banner 728x250
Daerah  

Puluhan Mahasiswa Dan Pemuda Kabupaten Batubara Yang Tergabung Di GPMPI, Tuntut Janji Manis Ir Zahir

PIRNAS.COM | BATU BARA – Gerakan Pemuda Mahasiswa Peduli Indonesia (GPMPI) lakukan aksi unjuk rasa dan geruduk Kantor Bupati menuntut janji manis Politik visi-misi Bupati Batubara Ir. Zahir, M. Ap, di halaman Kantor Bupati Batubara Jl. Perintis Kemerdekaan Lima Puluh Kota,

Dalam hal orasinya, Koordinator Lapangan, Helkin menegaskan jika memang janji manis Bupati belum terlaksanakan dan terealisasi, massa aksi tegas menyebutkan bahwasanya Bupati Batubara telah gagal memimpin Kabupaten Batubara tersebut.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

“Maka dari itu jika tidak dapat mengabulkan segala janji-janji manis nya kepada masyarakat yang disampaikan Bapak Bupati Batubara, kita berharap Bapak Bupati mundur juga pada hari ini,” dan Jagan berharap banyak pada pilkada yang akan datang cetus nya.

Helkin menegaskan, bahwa persoalan berkantor di kantor Bupati, hingga saat ini Bupati Batubara sulit untuk dijumpai masyarakat ketika ingin menyampaikan aspirasi, karena sering berkantor di Rumah Dinas Bupati Komplek Tanjung Gading, bukan di Kantor Bupati Batubara di Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh Kota.

“Kita juga ingin melihat Bapak Bupati berhadir disini, karena sampai hari ini Bapak Bupati tidak pernah kita lihat sama sekali. Lantas kemana beliau,” cibir Helkin sembari bertanya ke massa aksi.

Sebelumnya Koordinator aksi Budi Muhammad dalam orasinya menuntut realisasi visi-misi janji manis Politik Bupati Zahir yang salah satunya menjanjikan kesejahteraan nelayan juga lapangan pekerjaan. Massa aksi menilai selaku anak nelayan tidak pernah mendapatkan perhatian dari Bupati Batubara.

“Bupati berjanji akan membuka lapangan pekerjaan untuk anak nelayan, namun kami selaku anak nelayan tidak pernah mendapatkan perhatian, untuk memberdayakan kami di perusahaan perkebunan atau PT lainnya di Kabupaten Batubara,” cetus nya.

Untuk itu ditegaskan Budi, mereka mendesak Bupati Batubara Ir. Zahir, M. Ap untuk segera membuktikan janji-janji manis yang disampaikan dalam kempaye politiknya sewaktu kampanye Pilkada tahun 2018 lalu.

“Kami memastikan tidak akan memilih Bapak Bupati Zahir pada tahun 2024 mendatang jika janji-janji manis nya sewaktu kempaye Polik nya tidak dilaksanakan,” tegasnya.juga masyarakat kusus kab.batu bara tak akan memilih nya hal itu disampaikan muak cibir nya.

Pantauan wartawan, aksi unjuk rasa sempat terjadi adu argumen, dan merasa kecewa karena bukan langsung Bupati yang menjawab persoalan realisasi visi-misi. Massa aksi mendesak agar Bupati Batubara Ir. Zahir yang langsung menanggapi aspirasinya tersebut.

Sementara mewakili Bupati, Asisten I Pemkab Batubara Rusian Heri menanggapi aspirasi unjuk rasa, dan menjawab bahwa Bupati Zahir diawal periodenya melanjutkan visi-misi Bupati yang lama hingga ditahun 2019.

Namun memasuki tahun 2020, Asisten I menyebutkan, bahwa anggaran Pemerintah terbatas diakibatkan Pandemi Covid-19, sehingga anggaran ditiap OPD di refocusing.

Persoalan Bupati Batubara tidak berkantor di Kantor Bupati, Asisten I lagi-lagi berkelah dan menjawab bahwa pembangunan Kantor Bupati masi tahap pengajuan, sementara Kantor Bupati yang berada dipusat Pemerintahan masih ada di Kecamatan Lima Puluh Kota.

“Dihatun 2021 kita membebaskan lahan untuk Kantor Bupati, di P (pengajuan) kemaren Pak Bupati (Pemerintah Daerah) mengajukan pembangunan Kantor Bupati, rupanya tidak disetujui, jadi pelaksanaan pembangunan Kantor Bupati tahun 2022 dilaksanakan di tahun 2023,”katanya.

Menanggapi jawaban perwakilan Bupati, Helkin menegaskan bahwa banyak tanggapan yang dikatakan Asisten I khususnya janji-janji Bupati, omongan kosong belaka dengan jawaban banyak merasa, dan tidak tahu, sehingga dianggap masih tersembunyi juga terselubungi.

“Bapak mengatakan banyak merasa, kita merasa sudah melihat, sudah terealisasi, sudah berjalan. Kalau untuk merasa-rasa kita juga bisa pak, yang mana kita merasa hari ini belum ada sama sekali kita lihat akan janji-janji yang kita tuntut. Lantas dimana kepastian janji-janji Bupati.

( AZ )