Home ARTIKEL Politik Butuh Ide, Bukan Argumen

Politik Butuh Ide, Bukan Argumen

215
0

PIRNAS.COM | SUNGAI PENUH JAMBI – Tidak bisa dipungkiri bahwa disetiap perhelatan demokrasi politik selalu muncul argumen-argumen yang secara psikologi menjadi sebuah perdebatan ditengah masyarakat.

Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman politik yang seharusnya mengutamakan demokrasi yang sehat “Fit democrasi”

Demokrasi yang sehat harus memiliki jiwa patriot dalam menentukan sebuah pilihan, bukan menguasai kemauan dan hawa nafsu untuk memenangkan kontestasi.

Demokrasi terbentuk untuk mencapai sebuah kesepakatan dan mufakat melalui jenjang dan tahapan pemilihan yang konsekuen.

Salah satu contoh misalnya, tersanderanya demokrasi dengan tidak adanya pilihan lain yang telah direnggut oleh orang yang ingin menguasai dan berkuasa. Cara ini secara manusiawi telah mencederai demokrasi.

BACA JUGA :   NEW NORMAL, KOMUNIKASI LANGSUNG TIDAK EFEKTIF DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Apalagi untuk memuluskan niatnya, ia akan berbuat segala cara termasuk memborong semua partai, misalnya dalam hal pemilihan presiden, pilgub, pilkada dan pilwako. Hal seperti ini sangat tidak elok dalam demokrasi kita, meskipun hal yang seperti itu tidak dilarang oleh undang-undang. Namun kecemasan masyarakat akan menjadi tantangan bagi sang kandidat.

Yang seharusnya dalam demokrasi, politik itu butuh ide, bukan argumen. Jika dalam hal pemilihan hanya ada satu calon, dimana ide yang harus didapatkan masyarakat dalam menentukan pilihannya. Meski masyarakat harus memilih, namun bathinnya merasa tersandera oleh pilihannya sendiri, Sehingga pilihan itu tidak berdasarkan ide akan tetapi hanya berpangku pada sebuah argumen.

BACA JUGA :   PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN DI SAAT PADEMI COVID 19

Politik sehat, politik cerdas akan tercipta apabila ada pilihan lebih dari satu sehingga demokrasi akan berjalan sesuai dengan alur dan patutnya.

Kekuasaan butuh solusi yang pragmatis, bukan hanya pentas drama untuk mendapatkan kekuasaan itu.

Disini penulis mengajak kita semua untuk berpolitik yang santun, sehat, dan cerdas, bukan karena uang sebagai penentu pilihan dengan menghalalkan segala cara. Semoga demokrasi kita bisa mewujudkan dan menciptakan pemimpin yang memiliki ide sebuah perubahan negeri menuju kemajuan dan keadilan untuk masyarakatnya.

(MAZRAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here