banner 728x250
Daerah  

PASCA OPERASI TUMOR SARMINAH (35TH) TAMPAK SEHAT DAN SEGAR, CAMAT AEK LEDONG GAGASI OPERASI DAN GALANG PARTISIPASI. 

Ket. Foto baris ke 2 dari kiri ke kanan Camat Aek Ledong Panusunan Dan baris ke 3 Sarminah.

Asahan, pirnas.com & pirnas.org | Sarminah (35 thn) seorang gadis warga Dusun II Desa Aek Bange Kecamatan Aek Ledong Kabupaten Asahan. Perempuan yatim-piatu ini dengan nama panggilan “Ciples”, kini tampak sehat dan segar dengan raut wajah yang kelihatan cerah mengisyaratkan dirinya telah terbebas dari beban penyakit yang dideritanya selama puluhan tahun. Anak ke-5 dari enam bersaudara ini beberapa waktu lalu baru saja selesai menjalani operasi pengangkatan sejenis Tumor di bagian dalam perutnya di Klinik Flora Labura tepatnya pada Selasa tanggal  05/11/2019 lalu.

“Pasca operasi dia (red, Sarminah) banyak perubahan. Dia kini mau dimandiin mau dicantikin, sebelumnya dia bersikap aneh-aneh, mau jalan-jalan dan pukul-pukul kepalanya. Tapi kini jauh kali berubah sampai 180 derajat. Alhamdullilah! mudah-mudahan  terus makin sehat”, ujar Camat Aek Ledong Panusunan Rambe penuh harap sambil menyebutkan Sarminah juga diduga mengidap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Diungkapkan Panusunan, kepedulian terhadap Sarminah ini yang diasuh dan tinggal bersama Buleknya Suwarni (red, adik ibunya) berawal dari informasi dari Aparat Pemerintah Desa Aek Bange, bahwa ada seorang warganya yang merupakan anak yatim-piatu diduga mengalami gangguan jiwa dan dipasung oleh keluarganya dirumah. Selanjutnya, informasi itu kami tindaklanjuti dengan mengunjungi keberadaan Sarminah untuk memastikan hal itu pada Rabu (30/10/2019).

“Setelah kami cek bersama dari Puskesmas, PKK, Pak Kades dan Kadus ternyata tidak ada pemasungan” kata Panusunan sambil menyebutkan itu kunjungan pertama.

Setelah disimpulkan bahwa adanya penyakit lain yang diidap, ungkap Panusunan. Selanjutnya mereka bincang-bincang bagaimana menangani kondisi fisik gadis malang Sarminah yang tampak perutnya membesar diduga ada sejenis penyakit seperti Tumor. Memang dulu dianya (red, Sarminah) pernah mau dioperasi tapi enggak ada solusinya, mau pake BPJS rumit prosesnya karna tidak punya identitas apalagi diketahui dia ODGJ. Namun itu jadi masalah, kalau mau diobati, dan harus menjalani operasi baiknya diperiksakan dulu.

“Setelah diperiksa melalui USG  dinyatakan positif di dalam perutnya ada sejenis tumor Ovarium tidak bersifat ganas sebesar bola voli. Kalau Operasi biaya BPJS prosesnya rumit dan penderita juga ODGJ. Solusinya kita galang saja partisipasi segenap pihak untuk untuk biaya operasinya”, ungkap Camat kepada Pirnas dan Wartawan, Senin (02/12/2019) disela-sela acara among-among Sarminah.

Inisiatif Camat dalam menggalang partisipasi segenap pihak untuk biaya Operasi Tumor disambut positif oleh Kepala Desa Aek Bange Suhermanto, PKK, dan juga Kepala UPT Puskesmas Aek Ledong Dr. Citra Dewi Kesuma. “Melalui penggalangan dana terkumpullah biaya operasi sebesar lebih kurang Rp 18 juta yang berasal Pemerintah Kecamatan, Kades, Perangkat Desa, Dinas Korpri dan masyarakat. Dirasa cukup, ok ready! dilakukan cek up kembali di Rumah Sakit Flora Labura. Selanjutnya, Selasa (05/11/2019) operasi pengangkatan Tumor dilakukan oleh Dr. Rohim dengan honornya tidak seberapa tapi obatnya dibantu yang bagus-bagus”, bebernya.

Selanjutnya, kata Panusunan dana yang terkumpul setelah dipotong biaya operasi dan pasca operasi, juga kita pikirkan biaya bagi keluarganya selama di rumah sakit. Kita ketahui kondisi ekonominya kan sulit dan mereka tidak bekerja, demikian juga sisanya untuk keperluan dirumah.

“Alhamdulillah operasinya berjalan lancar dan Sarminah sudah tampak gairah hidupnya, bahkan menurut keluarganya Ciples (panggilan lain, Sarminah) sudah banyak perubahan dan tidak lagi pergi kemana-mana. Saya berharap kepada keluarganya agar merawatnya dengan baik semoga ia bisa hidup nomal layaknya manusia biasa”, harap Camat Panusunan sambil mengaminkan sembari menghimbau warga masyarakat agar melaporkan bila ditemui kejadian serupa dan juga kondisi sosial kehidupan warga yang memprihatinkan kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan.

Secara terpisah, Suyanti kakak tertua Ciples menerangkan adiknya tersebut mengidap kelainan jiwa sejak masih kecil saat kedua orang tuanya masih hidup dan dianya tidak pernah mengenyam pendidikan. Diduga penyakit Tumor yang diderita selama lebih kurang 20 tahun itu dimulai sejak mengkonsumsi sejenis makanan jamur.

“Tumor yang diderita adik saya, diduga sejak memakan jamur dalam rendaman air teh yang biasanya dikonsumsi alm. ayahnya hanya berupa airnya saja. Saat alm. ayahnya lupa menutup pintu kamarnya dimana adiknya Sarminah masuk, yang kemudian mengkonsumsi habis jamur yang ditaruh dalam baskom” terang Suyanti. Setelah mengkonsumsi jamur tersebut, lanjut Suyanti perut adiknya sering sakit dan kondisi perutnya berubah makin besar mirip wanita hamil 9 bulan tanpa pernah mendapat pengobatan baik medis maupun tradisional.

“Jangankan pengobatan, makan sehari-hari saja kami susah, sedang rumah pun kami tak punya. kami semua menumpang di rumah bulek Suwarni (adik ibu, red),” tutur Suyanti.

Menurut Suyanti, hal yang paling menyedihkan Ciples sering menjerit-jerit sambil memukul-mukul perut dan kepalanya, hanya saja ia tidak bisa mengutarakan kalau perutnya merasa sakit, karena ia memiliki kesulitan untuk berbicara. “Pernah tiga hari tiga malam tidak bisa tidur, dan pada siang hari pergi berjalan entah kemana hingga tak pulang sehingga kami meminta tolong kepada kepala dusun untuk mencarinya dan agar diberi obat penenang,” ungkap Suyanti.

Sekilas Riwayat hidup.

Sarminah alias Ciples (35 thn) gadis malang anak ke-5 dari enam bersaudara dengan ayahnya Suradi meninggal dunia saat Sarminah berusia (20 thn) dan ibunya meninggal dunia saat dirinya berusia (15th). Sarminah ikut Suwarni bu leknya (adik ibunya) sejak kedua orang tuanya tiada, demikian diceritakan kakaknya tertua Suyanti (45 thn) didampingi Kadus II Mujiono.

Sebagai rasa ucapan syukur dan terimakasih kepada Allah SWT atas suksesnya operasi pengangkatan Tumor Sarminah dan semoga kesehatannya semakin lebih baik kedepan harinya. Pihak keluarga mengadakan acara “Among-Among” dengan makan bersama. Pada Senin (02/12/2019) bertempat di rumah tinggalnya Sarminah yakni rumah bulek Suwarni. Hadir saat acara, Ketua TP PKK Aek Ledong Ratna Juwita, Kades Suhermanto dan Sekdes serta Perangkatnya, Ka. Puskesmas Aek Ledong Dr. Citra Dewi Kusuma,  unsur dinas/jawatan, Tokoh agama dan masyarakat dan para keluarga.

Reporter : MT