Daerah  

POHON SAWIT PTPN 4 KEBUN PULU RAJA TIMPA TRUK COLT DIESEL, SUPIR KRITIS

Asahan, pirnas.com & pirnas.org | Pohon Kelapa Sawit PTPN 4 Kebun Pulu Raja tumbang dan menimpa mobil Truk Colt Diesel BM 8260 FQ saat melintas di jalan umum penghubung Desa Padang Mahondang menuju Desa Tunggul 45, Sabtu (30/11/2019) di Desa Tunggul 45 Kecamatan Pulau Rakyat Kabupaten Asahan.

Akibatnya, Supir Truk Doli Apria Silitonga (32th) warga Dusun III Desa Padang Mahondang kritis diduga mengalami patah kaki. Keterangan yang diperoleh dari beberapa saksi mata di lokasi kejadian bahwa sekitar pukul 9.30 wib, Truk tanpa muatan ini melaju dengan kecepatan normal. Tiada angin maupun hujan tepat di areal blok 94 H Afd 4 Desa Tunggul 45 sebatang pohon Sawit tiba-tiba tumbang dan menimpa bagian kepala mobil Truk yang akan memuat Solit (limbah pabrik) ini. Diduga hempasan batang sawit begitu kuat menekan atap kepala mobil lalu menghimpit supir dengan kaki terjepit  dan tetap pada posisi menekan pedal gas sehingga mobil terus berjalan dengan menyeret batang pohon.

Baca Berita Lainnya :

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023 Cara Buat Website Dengan Mudah Untuk Pemula

“Mobil baru berhenti setelah menabrak pohon sawit lainnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi pohon tumbang” kata Bambang selaku pemilik mobil Truk yang mengaku sudah punya ikatan kontrak memuat solit di PTPN 4 kebun Pulu Raja itu.

Lanjut kata Bambang, sempat kewalahan saat evakuasi korban Doli yang terjepit di dalam mobil yang ringsek berat oleh beberapa orang saksi di tempat kejadian.

” Setelah berhasil dievakuasi korban langsung dilarikan ke Klinik terdekat, diduga mengalami patah tulang pada kedua kakinya ” imbuh Bambang.

Menurut Bambang atas kejadian itu ia mengalami kerugian kerusakan mobil diperkirakan sebesar Rp 40 juta. Namun belum diketahui apakah kejadian tersebut nantinya menjadi pertanggung jawaban pihak perusahaan PTPN 4 Pulu Raja ?

Pantauan Pirnas, sebagian besar tanaman Kelapa Sawit yang berada di blok 94 H Afd 4 disisi jalan umum lintas desa itu diperkirakan usianya sudah mencapai sekitar 25 tahun dan kondisi kropos pada batang selayaknya sudah harus ditumbang atau direplanting sebelum memakan korban lagi. Namun sejauh ini terkait itu pihak PTPN IV Pulu Raja belum dapat dikonfirmasi.

Reporter : Tim AR