banner 728x250
Daerah  

Masyarakat Minta Pemko Medan Transparansi Terkait Desain Pembangunan Tanggul Rob Di Belawan

PIRNAS.COM | MEDAN – Program pemerintah Kota Medan tentang rencana pembangunan tanggul rob pada tahun 2022 di Belawan menuai Pro dan Kontra ditengah Masyarakat.

Seorang Tokoh Pemuda Belawan, Adli Azhari, yang juga Ketua Umum Yayasan Amal Zariah Nasional (YAASIN), saat menggelar konfrensi pers disalah satu cafe di Belawan mengatakan, bahwa ketika kunjungan Walikota Medan di Kelurahan Belawan Bahagia pada 21 Juni 2022 yang lalu, banyak masyarakat yang menolak dilakukan pembangunan tanggul di depan rumah masyarakat yang terimbas, hal ini dibuktikan dengan adanya 1.221 tanda tangan langsung dari masyarakat yang terimbas dan sudah dilayangkan surat tersebut ke Walikota Medan serta Ketua DPRD Kota Medan pada Jum’at, 24 Juni 2022 lalu, namun sampai saat ini belum ada tanggapan langsung ke warga dari pihak terkait setelah surat tersebut diterima.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

“Ada 1.221 warga di Kelurahan Belawan Bahagia yang sudah menyampaikan aspirasinya pada pak Walikota dan Ketua DPRD Medan terkait pembangunan tanggol tersebut, namun sampai sekarang belum juga ada responnya”, ucap Adli Azhari pada awak media, Rabu (13/07/2022) siang.

Adli Azhari juga membantah secara keras kalau masyarakat menolak program pemerintah Kota Medan untuk menanggulangi banjir rob di Belawan. Bahwa yang ditolak warga tersebut itu adalah desain pembangunannnya apabila dilakukan didepan rumah warga, karena seharusnya pemerintah mencari sumber utama masalah dari akibat banjir rob itu terjadi yang salah satunya adalah sudah tidak adanya lagi kantung – kantung air sehingga air laut menyebar ke darat dan menimpa rumah warga. Apabila program ini tetap dipaksakan pelaksanaannya, maka warga minta Pemko Medan Transparansi kepada masyarakat yang terimbas tentang desain pembangunannya, titik kordinatnya, lebar tanggulnya, akses keluar masuk masyarakat, jalur kenderaraan keluar masuk, yang terutama sekali tentang nasib masyarakat yang terimbas terkait rencana pemerintah, apakah di relokasi, diganti untung atau dibebaskan lahannya jadi milik masyarakat. Hal ini harus jelas disampaikan secara langsung kepada masyarakat secara transparan agar tidak ada masyarakat yang merasa dirugikan.

“Pada intinya kami warga Belawan Bahagia mendukung program pemerintah terkait penanganan banjir rob di Belawan, cuma kami menolak konsep pembangunannya yang akan dibangun pas didepan rumah kami, terus bagaimana akses keluar masuk kami untuk beraktivitas, begitu juga warga yang buka usaha didepan rumah, ayolah kita bahas dan kaji ulang kembali konsep awal yang pernah diwacanakan, saya rasa dengan kita duduk bersama, persoalan ini akan selesai dan tuntas kok, tidak akan adalagi penolakan, asal kita transparan pada warga terkait desain pembangunannya dengan cara disosialisasikan pada warga”, sebut Ketua Umum YAASIN tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Masyarakat Belawan Maju (Permabem) Muhammad Fadly juga Mengatakan, program pembuatan tanggul rob tersebut perlu dikaji lebih mendalam, apakah dengan pembangunan tanggul rob tersebut dapat menyelesaikan masalah banjir atau semakin parah, jangan sampai proyek pembangunan tanggul tersebut berdampak pada masyarakat yang dirugikan dalam pelaksanaannya, lebih baik anggaran yang ada dibuat untuk peninggian jalan, perbaikan drainase dan pembuatan gorong – gorong yang baru.

“Saya sepakat kok dengan pendapat bung Adli, coba dikaji kembali konsep desain pembangunannya, jangan sampai proyek ini berdampak kerugian pada masyarakat, atau saran saya rubah konsepnya dengan perbaikan infrastruktur jalan dan drainase, ataupun rubah pola pembangunan tanggol tersebut kalau emang pembangunan tanggol tersebut tetap dilaksanakan”, kata ketua Permabem tersebut.

(Amrizal)