Konsepsi Islam Wasathiyyah; Sebuah Ikhtiar Merawat Persatuan Bangsa - PIRNAS
banner 728x250

Konsepsi Islam Wasathiyyah; Sebuah Ikhtiar Merawat Persatuan Bangsa

  • Bagikan

Konsepsi Islam Wasathiyyah; Sebuah Ikhtiar Merawat Persatuan Bangsa

Oleh Rizki Akbar Maulana Siregar

Indonesia merupakan negara yang besar dan majemuk dimulai dari keberagaman suku, ras, adat istiadat dan juga agama. Kemajemukan tersebut merupakan sebuah rahmat yang diharapkan dapat menciptakan kedamaian dan memberikan kesadaran kepada masyarakatnya untuk saling bahu membahu tanpa melihat identitas kelompok manapun untuk memajukan Indonesia. Namun, pada beberapa peristiwa yamg terjadi harapan ini tidak sesuai dengan realitasnya, keberagaman justru membuat negara menjadi terpecah belah dikarenakan tindakan masyarakat yang keliru dalam menterjemahkan perbedaan bahkan tindakan ini cenderung menimbulkan kekerasan.

Perpecahan yang terjadi di tengah masyarakat sering juga disebabkan karena persoalan agama, padahal seharusnya agama menjadi pedoman untuk memahami hidup yang baik dalam sebuah Negara majemuk. Fakta yang menjadi perhatian kita bersama adalah bahwa sering sekali kekerasan yang terjadi mengatasnamakan Islam sebagai agama yang mendukung perilaku tak bermoral tersebut. Masih bersemayam diingatan kita tentang peristiwa yang belum lama terjadi di Indonesia pada tanggal 28 Maret 2021 peristiwa ledakan bom di gereja katedral makassar, kemudian juga ledakan bom di markas polisi dan gereja di surabaya pada tahun 2018 yang membuat gempar masyarakat indonesia. Peristiwa tersebut seakan-akan sudah menjadi sebuah pemahaman bersama bahwa muslim lah yang menjadi pelaku aksi terorisme tersebut. Sebuah pertanyaan besar bagi umat manusia khususnya umat Islam itu sendiri apakah aksi yang menghilangkan banyak nyawa manusia dan menimbulkan kerusakan tersebut dibenarkan oleh Islam sedangkan Islam secara akar kata bermakna “selamat”.

Kesadaran bersama umat Islam yang menginginkan bentuk Islam yang damai meyakini bahwa fenomena kekerasan atas nama Islam ini merupakan aksi yang lahir dari paham radikalisme Islam yang merupakan produk abad ke-20 di dunia Islam, terutama di Timur Tengah, sebagai hasil dari krisis identitas yang berujung pada reaksi dan resistensi terhadap barat yang melebarkan kolonialisme dan imperialime ke dunia Islam. Terpecahnya dunia Islam ke dalam berbagai Negara bangsa dan proyek modernisasi yang dicanangkan oleh pemerintahan baru berhaluan barat mengakibatkan umat Islam merasakan terkikisnya ikatan agama dan moral yang selama ini dipegang teguh.
Hal ini menyebabkan munculnya gerakan radikal dalam Islam yang menyerukan kembali ke ajaran Islam yang murni sebagai sebuah penyelesaian dalam menghadapi kebuntuan hidup. Tidak hanya sampai disitu gerakan ini juga melakukan perlawanan terhadap rezim yang dianggap sekuler dan menyimpang dari ajaran agama yang murni. Sedangkan di dalam Al-Quran Allah mengatakan bahwa Islam dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi semesta Alam (QS. Al-Anbiya:107)
Allah mendidik secara langsung Nabi Muhammad dengan didikan yang terbaik dan hal itu menjadikan sikap, ucapan dan tindakan beliau menjadi rahmat. Dan karena itu juga Nabi Muhammad sebagai wujud dari ajaran agama Islam itu sendiri memiliki akhlak Al-Qur’an.

Rahmat sebagai substansi ajaran Islam yang diwujudkan oleh akhlak Nabi Muhammad memiliki arti bahwa kehadiran Islam adalah untuk meraih ketenangan, ketentraman, serta pengakuan atas hak, dan fitrahnya jangankan manusia, hewan dan tumbuhan pun memperoleh rahmatNya.
Kehadiran Islam di berbagai negara kini memiliki karakter yang khas termasuk di indonesia. Islam di Indonesia sangat terkenal dengan kekhasannya, yaitu wujud Islam yang ramah dan moderat yang dapat berbaur dengan berbagai agama lain di Indonesia. Sikap moderat ini merupakan jalan tengah dalam menjalankan agama agar tidak ekstrim kanan juga tidak ekstrim kiri.

Istilah jalan tengah ini dikenal dengan kata wasathiyyah.
Kata wasathan/wasathiyyah diambil dari istilah wasatha, wustha yang bermakna tengah, dan menjadi istilah wasith-alwasith artinya penengah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan tentang hal ini, yaitu dalam Q.S Al-Baqarah ayat 143:
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia”.

Islam Wasathiyyah membawa ajaran yang dinamis, memandang segala sesuatu dengan positif, tidak berlebihan dalam mengambil keputusan, selalu bermufakat dan untuk memahaminya harus dalam tataran rasional yang berbasis pada metodologi. Konsepsi ini menjadikan Islam sebagai agama yang inklusif, humanis dan toleran serta mampu eksis di era modern tanpa mengenyampingkan nilai-nilai Islam dan tetap menebarkan kedamaian. Maka islam wasathiyyah saat ini menjadi kebutuhan penting bagi bangsa indonesia untu membangun keharmonisan hidup antar anak bangsa memandang sesuatu dengan cinta kasih, toleransi, dan saling tolong menolong.

Diskursus pemahaman terhadap konsep ini perlu ditumbuhkan dan dikembangkan baik melalui sarasehan, pengajian/diskusi, maupun dialog kebangsaan sehingga menjadi sikap dan jati diri bangsa indonesia yang majemuk sebagai upaya mewujudkan indonesia yang berkemajuan dan berkeadaban lewat saluran moderasi beragama.

Khazanah Islam telah mewariskan segudang teori penalaran dalam rangka menjembatani antara teks wahyu yang terbatas dan telah selesai dengan realitas yang terus berkembang. Dengan dinamika logis dan cara pandang inilah Islam akan selalu update pada setiap zaman dan tempat. Keterputusan mata rantai dalam memahami teks maka Islam akan kehilangan momentum untuk bersanding dengan keanekaragaman paham dan konsep.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *