terdakwa, dijawab dengan ‘Tidak tahu’.

Kejanggalan selanjutnya, saksi Darmayanti menyatakan bahwa ia cuma mengantarkan mobil transportasi ke alamat yang diberi oleh saksi Jonson, setelah mobil pertama melakukan pembongkaran, kemudian ia langsung pulang.

Sementara itu, sopir mobil dalam pengantaran BBM pembongkaran ketiga, Yufri Dodi mengatakan dalam komvoi pengantaran ada Darmayanti, yang sudah menunggu di simpang tol Bagan Besar, setelah itu berangkat bersama-sama.

Setelah sampai di lokasi untuk pembongkaran, Ia menunggu dua (2) mobil rekannya yang bongkar dahulu.

Dalam kesaksiannya, Yufri Dodi menyatakan bahwa saksi Darmayanti masih berada di lokasi ketika ia melakukan pembongkaran ketiga, tidak seperti yang dikatakan Darmayanti.

Pasalnya, surat tanda terima diberikan ke saksi Darmayanti dan setelah itu saksi Darmayanti menyerahkan kembali surat jalan yang sudah di stempel ke Yufri Dodi.
Disamping itu, Kepala Cabang PT Patra Andalas Sukses, Yulius yang juga turut menjadi saksi di persidangan dalam kesaksiannya menyatakan juga tidak mengenal dengan terdakwa (Yasril Taufik).

Ia menyatakan tidak mengenal dengan Taufiq, setau dirinya Edwin selaku marketing hanya berurusan dengan Darmayanti dalam transaksi pembelian tersebut.

Ia juga menambahkan PO yang didapatkan dari Saudara Edwin adalah dari Darmayanti.
Di luar persidangan, Yulius yang juga sebagai aktivis Lembaga KPK TIPIKOR menegaskan akan mengawal dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya akan usut tuntas kasus ini,” tegasnya.
Dari beberapa sidang yang telah digelar, Edwin sebagai pelapor berharap kasus ini bisa menemukan titik terang.

“Sesuai dengan laporan kita di awal, yaitu Darmayanti yang berurusan dengan kita, dia yang memesan minyak, seharusnya dia yang bertanggung jawab,” jelasnya .

Edwin, meminta kepada Jaksa dan Majelis Hakim untuk dapat meluruskan permasalahan ini bila mana Jaksa dan hakim Dumai tidak bersedia, maka kami akan melanjutkan (menyurati) kepada pihak hukum yang lebih tinggi lagi.

“Harapan kita, Majelis Hakim mempertimbangkan untuk memberikan putusan yang adil terkait pertanggungjawaban Darmayanti sebagai pemesan,” pungkasnya.

(R. Damanik)

Tags :

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Diduga Cuci Uang Sang Kakak, Dr. Guntur Beli Kebun Sawit Ratusan Hektar

Hidayat Chan

16 Okt 2026

Post Views: 211 Ket photo: ilustrasi perkebunan kelapa sawit  MEDAN,PIRNAS.COM— Nama Dr. Guntur Ginting, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Provinsi Sumatera Utara, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Sorotan ini mencuat setelah adanya laporan kepemilikan kebun kelapa sawit seluas ratusan hektar yang dibeli tak lama setelah kakak kandungnya, Topan Baja Ginting, divonis penjara atas …

Arogansi Oknum Satpam RSUD Rantauprapat: Halangi Wartawan Cari Informasi, Manajemen Malah Bungkam!

Hidayat Chan

10 Okt 2026

Post Views: 320 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kinerja satuan pengamanan (Satpam) RSUD Rantauprapat kini menjadi sorotan tajam, sebagaimana dilansir oleh media “BerswaraFakta.com”. Seorang oknum satpam diduga kuat melakukan tindakan sewenang-wenang dengan menghalangi tugas jurnalistik wartawan yang hendak menggali informasi akurat pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 13.02 WIB. Aksi pencegatan ini memicu kecaman keras oleh beberapa kalangan wartawan, karena …

Kejari Labuhanbatu Disorot: 4 Bulan Dumas LSM Elang Mas Mandek, Kasi Intel Dinilai ‘Melempem’

Hidayat Chan

08 Okt 2026

Post Views: 152 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang dilayangkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (DPC LSM) Elang Mas Labuhanbatu sejak Juni 2026 lalu hingga kini belum menemui titik terang. Kasus tersebut dinilai mandek selama empat bulan tanpa adanya kejelasan hukum yang pasti. …

Polres Labuhanbatu Respons Cepat Temukan Remaja 15 Tahun yang Dibawa Pria dalam Bus

Hidayat Chan

01 Okt 2026

Post Views: 379 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan piket fungsi Polres Labuhanbatu memberikan respons cepat terhadap laporan mengenai seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Korban diduga dibawa pergi oleh seorang pria dari Kabupaten Simalungun dengan menaiki bus antarkota tujuan Riau pada Rabu (30/9/2026) malam. Mendapatkan informasi tersebut, tim piket fungsi dan SPKT …

Hutan Aek Bottar Gundul Akibat Pembalakan Liar, Warga Tuding APH Tutup Mata Hadapi Ancaman Banjir Bandang

Hidayat Chan

26 Sep 2026

Post Views: 316 LABURA,PIRNAS.COM— Aksi pembalakan liar (illegal logging) di kawasan Hutan Aek Bottar, Desa Poldung, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Investigasi team lapangan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada waktu subuh, giat ini juga telah viral di media sosial Facebook oleh akun ‘Labura Viral’, menunjukkan bahwa …

Gadai SK PNS Berujung Petaka! Wanita di Labuhanbatu Tipu Korban Rp350 Juta

Hidayat Chan

05 Agu 2026

Post Views: 638 LABUHANBATU, PIRNAS.COM – Korban penipuan berkedok investasi emas, RH, mendesak aparat penegak hukum (APH) Polres Labuhanbatu untuk segera menangkap seorang perempuan berinisial AA. Desakan ini mencuat setelah dana senilai Rp350 juta milik korban diduga raib dibawa kabur pelaku tanpa adanya itikad baik untuk pengembalian.”Kami sudah terlalu lama menunggu. Saya berharap polisi segera …

Kategori Terpopuler