banner 728x250
Daerah  

PENGURUS RANTING BULANGAN HAJI PAMEKASAN SAMBUT BULAN MAULID DENGAN PENGAJIAN LAILATUL IJTIMA’.

Pamekasan (JAWA TIMUR), Pirnas.com & Pirnas.org | Ratusan nahdliyin Dusun Pakes, Desa Bulangan Haji, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan menghadiri kegiatan rutin Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat di kediaman KH. Samsul Arifin, Rabu malam (30/10/2019). Kegiatan ini sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad.

Selain diisi pengajian, kegiatan bulanan ini juga menjadi wahana dakwah dan informasi bagi nahdliyin tentang segala hal yang berkenaan dengan program ke-NU-an dan kebangsaan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua MWCNU Pegantenan, Kiai Syaiful Qori’.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

“Kegiatan lailatul ijtima’ ini merupakan wadah untuk serap aspirasi nahdliyin dan pengurus di masing-masing tingkatan, baik ranting atau anak ranting, serta sebagai program kegiatan rutin NU yang sudah digelar baik tingkatan MWC, PC, dan PW,” ungkapnya

Menurut Kiai Syaiful, ada separuh ranting di bawah MWCNU Pegantenan yang rutin melaksanakan kegiatan ini. Tidak hanya itu, setiap minggu ranting dan anak ranting juga rutin menggelar kegiatan tahlil dan kajian kitab.

“Setelah tiga bulan sekali, seluruh warga nahdliyin kami kumpulkan di lailatul ijtima’ ini yang pelaksanaan tersebut bergiliran di setiap Pengurus Ranting NU (PRNU) atau Pengurus Anak Ranting NU (PARNU) yang ada di MWCNU Pegantenan,” imbuhnya.

Taufik Hasyim, Ketua PCNU Pamekasan, mengimbau agar nahdliyin tetap menjaga semangat dalam ber-NU, menjaga akidah dan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah seperti tahlil, diba’, maulid dan lainya.

Sebelum memasuki acara inti, istigasah dan tahlil mengawali pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain dihadiri nahdliyin di lingkungan MWCNU Pegantenan, tampak hadir pengurus PCNU Pamekasan: Ketua Tanfidziah, Rais Syuriah, serta Ketua Rabithah Ma’ahid Islami (RMI) PCNU Pamekasan, KH. Nasiruddin Abdul Bar. HadIr juga jajaran Mustasyar: KH. Hamid Mannan, KH. Nawawi Abdul Muin, serta KH. Kholilurrahman yang bertindak sebagai penceramah.(Tallim)