banner 728x250
Daerah  

Pengadilan Negeri Rantau Prapat Kembali Panggil PT Clipan finance Indonesia

PIRNAS.ORG & PIRNAS.COM | RANTAU PRAPAT – Pengadilan Negeri Rantau Prapat memanggil pihak tergugat yakni PT Clipan Finance Indonesia Cab. Rantau Prapat yang menarik paksa kendaraan unit mobil Isuzu Panther bernomor polisi BM 1646TV.

Dalam hal ini dimenangkan oleh penggugat atas nama Eliyas (Rawi) dan pengadilan telah menerbitkan surat keputusan.
Pada tanggal 24 Bulan 11 Tahun 2019.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Pihak pengadilan Negeri Rantau Prapat pada Rabu tanggal 11/12/2019 menerbitkan surat berupa Aan Maning (agar pihak tergugat menyerahkan unit hasil rampasan tersebut di kembalikan secara suka rela).

 

Pihak Clipan Finance Indonesia cabang Rantau Prapat meminta kepada hakim agar bisa memediasi terhadap putusan ini kepada pihak penggugat (konsumen) di ruang mediasi pengadilan.

“Unit tersebut sudah kami lelang bang. Bagaimana mungkin kami beli lagi dan menyerahkan sama abang lagi, unit tersebut kami lelang dengan harga 65 juta.
Dan kami juga sudah menghubungi pemenang lelang agar unit kami beli lagi namun pemenang lelang sudah merehab mobil dan membayar pajak tunggakan dan sekarang bermodal 80 juta”, ujar Tim Clipan.

“Kami gak mau tau tentang itu bang, hasil keputusan pengadilan agar pihak perusahaan pembiayaan mengembalikan unit dan kami kembali membayar angsuran kredit sisanya di bulan depan. Dan kenapa unit di lelang sementara masih dalam status perkara”, jawab Eliyas (Rawi).

Pihak Clipan memenuhi permintaan penggugat menyerahkan unit tapi dengan syarat harus membayar sebesar 54 juta di tambah biaya penarikan 15 juta jumlah 69 juta.

Sontak saja Eliyas membantah, “Jika harus membayar segitu, saya tidak mau, padahal sisa angsuran kredit berjumlah Rp. 35.640 000,-“,

Pihak Clipan menawarkan opsi yang lain yaitu akan membayar uang kepada Eliyas. “Ok bang kalau memang kami harus mengembalikan uang, berapa yang abang minta”. Ucap Pihak Clipan.

Setelah musyawarah akhirnya Eliyas minta ganti kerugiannya sebesar 71 juta dan tambah 15 juta putusan pengadilan atas kerugiannya selama ini sejak unitnya di rampas pihak eksternal Clipan. Eliyas juga menimbang dan memutuskan. “Bayar 70 aja pak”, ujarnya kepada tim Clipan Finance.

“Ok bang permintaannya akan kami naikkan ke pusat dan kami juga tetap akan menggugat pihak pengadilan atas putusan ini melalui gugatan biasa”, ujar BM Clipan pak Azam .

Ketika wartawan PIRNAS mengkonfirmasi melalui wa (WhatsApp) kepada Hakim, Ia menjelaskan bahwa putusannya seauai undang-undang yang ada. “Tenang saja bang. Kita sudah bekerja sesuai UU Kementrian Keuangan (PMK) No. 130/PMK010/2012 tentang PIDUSIA. Silahkan kemana mereka mau gugat”, ujar Hakim Pengadilan Negeri Rantau Prapat.

(Korwil Sumbagut HYT)