banner 728x250
Daerah  

Diduga Bedah Rumah Desa Domo Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Ditemukan Banyak Kejanggalan

PIRNAS.ORG & PIRNAS.COM | KAMPAR, RIAU – Bedah Rumah Desa Domo Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Diduga ada banyak Kejanggalan.

Matrial yang diterima oleh 51 Kepala Keluarga (KK) yang mendapatkan bantuan tersebut, Sangat keberatan dari harga bahan bahan bangunan dari toko yang di tunjuk oleh Desa yang menyuplai bahan bahan tersebut seperti, Atap seng dijual dengan harga Rp.1.450.000 perkodi nya, Kayu Bloti biasa dijual Rp.2.400.000 perkubik, Sertu dan pasir dijual Rp.350.000 satu mbl L 300 yang biasanya dijual satu L 300 baik pasir mau pun Sertu Rp.120,000 bantuan tersebut besarnya Rp.17.500.000 Rinciannya Rp.15.000.000 untuk bahan bahan rumah dan Rp.2.500.000 untuk Upah tukang.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Upah memang lansung diterima oleh warga yang mendapat bantuan tersebut, Tetapi bahan-bahan yang di suplay oleh toko yang ditunjuk oleh Ketua Kelompok, sangat tidak masuk akal.

”Nah,..Yang jadi pertanyaan bagitu mahalnya harga-harga barang dari toko, Lalu Mengapakah Kepala Desa (Kades ) Domo terkesan seolah olah tidak mengetahui dan hanya diam saja atas persoalan yang menghimpit pada Warganya, Senin 10/Desember/2019.

Keterangan ini, diambil dari warga yang mendapatkan bantuan yang kurang puas bernama Asril di Dusun 2 Desa Domo, Beberapa minggu yang lalu saat di Konfirmasikan, Kades Domo Firmansyah mengatakan soal bantuan Bedah rumah tersebut, Pengadaan matrial pihak toko, tapi yang mangangkut matrial pasir dan alat bangunan tersebut adalah mobil abang kandungnya kades itu sendiri.

Salah satu warga mengesal program bedah rumah tersebut masih banyak yang tidak tepat sasaran.

“Yang mendapatkan bantuan Bedah rumah ini ibu kandung dan abang kandungnya Kepala Desa tersebut, itu yang sangat terasa janggal dihati kami masyarakat, Padahal masi banyak warga lain yang sangat membutuhkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah ini” tutur warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dan ada satu hal lagi yang jadi topik perbincangan di masyatakat Desa Domo saat ini, “Adanya program Umroh Gratis dari Pemda Kampar, dengan Kategori Imam dan guru ngaji yang sudah lama mengabdi, Maka di tunjuknya lah oleh Kades Domo tersebut abang ipar kandungnya yang bukan imam ataupun guru ngaji, Tanpa adanya kata musyawarah dengan warga masyarakatnya, dan hal tersebut menjadi bahan pebincangan serta perpecahan ditengah tengah masyrakat Domo akibat kinerja yang kurang baik.

“Kepala Desa Domo tidak pernah mau bermusyawarah dengan masyarakatnya dan diduga Kepala Desa ini Juga sangat arogan dalam tingkah laku dan perbuatannya” ucap warga Domo.

(Harahap)