banner 728x250
Daerah  

Jalan Lintas Desa Rintis Hancur Kecamatan Terbaik 2019 Tiga Langkah Lebih Maju. “Gayamuuu…!!!”

PIRNAS.ORG & PIRNAS.COM | LABUSEL – Di gembar gemborkan Kecamatan Silang Kitang adalah kecamatan terbaik Kabupaten Labuhanbatu Selatan 2019 tidak tanggung-tanggung selogan Saiful Pulungan Camat Silang Kitang tiga langkah lebih maju dari kecamatan lain, yang ada di labusel, Namun pada kenyataanya tidak sesuai dengan fakta di lapangan jalan Desa Ulu Mahuam menuju Desa Rintis hancur kopak kapik berlubang-lubang tanpa ada perhatian dari pemerintah daerah Kab. Labusel.

Jalan Desa Ulu Mahuam menuju Desa Rintis merupakan bagunan peninggalan Kabupaten Labuhanbatu, sebelum mekar tahun 2008 yang lalu, jalan tersebut dibangun sekitar tahun 2005 sebelum Kabupaten Labusel dimekarkan pada tahun 2008, artinya selama 14 tahun jalan ini memang sengaja tidak di perhatikan dan tidak tersentuh pengaspalan hotmix, sepertinya hanya di pandang sebelah mata, dan memang tidak menjadi sekala prioritas setiap tahun musrenbang di usulkan tapi nihil tidak pernah diRespect Pemkab Labusel, hal ini sengaja berita di ekspose agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tau ini lah keadaan yang sebenarnya, di wilayah Kecamatan Silang Kitang yang merupakan kecamatan terbaik tahun 2019 “3 langkah lebih maju dari kecamatan lain”, kondisi jalan aternatif Desa Rintis ke Desa Ulu Mahuam hancur.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Dan memang bila di perhitungkan penjang jalan tersebut sekitar kurang lebih 6 km pembangunan hotmix peninggalan kabupaten Labuhan batu sebelum mekar sampai sekarang tetap itu juga.

Wartawan pirnas turun melakukan peliputan, Kamis (14/11) di lapangan karena adanya 10 pesan WhatsApp, masuk dari warga desa rintis ke WhatsApp wartawan pirnas dalam pesan tersebut mayoritas warga rintis untuk terus mengekspose berita terkait jalan tersebut yang sampai saat ini memang tidak diperhatikan pemerintah daerah.

Pada saat wartawan pirnas meliput menemui warga yang telah mengirim WhatsApp yang minta namanya di rahasiakan di media ini, saat dikonfirmasi di kediamanya, kamis (14/11)
ada 5 warga sudah berkumpul mereka sengaja menunggu wartawan pirnas yang di kenal selalu mengkritisi kebijakan pemerintah daerah Kab. Labusel, bila di anggap tidak adil dalam merealisasikan pembangunan yang saat ini sedang berjalan selama kurun waktu 11 tahun usia Kabupaten Labuhanbatu Selatan di bawah ke pemimpinan H Wildan Aswan Tanjung Bupati Labusel, tentu saja bila ada temuan.

“Kami merasa kecewa melihat pemerintah daerah, saat rapat musrenbang saya sering di undang di Kecamatan, tapi tidak pernah ada pemaparan bahwa jalan tersebut merupakan skala prioritas, dan saya pun masih ingat betul kata Camat Silang Kitang Saiful Pulungan, saat serah terima dengan camat yang lama mengatakan tiga langkah lebih maju dari kecamatan lain” ungkap warga tersebut.

“Saat jalan itu diusulkan beliau ikut mengawal, baik kepada pemda maupun DPRD saat APBD hendak di sahkan, sehingga jalan itu menjadi skala prioritas jangan hanya banyak statement tiga langkah lebih maju kalau hanya bahasa, “gayamu..!!” ujungnya hanya pencitraan, karena camat kan yang merupakan perpanjangan tangan bupati, selaku kepala daerah tentunya mudah untuk berkomunikasi lho, Yang paling membuat saya tertawa jalan aternatif di bangun hanya 150 meter, 116 meter kemaren di Ulu Mahuam menuju rintis jadi untuk membangun 1 Km waktunya 9 tahun artinya jalan itu tidak ada harapan untuk di bangun”, tutur warga dengan perasaan kecewa dan merasa geram.

Jadi sebenarnya menjadi kecamatan terbaik sesuai dengan keadaan pelayanan, pajak PBB, laporan administrasi, kesahatan, pendidikan, olah raga, ke agamaan, imprastruktur, kebersihan wilayah, keamanan, se-kecamatan.

“kalau di Pulau Jawa, yang namanya terbaik ya semuanya memang benar-benar baik” sambungnya lagi.

Sementara itu saat di konfirmasi Kepala Desa Rintis Strisno, (15/11) terkait pembangunan infrastruktur di desanya sampai sejauh mana sebenarnya pengusulan jalan tersebut sehingga tidak pernah terleasisi sampai saat ini, Strisno tidak berada di kantornya di hubungi melalui telepon tidak aktif

Reporter : 007