banner 728x250
Daerah  

PEMBANGUNAN JEMBATAN PENGAIRAN BATUTAMBUN PAGARAN TONGA DI REKAYASA DEMI MENGEJAR UNTUNG BERLIPAT.

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | PALUTA – Pembangunan jembatan irigasi jurusan Batutambun Pagaran Tonga Kecamatan Padang Bolak jelas direkayasa pembangunannya. Saat dikonfirmasi kepala tukang tidak di tempat, namun tukang yang ada di lokasi pekerjaan Jembatan mengatakan sesuai perintah kepala tukang.

“Kami hanya menjalankan tugas sesuai yang di perintahkan Kepala Tukang, kami tidak tau apa-apa pak”, ungkap seorang Tukang pekerja jembatan.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Karena tim Pirnas.com tidak mendapatkan keterangan yang jelas atas perubahan pekerjaan yang dilakukan tukang bangunan yang ada di lokasi pengerjaan jembatan, Tim pun beranjak menuju Kantor Pekerjaan Umum Daerah Padang Lawas Utara. Tak lama berselang bertemu langsung dengan PPK yang membidangi Jalan dan Jembatan, namun beliau berdalih Pekerjaan tersebut di CO, saat di tanya dasar apa sehingga pekerjaan Jembatan di CO, namun PPK tersebut kelabakan menjawab tanpa ada ujung yang menerangkan dasar pembangunan di rekayasa.

Mengingat kondisi jembatan yang sudah 30% terlaksana, tim Pirnas mengambil inisiatif bertanya kepada Ketua DPC.LPP-TIPIKOR RI yang mana beliau sering melakukan investigasi secara diam-diam dan menyimpan hasil dokumentasi yang beliau dapatkan di lokasi. Tak jauh panggang dengan api Ketua DPC.LPP-TIPIKOR RI menunjukkan dan memberi hasil petikan foto beliau kepada Tim Pirnas.com sebagai bahan publikasi atas kesengajaan yang dilakukan Konsultan, Kontraktor dan PPK Jalan dan Jembatan merubah gambar bangunan jembatan dan menghilangkan beberapa pekerjaan yang seharusnya sebagai pondasi bangunan Jembatan tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan Ketua DPC.LPP-TIPIKOR RI yang juga adalah bekas pekerja bangunan yang sedikit berpengalaman mengatakan Jembatan tersebut tidak layak di PHO, adapun penjelasan beliau didasari dari bukti telah dikerjakannya Jembatan 50% pengerjaan tanpa gambar dan pengawasan yang dilakukan konsultan pengawas dan tim ahli. Beliau juga mengatakan ada beberapa pekerjaan yang sengaja tidak dikerjakan, Padahal setiap jembatan membutuhkan pondasi yang kokoh sebagai penopang bobot berat beban yang akan melintasi jembatan.

“Jembatan itu tidak layak di PHO, karena ada pekerjaan yang sengaja tidak dikerjakan, dan pengerjaannya tanpa melihat gambar, hanya di karang saja, pahadal jembatan itu kan harus kokoh karena membutuhkan pondasi untuk menopang berat beban yang melintasi jembatan itu,” ungkap ketua DPC.LPP-TIPIKOR RI.

Sedangkan keterangan tukang bangunan yang ada di lokasi pengerjaan jembatan kepada Ketua DPC.LPP-TIPIKOR RI saat beliau mengkonfirmasi mengatakan tukang bangunan tersebut bekerja tanpa pedoman gambar hanya main karang semata. Beliau mengatakan sudah berulangkali menegur agar bangunan tersebut diawasi lebih ketat oleh pihak PUD namun hingga Jembatan selesai rekayasa pun berlalu.

Reporter : KP6419.