Home Daerah Turut Berduka Cita Yang Sedalam-Dalamnya Atas Keberangkatan Masyarakat Paluta Ke Zona Merah

Turut Berduka Cita Yang Sedalam-Dalamnya Atas Keberangkatan Masyarakat Paluta Ke Zona Merah

3237
0

PIRNAS.COM | PALUTA – Duka yang sangat dalam dirasakan masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara bila ada yang di tetapkan positif terjangkit Covid-19, hal ini disampaikan Ketua DPC LPP-TIPIKOR RI saat di mintai tanggapan terkait keberangkatan Kades dan Perangkat Desa dari Paluta Ke Ibukota Provinsi Sumatera Utara.

“Tak Ada angin hujan pun turun hal biasa jika itu terjadi, tetapi sangat di pertanyakan bila kepala desa dan perangkat desa berangkat ke Medan hanya untuk Bimtek di hari yang sama secara bersamaan di saat Covid-19 melanda beberapa Kota di Sumatera Utara”, ungkap Akhiruddin Siregar saat di mintai pendapat sebagai penggiat sosial masyarakat dari Lembaga Pemburu Pelaku Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (LPP-TIPIKOR RI).

Hal tersebut diutarakan berdasarkan maraknya himbauan-himbauan yang di lakukan dari berbagai pihak, baik itu Kepolisian, TNI dan lainnya secara bergantian menghimbau masyarakat agar mengikuti Protokol Kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Padang Lawas Utara yang hingga kini masih termasuk salah satu kabupaten yang belum terpapar atau zona hijau.

BACA JUGA :   Zakky Shahri Dulu Penjual Buku Kini Jadi Ketua DPRD Deliserdang

Akhiruddin Siregar menuturkan ada apa dengan Pihak Dinas PMD Paluta juga dengan Bupatinya? kok bisa-bisanya ribuan masyarakat Kabupaten Padang Lawas Utara di berangkatkan melakukan Bimtek ke kota yang selama ini belum ada penjelasan aman atau tidaknya dari Covid-19, andai kata aman mengapa masyarakat Paluta yang di berangkatkan keluar daerah? apa Paluta tidak mampu menampung ribuan orang di berbagai hotel sebagai tempat berkumpul melaksanakan kegiatan Bimtek? atau narasumber dan pembimbing kegiatan tidak mau datang ke Paluta, pertanyaan yang belum ada jawaban di ungkapkan Akhiruddin Siregar sambil menuturkan hal-hal yang sangat janggal atas keberangkatan peserta Bimtek ke Medan Minggu lalu.

Sebagai penggiat sosial dia mengatakan sangat rawan Kabupaten Padang Lawas Utara kedepannya bila tidak ada kepastian dari pihak kesehatan bagaimana sebenarnya petunjuk kesehatan dalam memutus mata rantai Covid-19 agar tidak terpapar di Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Siapa yang bertanggungjawab bila setelah adanya Bimtek dan sekembalinya peserta Bimtek ada yang di tetapkan positif Covid-19, padahal selama tahun 2020 ini Paluta adalah zona hijau, setiap pejabat yang menjadi KPA di Paluta jika di konfirmasi selama ini mengatakan, maaf kalau mereka membatasi mengapa masyarakat di kirim, apakah panitia Bimtek bisa menjamin peserta yang berangkat dari Paluta aman dan tidak membawa wabah tersebut ke desa masing-masing”, ungkapnya.

BACA JUGA :   RIBUAN JEMA'AH PADATI TABLIGH AKBAR OLEH PENCERAMAH PROFESOR DR YAHYA WALONI DI KAMPUNG RAKYAT TANJUNG MEDAN

Yang menjadi sangat tidak masuk akal ribuan peserta Bimtek berangkat keluar daerah apakah ini tidak termasuk pemborosan, atau memang kegiatan ini titipan sehingga di laksanakan serentak di luar daerah.

Ketua DPC LPP-TIPIKOR RI meminta KPK melirik panitia pelaksana Bimtek yang di laksanakan pada tanggal 26 Juli 2020, kuat dugaan Bimtek yang telah berjalan adalah kegiatan titipan kepentingan menurut Akhiruddin Siregar ada beberapa kegiatan yang di laksanakan dan di bayarkan melalui Dana Desa adalah kegiatan titipan orang-orang yang kotor menjabat di Paluta, hal itu ia sampaikan mengingat beberapa kegiatan tidak melalui musdes sebagai sumber pelaksanaan kegiatan.

(PHAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here