Home Daerah DUA ORANG ASN PEMKAB PAKPAK BHARAT DI DUGA TERPAPAR RAFID TEST REAKTIF

DUA ORANG ASN PEMKAB PAKPAK BHARAT DI DUGA TERPAPAR RAFID TEST REAKTIF

3926
0

PIRNAS.COM | PAKPAK BHARAT – Warga di Kabupaten Pakpak Bharat Sumut merasa khawatir setelah beredar kabar adanya dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Pakpak Bharat berinisial HS dan HT terpapar Rafid Test Reaktif.

Kedua ASN tersebut merupakan pasangan suami istri penduduk Dusun Sosor Desa Boangmanalu Kecamatan Salak dikabarkan di duga terpapar Reaktif melalui hasil pemeriksaan Rafid Test.

Hal itu dibenarkan Dirut RSUD Salak dr. Elysa Barus melalui Kabid pelayanan dan perawatan dr Manuturi Situmorang kepada sejumlah wartawan, Kamis (3/9) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salak.

Lebih lanjut dr. Manuturi Situmorang mengatakan terkait kronologis awal diketahuinya kedua pasangan suami istri berinisial HS dan HT yang bekerja sebagai ASN Pemkab Pakpak Bharat itu berawal dari kedatangan mereka (pasien red) ke RSUD hari Kamis (3/9) untuk pemeriksaan kesehatan mereka berdua suami istri untuk mendapatkan surat kesehatan, diduga kemungkinan surat kesehatan tersebut dipergunakan untuk perjalanan keluar daerah Kabupaten Pakpak bharat.

“Dari hasil pemeriksaan Rafid Swap Test kedua pasien tersebut ditemukan terpapar Reaktif. Perlu kita cermati bersama walau si pasien Reaktif blum tentu pasien menjadi positif Covid-19.” Ungkap dr. Manuturi.

BACA JUGA :   SETELAH USAI PENYALURAN TAHAP I DAN II, PEMERINTAH DESA SALAK I KEMBALI SALURKAN BLT-DD TAHAP KE III

Kendati demikian, dari hasil pemeriksaan tersebut pihak rumah sakit langsung sigab dengan mengambil tindakan sensitif di ruang khusus isolasi mandiri Pasien covid-19 di RSUD Salak. Tindakan itu dilakukan untuk pencegahan agar ke dua pasien tersebut tidak terkontaminasi dengan keluarga yang lainnya.

“Pihak rumah sakit hari ini juga telah mengirimkan sampel seperti salah satunya sampel air liur si pasien ke provinsi untuk diperiksa, dan untuk mengetahui hasil diagnosa si pasien tentang kesimpulan positif atau tidaknya kita harus menunggu waktu selama 5 hari. Kita harus menunggu hasil pemeriksaannya di provinsi melalui PCR Swap Test, jika hasil diagnosa ke dua pasien itu nantinya negatif, kita nanti mencari penyakit yang lain, semisal DHF dan lainnya.” ujar dr Manuturi Situmorang.

sementara itu, Dirut RSUD Salak dr Elysa Barus melalui pesan WhatsAppnya menghimbau dengan sangat kepada semua warga Kabupaten Pakpak Bharat agar tetap waspada dengan tetap mematuhi perotokol kesehatan dalam pencegahan dan pemutusan mata rantai virus Covid -19. Jangan dianggap sepele terhadap virus tersebut karena tidak dapat dilihat dengan kasat mata namun hal itu dapat merenggut nyawa seseorang kapan dan dimana saja.

BACA JUGA :   Guru Besar Spiritual : Wabah Corona Juga Bisa Di Hilangkan Dengan Air Hujan

“Kita telah ketahui bersama sudah banyak nyawa warga, dokter, perawat dan lainnya akibat virus covid-19 yang menyeramkan itu.” Tegas Dirut RSUD Salak.

Himbauan itu sudah sering di tekankan dr. Elysa Barus kepada semua warga Kabupaten Pakpak Bharat dalam meningkatkan kesadaran masing-masing warga untuk mematuhi perotokol kesehatan pencegahan & pemutusan mata rantai virus covid-19. Menurut dr Elysa Barus dalam pantauanya selama ini masih banyak warga di Pakpak Bharat secara tersebar tidak mengindahkan perotokol kesehatan. Salah Satunya di buktikan dengan banyaknya warga ditemukan tidak memakai Masker dalam beraktifitas.

“Mari kita sama-sama menunggu dan berdo’a serta berupaya, mudah-mudahan hasil diagnosa ke dua pasien Reaktif tersebut nantinya negatif,” pungkasnya.

(Jaman Munthe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here