Home » Daerah » BUPATI LABURA H KHARUDDINSYAH SITORUS SE LARANG AKTIVITAS PROGRAM HTR DI AIR HITAM LABUHAN BATU UTARA

BUPATI LABURA H KHARUDDINSYAH SITORUS SE LARANG AKTIVITAS PROGRAM HTR DI AIR HITAM LABUHAN BATU UTARA

Pirnas.com 25 Sep 2019

LABURA, PIRNAS | Bupati Labura melarang aktivitas pelaksanaan program Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang berlokasi di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura, Sumatera Utara.

Larangan itu disampaikan Bupati Labura H Kharuddinsyah Sitorus, SE didampingi Ketua DPRD Labura Drs. H.  Ali Tambunan saat datang kelokasi areal kerja HTR yang sedang melakukan penandaan tata batas menggunakan alat berat Beko, Senin (23/9/2019). Selain Bupati dan Ketua DPRD, turut ikut bersama sama  kelokasi para oknum pengusaha kelapa sawit yang mengalih fungsikan kawasan masuk dalam kawasan HTR.

Menurut Bupati, aktivitas HTR tersebut telah meresahkan masyarakat sehingga diminta untuk dihentikan. Selain itu juga mengingat bahwa pihaknya telah menyurati Kementerian Kehutanan terkait adanya aktivitas HTR di wilayah Kabupaten Labura. Disamping itu juga bahwa Pemkab Labura tidak pernah mengusulkan HTR karena semua lahan tidak ada lagi yang kosong dan telah ditanami warga.

“Kegiatan ini mohon dihentikan dulu karena saya tidak pernah keluarkan izin HTR di Labura. Ini sudah meresahkan masyarakat karena dilokasi HTR ini sudah ada tanaman masyarakat. Dan kita juga sudah surati Kementerian Kehutanan dan sebelum ada balasannya jangan dilakukan aktivitas. Kita bukan berpihak kemana mana, tetapi yang jelasnya yang wilayah Labura jangan diganggu ganggu, kami tidak tanggung resikonya jika kegiatan ini diteruskan”, ucap Bupati kepada pihak pengelola HTR.

Ketua DPRD Labura Ali Tambunan dalam kesempatan itu juga meminta agar kegiatan dihentikan sementara sebelum adanya penyelesaian batas wilayah. Selain itu diminta agar antara HTR dengan masyarakat yakni pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk duduk bersama terkait permasalahan kawasan HTR tersebut. “Mari kita selesaikan persoalan ini secara persuasif. Kedua pihak kita ajak duduk bersama, dan kita akan bentuk tim dan akan undang Kementerian Kehutanan agar permasalahan ini bisa selesai”,  ucap Ali Tambunan.

Menanggapi hal tersebut, Timbun Pandiangan, SH selaku pendamping HTR dari BPSKL saat dilokasi mengatakan, sesuai UU Nomor  23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, bahwa tidak ada kewewenangan pemerintah daerah dalam bidang perizinan kehutanan karena sudah ditarik ke provinsi dan ke pusat. Sehingga menurutnya, Bupati Labura tidak boleh mengintervensi program kegiatan HTR dalam mewujudkan perhutanan sosial.

“Kegiatan HTR yang dianggap meresahkan masyarakat perlu dikaji, sebab yang meresahkan masyarakat versi kehutanan adalah petani tradisional yang ada di dalamnya. Dan kenyataannya sekarang adalah bukan masyarakat tradisional yang berada didalam kawasan HTR melainkan pengusaha yang menguasai kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit yaitu Akiat. Mereka tidak tergolong masyarakat tradisional karena dia sudah pengusaha dengan lahannya mencapai ratusan hektar didalam HTR,”ucap Timbun.

Secara terpisah, Ketua Koperasi Tani Mandiri H. HM Wahyudi selaku pengelola HTR dalam menyikapi Bupati Labura yang melarang kegiatan HTR dengan alasan telah menyurati Menteri Kehutanan RI terkait program HTR di Desa Air Hitam tersebut, menilai bahwa Bupati Labura telah kebablasan menanggapi program HTR yang diberi izin oleh Menhut yaitu untuk melestarikan serta mengembalikan fungsi hutan yang saat ini dikuasai oleh oknum pengusaha menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Kita menilai Bupati belum memahami program HTR. Tindakannya itu untuk menutupi para pengusaha yang mengalihfungsikan kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, dengan alasan bahwa telah terjadi tumpang tindih dikawasan HTR dengan lahan masyarakat dan menimbulkan keresahan masyarakat. Sementara masyarakat tidak ada yang komplin, “ucap Ketua Koperasi Tani Mandiri Wahyudi.

Dikatakan Wahyudi, pada kenyataannya bahwa dari luas kawasan HTR tersebut lebih banyak dikuasai oleh pengusaha yang telah mengalihfungsikan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Sementara yang dikuasai masyarakat telah terakomodir didalam program HTR.

“Setelah penandaan batas kawasan HTR yang dilakukan oleh BPSKL dan KPH III tertanggal 27 Juni s/d 1 Juli 2019 bahwa luas lahan HTR yang dikelola Koperasi Tani Mandiri di Labura seluas 565 Ha. Dari luas itu, dikuasai para pengusaha 340 Ha menjadi perkebunan sawit. Sisanya yang dikuasai masyarakat dan telah diakomodir dalam program HTR, hanya tinggal para pengusaha Cina a/n Juke, Akiat, Ahan saja yang tidak kita ikutkan berhubung mereka itu pengusaha”, ucap Wahyudi.

Selain itu menurut Wahyudi bahwa Bupati Labura juga dinilai tidak memahami keberadaan izin menteri kehutanan untuk program HTR yang melingkupi seluruh wilayah, dan masih mempersoalkan kawasan HTR yang berada di Asahan dan Labura. Karena keberadaan izin menteri kehutanan melingkupi seluruh wilayah bukan membatasi wilayah. (Ridwan Marpaung/TIM)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Gelar Sholat Idul Adha dan Sembelih Hewan Kurban

Harsusilawati

18 Jun 2024

Post Views: 3 Pirnas.com |  Batu Bara – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku melaksanakan sholat Idul Adha berjamaah pada hari ini, diikuti oleh seluruh warga binaan dan petugas Lapas Labuhan Ruku, Senin ( 17/06/2024) Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terpancar di area lapangan blok hunian yang telah disulap menjadi tempat pelaksanaan sholat ied. Untuk …

Kapolri Beri Dua Anggotanya Pin Emas Atas Prestasi Saat Pendidikan di UEA

Harsusilawati

18 Jun 2024

Post Views: 7   Pirnas.com | Jakarta – Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen. Pol. Dedi Prasetyo akan memberikan penghargaan kepada dua anggota Polri yang karya ilmiahnya diterbitkan oleh Rochester Institute of Technology Dubai. Kedua anggota tersebut adalah personel Divpropam Polri Iptu I Putu Novi Candra Kurniawan, Dipl.PIL., S.Tr.K., S.l.K., dan personel …

Plt. Bupati Labuhanbatu Sembelih Empat Ekor Sapi Kurban

Hidayat Chan

17 Jun 2024

Post Views: 3   Pirnas.com Labuhanbatu– Pelaksana tugas Bupati Labuhanbatu Hj.Eliya Rosa Siregar S.Pd. MM, menyembelih 4 ekor sapi kurban pada hari Raya Idul Adha 1445 H, penyembelihan di lakukan di rumah Dinas Wakil Bupati Labuhanbatu jalan Pramuka Rantauprapat, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara Senin 17/6/2024. Empat ekor sapi kurban dimaksud disembelih dan di …

Respon Cepat Pemkab Labuhanbatu Terhadap Nazril Bocah Penderita Tumor 

Hidayat Chan

16 Jun 2024

Post Views: 8     Pirnas.com|Labuhanbatu– Menyebarnya informasi terhadap kondisi keluarga Nazril (13) bocah dengan penderita tumor thorak yang beralamat di jl Simpang Mangga Bawah Kota Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan membuat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Dinas Kesehatan Labuhanbatu cepat ambil tindakan. Sebelumnya, Kamis 13/6/2024, Plt Kadis Kesehatan Friska E.Simanjuntak,SKM,MKM, didampingi Kabid P2P Rahmat Hsb,SKM, dr.Ibnu …

Ada Apa Dengan Kadis Perhubungan Labura, Penganti Pj.Batu Bara..?????

Harsusilawati

16 Jun 2024

Post Views: 13       Pirnas.com | Batu Bara – Isu pergantian Pj Bupati Batubara Nizhamul, SE, MM kepada H. Heri Wahyu Marpaung, S.STP, M.AP tidak habis-habisnya menjadi perbincangan Publik Kabupaten Batu Bara, Sabtu (15/06/2024). Namun ada hal yang menarik terkait rekam jejak calon Penjabat (Pj) Bupati Batu Bara itu, terkait pernah beliau menjadi …

Apresiasi Untuk Kejaksaan Negeri Brebes Telah Berhasil Mengungkap Kasus Penyimpangan Pajak Bumi dan Bangunan(PBB)

Harsusilawati

15 Jun 2024

Post Views: 20   Pirnas.com | Brebes Jateng – Dikutif dari pemberitaan beberapa media online, ternyata Kejaksaan Negeri Brebes behasil melakukan penegakan hukum terhadap para oknum pelaku penyalagunaan uang pungutan pajak yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.238.848.621, Pelaku inisal S Kepala Dusun (Kadus) IV Anggota KOPAK Desa Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, sudah di tetapkan …