- BeritaGrand Opening Toko Pupuk Mandiri Tani di Cikampak, Hadirkan Pilihan Kebutuhan Pupuk bagi Petani
- BeritaBupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat
- BeritaSemarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai
- BeritaBerondolan Sawit Berujung Luka Tembak, Oknum Polisi di Perkebunan Milano Labuhanbatu Jadi Sorotan Warga
- BeritaArogansi Oknum Satpam RSUD Rantauprapat: Halangi Wartawan Cari Informasi, Manajemen Malah Bungkam!
- BeritaSatresnarkoba Tangkap Pemilik 1,46 Gram Sabu di Bilah Hulu Labuhanbatu
- BeritaTak Beri Ampun! Usai Tangkap 3 Pelaku, Satres Narkoba dan BNNK Bakar Habis Pondok
- BeritaBupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”
- BeritaSatres Narkoba Polres Labuhanbatu GSN di Kampung Jawa, Warga Beri Apresiasi

Sehari Sebelum Meninggal, Kiajeng Sempat Titip Pesan Pada Muridnya
PIRNAS.COM | MEDAN – Sehari sebelum meninggal dunia, Guru Besar Lembaga Supranatural & Pengobatan Alternatif, Padepokan Keluarga Besar KIAJENG, Aceng Selamat atau yang sering disapa Kiajeng ini telah menunjukkan sikap dan ucapan yang aneh dan ngak biasanya. Hal itu dikatakan salah seorang murid senior padepokan Kiajeng, Ramli dan murid juniornya Zainal Abidin pada Awak Media Pirnas, Sabtu (13/06/2020).
Zainal Abidin salah seorang murid junior padepokan Kiajeng mengatakan, Pada siang Kamis sang guru menelponnya untuk datang ke padepokan menemani sang guru yang mau pergi ke kantor Notaris untuk mengurus legalitas padepokan, setelah pulang dari kantor notaris pada sorenya sang guru juga menelpon murid seniornya Ramli untuk datang juga ke padepokan.
“Siang kamis itu guru nyuruh saya datang karena mau ke kantor notaris, ya sempat saya nolak sih dan saya bilang kalau besok pagi aja gimana Ki, Tapi Kiajeng maunya hari itu juga, alasannya besok aki mau pergi, takutnya ngak sempat lagi. Akhirnya saya turuti dan saya temani beliau ke kantor notaris sampai sore harinya dan setelah pulang dari kantor notaris, saya masih diminta untuk menemaninya makan malam di rumahnya dan tak lama pak Ramli pun datang”, ucap Zainal.
Zainal juga melanjutkan ceritanya, Setelah pak Ramli datang dan tak lama kemudian menyusul murid lainnya Mas Dedi. Malam itu almarhum berdiskusi dengan 3 orang muridnya membahas tentang rencana beliau mengurus legalitas padepokan dan menyusun kepengurusan yayasan padepokan Kiajeng.
“Setelah pulang dari kantor notaris, almarhum minta saya temani beliau makan malam di rumahnya, setelah itu beliau nelpon pak Ramli dan mas Dedi untuk datang, malam itu kami membahas tentang kepengurusan yayasan yang akan di urus izin legalitasnya sampai jam 11 malam”, lanjut cerita murid junior Kiajeng.
“Pas jam 11 malam kami pamit pulang, tapi almarhum minta kami jangan pulang dulu, alasannya jam 12 nanti beliau hendak mengisikan ilmunya pada saya dan pas 12 malam saya disuruh berwudhu dan sholat hazat, lalu beliau mentranfer ilmunya pada saya, saat itu badan saya terasa panas beberapa saat, beliau berkata bahwa semua ilmu yang ada padanya sudah dipindahkan pada saya dan beliau berkata pada saya ‘Mas Zen tolong besarkan padepokan ini dan ilmu yang saya berikan tolong gunakan untuk membantu orang, karena besok saya mau pergi mungkin agak lama dan dalam waktu dekat ini mas zen akan dapat job besar’, itulah kata beliau pada saya malam itu”, tutur murid junior Kiajeng yang bekerja sebagai wartawan di Media Pirnas.
Sementara itu, Pak Ramli seorang murid senior padepokan Kiajeng membenarkan bahwa mereka masih bersama almarhum pada malam jum’at sebelum esok siangnya guru padepokan itu meninggal dunia, mereka berbincang tentang pengembangan padepokan untuk dibuat yayasan.
“Ya, malam itu saya bersama mas zen dan mas dedi masih berbincang dengan guru tentang padepokan mau dibuat yayasan, malam itu guru juga sempat melakukan transfer ilmunya pada mas zen, guru dan mas zen berada didalam ruangan praktek pengobatan, memang mereka agak lama didalam ruangan dan setelah mereka keluar, guru terlihat lelah dan minta saya ngusuk badannya”, ujar murid senior padepokan Kiajeng itu.
“Memang dua bulan belakangan ini guru terlihat agak lebih perhatian pada mas zen, setiap ada pengobatan diluar padepokan, guru selalu ajak mas zen untuk ikut sama kami ketempat pasien, bukan itu saja, guru juga selalu manggil mas zen untuk datang ke padepokan membahas tentang pendirian yayasan”, jelas pak Ramli.
Sepeninggalan guru besar padepokan Kiajeng itu, para muridnya merasa kehilangan sosok guru yang selama ini sudah banyak mengajarkan ilmu-ilmunya semata untuk membantu orang, walaupun usia almarhum tergolong masih muda tapi almarhum bisa menjadi panutan suritauladan bagi para muridnya, almarhum meninggalkan seorang istri, 3 orang anak dan 1 orang cucu, almarhum tutup usia 46 tahun. Semoga almarhum khusnul khotimah, Amin…
(Jeans Hery)
Hidayat Chan
13 Okt 2026
Post Views: 36 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …
Hidayat Chan
11 Okt 2026
Post Views: 89 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …
Hidayat Chan
09 Okt 2026
Post Views: 84 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …
Hidayat Chan
07 Okt 2026
Post Views: 88 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …
Hidayat Chan
06 Okt 2026
Post Views: 76 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …
Hidayat Chan
02 Okt 2026
Post Views: 433 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …
08 Apr 2020
PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | MEDAN UTARA – Warga Lingkungan VI Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli ramai-ramai mendatangi dan mendemo kantor Kecamatan Medan Deli meminta kepada Camat Medan Deli agar Kepala Lingkungan (Kepling) VI Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli dicopot dan diganti, Selasa (07/04/2020). Kedatangan Warga tersebut minta kepada Camat Medan Deli, Fery Suhery …
01 Sep 2020
PIRNAS.COM – Pendidikan adalah proses pembelajaran pengetahuan dan keterampilan serta kebiasaan diri dalam pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sangat dibutuhkan dalam penunjang pengetahuan serta penelitian ataupun pelatihan. Kata pendidikan berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Jadi, secara singkat pengertian pendidikan …
25 Jun 2021
PIRNAS.COM | BOLMONG – Polsek Poigar berhasil ungkap kasus sekelompok pemuda dengan kasus pencabulan oleh salah satu korban. Kronologis kejadian LP/50/ VI / 2021, Pada hari kamis tanggal 17 Juni 2021 sekitar pukul 21.00 Wita korban di jemput oleh lelaki PL alias Virgin dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan tujuan untuk mengajak miras di rumah …
14 Agu 2020
PIRNAS.COM | Covid-19 merupakan penyakit akibat virus corona jenis baru yang muncul pada akhir 2019 pertama kali di Wuhan, Cina yang saat ini menyebabkan pandemi hampir di seluruh dunia. Gejalah utama penyakit Covid-19 yaitu batuk, demam, dan sesak napas (Kemkes, 2020) Pandemi Covid-19 menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi keberlangsungan hidup manusia, semua aktivitas sosial terhenti. …
24 Sep 2019
PIRNAS.COM | LABUSEL – Senin (23/9/2019) sekitar pukul 16.00 wib lagi-lagi begal memangsa seorang ibu dengan dalih ingin mengkusuk temannya. Tumia (48) alamat Pasar V Dusun V Desa Persiapan Sumberejo, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara yang kini tinggal dirumah kontrakan sekitaran Pinang Awan, seorang ibu yang berpropesi sebagai tukang kusuk, dibegal dengan seorang …
Comments are not available at the moment.