- BeritaPemkab Labuhanbatu Salurkan Bantuan Nutrisi Cegah Stunting di Empat Kecamatan
- BeritaTolak Oligarki, KTPMI Duduki 700 Hektare Lahan PT Nubika Jaya
- BeritaRatusan Petani KTPMI Nekat Duduki 700 Hektare Lahan PT NUBIKA JAYA
- Berita98 Tahun Sumpah Pemuda, Bupati Labuhanbatu Sampaikan Pesan Menpora
- BeritaSatres Narkoba Labuhanbatu Amankan Seorang pria yang merupakan residivis kasus narkotika asal Perlayuan.
- BeritaWarung Kelontong di Jalan By Pass Disinyalir Jadi Lokasi Truk ‘Kencing’ Minyak Siang-Malam
- BeritaDandim 0209/LB Beri Klarifikasi Usai Gedung KDMP di Bakaran Batu Rantau Selatan Terendam Banjir
- BeritaPergantian Antar Waktu, Muslimin Hadi Wibowo Dilantik Gantikan Almarhum Polma Tambunan
- BeritaDicap “Maling” di Facebook, S.R. Tempuh Jalur Hukum ke Polres Labuhanbatu

Beda Sikap Tersangka Makar soal Wacana Diampuni Jokowi
Jakarta – Kuasa hukum Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra,melemparkan wacana amnesti dan abolisi untuk para tersangkakasus dugaan makar. Respons berbeda pun bermunculan atas wacana pengampunan itu.
Wacana amnesti dan abolisi ini disampaikan saat Yusril membicarakan kasus yang dihadapi kliennya. Yusril mengatakan Habil Marati membantah telah memberikan uang kepada Kivlan Zen untuk membeli senjata dalam kasus dugaan rencana pembunuhan empat pejabat nasional.
Yusril mengatakan versi yang disampaikan penyidik dengan versi dari kliennya tentu akan berbeda. Penyidik juga, kata Yusril, akan memeriksa saksi dan tersangka lain sebab kasus dugaan makar ini tidak dilakukan sendirian.
“Sebagai advokat sementara ini saya berada di tengah. Saya ingin melihat persoalan Habil ini secara obyektif,” kata Yusril kepada wartawan, Senin (15/7/2019).
Yusril menilai sangkaan terhadap Habil Marati merupakan kejahatan yang terkait politik dan keamanan negara setelah hasil Pilpres 2019 diumumkan. Sedangkan tensi politik saat ini, menurut Yusril, sudah mulai cair setelah Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu.
“Andai kata kasus Habil, Kivlan Zein, Sunarko dan yang lain dinilai penyidik ternyata cukup bukti untuk dilimpahkan, proses peradilan tentu akan berjalan terus. Apapun keputusan Penyidik Polri dalam menegakkan hukum harus kita hormati,” ujar Yusril.
Yusril mengatakan Jokowi bisa mengambil langkah amnesti dan abolisi terhadap mereka yang diduga makar. Namun Yusril tak mau ikut cawe-cawe dan menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada Jokowi.
“Bisa saja, Presiden mengambil langkah memberikan amnesti dan abolisi terhadap mereka yang diduga terlibat makar ini,” ujarnya.
“Tapi saya tidak mau berandai-andai dalam urusan ini, karena itu merupakan kewenangan Presiden yang tidak dapat dicampuri oleh siapapun,” sambung Yusril.
Wacana itu kemudian ditanggapi kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta. Tonin mengaku tidak sepakat dengan wacana tersebut.
“Polisi saja. Kalau amnesti dan abolisi setelah selesai di pengadilan. Terdakwa saja belum,” kata Tonin Tachta kepada wartawan, Senin (15/7/2019).
Tonin mengatakan amnesti dan abolisi tidak tepat diterapkan terhadap kliennya. Jika memang ada maksud baik, Tonin menyarankan polisi saja yang berupaya menghentikan penyidikan kasus Kivlan Zen.
“Jadi kan begini, amnesti-abolisi itu diberikannya kapan, tentu setelah orang di pengadilan. Orang saja jadi terdakwa belum. Yang ada deeponering, penghapusan hak penuntutan. Selesaikan dengan hukum atau cabut laporan-laporannya, apakah laporan A atau laporan B,” ujar dia.
Menurut Tonin, amnesti dan abolisi terhadap tersangka makar justru akan membuat kesusahan Jokowi. Toni menyebut Jokowi akan dibebani oleh kasus-kasus makar tersebut, padahal dirinya belum dilantik jadi presiden untuk periode kedua.
“Kalau Pak Jokowi dituntut amnesti dan abolisi, kasihan Pak Jokowi, dilantik saja belum. Pak Jokowi kan presiden yang baik dan bagus, masa belum apa-apa sudah dibebani yang begitu. Polisinya sajalah punya kesadaran sendiri,” tuturnya.
Pandangan berbeda disampaikan pengacara Lieus Sungkharisma, Hendarsam Marantoko. Dia sepakat para tersangka makar diampuni sebab kasus politik saat ini sudah reda.
“Di samping itu kasus makar itu kasus politik, ketika kasus politiknya sudah reda dan terjalin suatu pemahaman, tentu hukum juga harus mengikuti itu dengan rule of law nya yang berlaku,” kata Hendarsam kepada wartawan, Senin (15/7/2019).
Hendarsam mengatakan wacana pengampunan terhadap tersangka makar itu sudah bergulir sejak lama. Namun Hendarsam mengaku akan berkonsultasi dengan kliennya terlebih dahulu terkait wacana tersebut.
Sementara itu, pengacara Eggi Sudjana, Alamsyah Hanafiah, Presiden Jokowi sebaiknya memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dibandingkan memberikan amnesti dan abolisi. Penerbitan SP3 itu juga, menurut Alamsyah, sudah sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.
“Kalau dalam tahap penyidikan polisi, itu cukup surat penghentian penyidikan. (Sesuai) yang diberikan kepada Polri oleh UU, KUHAP,” kata Alamsyah kepada wartawan, Senin (15/7/2019).
(knv/nvl)
Sumber : detik.com
Hidayat Chan
29 Okt 2026
Post Views: 358 LABUSEL,PIRNAS.COM– Puncak kekecewaan yang terpendam selama 30 tahun akhirnya meledak. Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Perjuangan Mulia Indonesia (KTPMI) resmi menggelar aksi pendudukan massal di atas lahan konflik seluas 700 hektare yang berlokasi di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Rabu (28/10/2026). Para petani menegaskan komitmennya …
Hidayat Chan
29 Okt 2026
Post Views: 268 LABUSEL,PIRNAS.COM– Konflik agraria menahun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memanas dan memasuki babak baru. Didorong rasa frustrasi atas kebuntuan hukum selama puluhan tahun, Kelompok Tani Perjuangan Mulia Indonesia (KTPMI) mengambil langkah nekat dengan menggelar aksi pendudukan sepihak atas lahan seluas 700 hektare di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat. Aksi massa …
Hidayat Chan
27 Okt 2026
Post Views: 259 RANTAUPRAPAT,PIRNAS.COM — Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., memberikan respons serta klarifikasi kepada awak media dan para konten kreator terkait viralnya kondisi gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang terletak di Jalan Sisingamangaraja (SM Raja), Lingkungan Aek Tapa, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu. …
Hidayat Chan
25 Okt 2026
Post Views: 892 RANTAUPRAPAT,PIRNAS.COM — Proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopdeskel) Merah Putih—atau dikenal sebagai gerai Koperasi Distribusi Minyak Makan Pamungkas (KDMP)—di Jalan Sisingamangaraja, Kawasan Aek Tapa, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, kini berada di pusaran hukum. Fasilitas umum yang baru saja selesai didirikan dan belum sempat difungsikan tersebut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa sejak …
Hidayat Chan
23 Okt 2026
Post Views: 261 JAKARTA,PIRNAS.COM — Penyidikan skandal megakorupsi proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut) kian menggurita. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengumumkan penetapan delapan orang tersangka baru yang merupakan jajaran pejabat teras BBPJN Sumut. Kasus ini merupakan pengembangan …
Hidayat Chan
02 Okt 2026
Post Views: 150 JAKARTA,PIRNAS.COM— Tim Penyidik Koneksitas pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (JAM PIDMIL) Kejaksaan Agung resmi menetapkan 5 orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) periode tahun 2025–2026, dengan nilai pengadaan mencapai sekitar Rp1,22 triliun. Pengumuman penting …
08 Apr 2020
PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | MEDAN UTARA – Warga Lingkungan VI Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli ramai-ramai mendatangi dan mendemo kantor Kecamatan Medan Deli meminta kepada Camat Medan Deli agar Kepala Lingkungan (Kepling) VI Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli dicopot dan diganti, Selasa (07/04/2020). Kedatangan Warga tersebut minta kepada Camat Medan Deli, Fery Suhery …
01 Sep 2020
PIRNAS.COM – Pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan dan keterampilan serta kebiasaan diri dalam pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sangat dibutuhkan dalam penunjang pengetahuan serta penelitian ataupun pelatihan. Kata pendidikan berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Jadi, secara singkat pengertian pendidikan …
25 Jun 2021
PIRNAS.COM | BOLMONG – Polsek Poigar berhasil ungkap kasus sekelompok pemuda dengan kasus pencabulan oleh salah satu korban. Kronologis kejadian LP/50/ VI / 2021, Pada hari kamis tanggal 17 Juni 2021 sekitar pukul 21.00 Wita korban di jemput oleh lelaki PL alias Virgin dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan tujuan untuk mengajak miras di rumah …
14 Agu 2020
PIRNAS.COM | Covid-19 merupakan penyakit akibat virus corona jenis baru yang muncul pada akhir 2019 pertama kali di Wuhan, Cina yang saat ini menyebabkan pandemi hampir di seluruh dunia. Gejalah utama penyakit Covid-19 yaitu batuk, demam, dan sesak napas (Kemkes, 2020) Pandemi Covid-19 menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi keberlangsungan hidup manusia, semua aktivitas sosial terhenti. …
24 Sep 2019
PIRNAS.COM | LABUSEL – Senin (23/9/2019) sekitar pukul 16.00 wib lagi-lagi begal memangsa seorang ibu dengan dalih ingin mengkusuk temannya. Tumia (48) alamat Pasar V Dusun V Desa Persiapan Sumberejo, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara yang kini tinggal dirumah kontrakan sekitaran Pinang Awan, seorang ibu yang berpropesi sebagai tukang kusuk, dibegal dengan seorang …
Comments are not available at the moment.