banner 728x250 banner 728x250
Daerah  

Kadis Kominfo Labuhanbatu Hanya Bayar 20 Berita Kewartawan Tulis Berita Pemkab

Labuhanbatu, pirnas.org & pirnas.com | Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Labuhanbatu menargetkan kepada Wartawan yang menerbitkan berita seputar kegiatan pemkab. Hal itu dikarenakan melalui kesepakatan antara Wartawan dan Kominfo beberapa bulan yang lalu.

Selain kesepakatan, dasar dipatokkannya 20 berita tersebut karena anggaran yang dibayarkan mampunya dinas kominfo sesuai ketentuan APBD yang telah ditentukan.

Baca Berita Lainnya :

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023 Cara Buat Website Dengan Mudah Untuk Pemula

“Dinas Kominfo hanya mampu bayar berita 20 berita itupun diluar bersipat artikel”, Kata Kadis Kominfo Ihsan Harahap saat di Konfirmasi Pirnas Senin (21/10/2019) Diruang kerjanya.

Selain itu katanya, diluar dari media lain, melalui Dinas Kominfo juga memiliki 2 Media yang ditampung dari APBD.Yang terbit satu bulan sekali.

“Media labuhanbatu berisikan berita kegiatan bupati beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) rangkuman seluruh kegiatan selama satu bulan, sedangkan tabloid labuhanbatu bukan berita tapi berisikan artikel mengenai perkembangan yg ada di masyarakat dan dihubungkan dengan program pemkab,”Jelas Ihsan.

Saat Disinggung Pirnas terkait anggaran perbulannya untuk membayar produk Media pemkab tersebut, Ihsan mengatakan akan memepertanyakan dulu pada bendaharanya.

“Nanti kutanyakan sama bendahara,”Bilang Ihsan.

Sementara melalui data yang dihimpun Pirnas terlihat para Oknum-oknum Wartawan yang telah memenuhi target 20 berita enggan menambah berita pemkab karena tidak dibayar sesuai kesepakatan dikominfo. sehingga dikuatirkan tidak sepenuh nya dipublikadikan kegiatan pemkab Labuhanbatu.

Disinggung bagaimana pertanggung jawaban dana anggaranya? Diduga beberapa kali terjadi pengalokasian anggaran perjalanan dinas untuk oknum wartawan yang bertugas ditabloit labuhanbatu kita.

Dijelaskan lagi, mengenai adanya perjalanan dinas untuk wartawan itu tidak ada. Yang ada ketika kami atau ke lapangan meliput mereka numpang kendaraan dinas kami.

“Kalaupun ada pemuatan nama wartawan itu karena kesanggupan mereka dan atas sepengetahuan pimpinan redaksi dimana dia menulis. Itupun kami hanya membayar honor per artikel 150 ribu tanpa gaji”, jelasnya.

“Mereka bukan karyawan kami hanya ikut dalam tim media sebagaimana kami melibatkan akademisi, tim juri atau tenaga ahli dalam tim”, ujarnya.

Pada saat ditanyakan apakah ada ASN yang terdaftar sebagai wartawan ataupun redaksi dari kedua media itu, Kadis kominfo tidak menjawab, malah menanyakan kembali kepada wartawan siapa PNS yang pernah berprofesi sebagai wartawan sambil menyebutkan beberapa nama PNS yang tidak bertugas di Diskominfo.

ditanya lagi siapa wartawan koran produk diskominfo tersebut, lhsan Harahap menjawab wartawan, menyebutkan beberapa orang nama wartawan lain, yang biasa meliput dipemkab labuhanbatu.

( J.Sinaga)