Home » Daerah » Nelayan Tradisional Menjerit Dan Tak Bisa Melaut Karena Tak Dapat Solar Subsidi

Nelayan Tradisional Menjerit Dan Tak Bisa Melaut Karena Tak Dapat Solar Subsidi

Pirnas.com 18 Feb 2020

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | MEDAN UTARA – Pemilik perahu nelayan, Samsul Bahri Nasution mengeluhkan sulitnya nelayan skala kecil mendapatkan solar subsidi, karena banyaknya aturan yang diberlakukan pada mereka dan sudah 15 Tahun Nelayan Kecil di Medan Kesulitan Dapatkan Solar subsidi. Ketua Aliansi Nelayan Kecil dan Modern (ANKM) Kota Medan, Abdul Karim Syahrial Lubis, mengaku pihaknya masih sulit mendapatkan solar bersubsidi, kecuali membelinya lewat agen-agen yang mengambil keuntungan besar dari jerih payah nelayan. Hal itu dikatakannya pada awak media Pirnas, Selasa (18/02/2020),

Syahrial mengatakan, kelangkaan solar bersubsidi telah dialami sejak 15 tahun belakangan, sehingga pemerintah sepertinya tak perduli dengan nasib nelayan tradisional dan nelayan skala kecil yang mencari nafkah di laut sejak turun temurun.

“Untuk mendapatkan BBM solar nelayan terpaksa membelinya dari agen-agen, karena pasokan solar yang disalurkan pemeritah lewat stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk nelayan (SPBN) di Gabion Belawan dikuasai oleh pengusaha tertentu dan mafia solar dan mafia perikanan,” ujar Syahrial.

Langkanya solar bersubsidi, kata Syahrial, sudah menjadi rahasia umum, namun pemerintah lewat Pertamina terkesan tak perduli dengan keluhan nelayan, sehingga nasib nelayan semakin terpuruk karena tidak bisa melaut setiap harinya.

Dikatakannya, harga solar di tingkat agen mencapai Rp 6.500 per liter, sedangkan di SPBN hanya Rp 5.150, namun untuk mendapatkan solar langsung dari SPBN tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Sementara melalui agen, BBM solar cukup mudah untuk mendapatkan, karena agen datang langsung ke pangkalan atau tangkahan nelayan tradisional berada.

“Untuk datang ke SPBN yang ada di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan, kapal-kapal nelayan tradisional tak bisa bersandar sembarangan di gudang-gudang kapal milik pengusaha perikanan. Kalau lewat daratan terlalu jauh dan harus menyediakan jeriken yang juga membutuhkan biaya angkutan,” ujar Syahrial.

Syahrial juga menyoroti stok solar bersubsidi cepat habis di SPBN Gabion Belawan, karena telah dibeli oleh pengusaha kapal-kapal ikan berskala besar, padahal di Gabion Belawan ada tiga unit SPBN.

”Para pengusaha kapal berskala besar tiap hari membeli solar berton-ton, sehingga nelayan tradisional kehabisan jatah minyaknya,” tutur tokoh nelayan Medan Utara tersebut.

Keluhan sulitnya mendapat solar bersubsidi juga dikatakan Syamsul Bahri Nasution, pemilik perahu boat nelayan di Lingkungan VII pinggiran Sungai Deli, Jalan Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan.

Meski dirinya dan sejumlah nelayan skala kecil terdaftar sebagai pembeli minyak subsidi dari sebuah SPBU di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, setiap pembeli dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000 per jiriken.

“Kami datang langsung ke SPBU untuk membeli solar, tapi setiap nelayan yang datang membawa jerigen sesuai daftar penerima dikenakan biaya Rp 5.000 setiap satu jeriken, padahal nelayan kecil rata-rata membutuhkan 35 liter sekali melaut,” ujar Syamsul.

Baik Syamsul maupun Syahrial, berharap agar Pertamina sebagai perpanjangan tangan pemerintah, diminta mendirikan SPBN di sejumlah basis nelayan, seperti Jalan Young Panan Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Kampung Kurnia Kelurahan Belawan Bahari dan Kelurahan Bagan Deli Belawan.

Manajer SPBU Pekan Labuhan, S Tarigan membantah bila pihaknya memungut Rp 5.000 sebagai uang jerigen setiap nelayan membeli solar di tempaynya menggunakan jirigen.

Namun pihaknya membenarkan, jika setiap nelayan dikenakan uang kupon sebesar Rp 3.000 bila membeli solar. “Kupon itu kami yang cetak dan diberikan kepada nelayan, sebagai bukti nelayan terdaftar memperoleh solar,” sebut Tarigan.

Disebutkan sudah dua pekan SPBU Pekan Labuhan tidak melayani penjualan solar ke nelayan, warga Lingkungan VII Labuhandeli, karena ada persoalan internal yang di hadapi kelompok nelayan tersebut, sementara pihak SPBU meminta para nelayan membuat rekomendasi baru terhadap pembelian solar, karena rekomendasi lama semasa Kapolres Pelabuhan Belawsn, AKBP Ikhwan Lubis sudah berpindah tugas.

“Saya mendengar persoalan internal mereka sudah diselesaikan, dalam dua hari ini penyaluran solar untuk nelayan Lingkungan VII Kelurahan Labuhandeli akan kembali normal,” ujar Tarigan dan menyebutkan alokasi solar untuk nelayan tersebut sekitar satu ton dan pembeliannya tidak boleh lewat pukul 12.00 WIB.

Reporter : Zainal Abidin.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Polsek Sungai Kanan Tangkap Residivis Narkotika, Seorang Pelaku Diamankan

Hidayat Chan

20 Apr 2026

Post Views: 19 LABUSEL,PIRNAS.COM– Jajaran Polsek Sungai Kanan, Polres Labuhanbatu Selatan berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya pada Jumat (17/04/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Pengungkapan tersebut terjadi di Dusun Marsonja Lombang, Desa Marsonja, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial MH (43), …

Hadiri Kenal Pamit Wakapolres, Wabup Labuhanbatu Apresiasi Dedikasi Kompol H. Matondang

Hidayat Chan

17 Apr 2026

Post Views: 119 PIRNAS.COM|LABUHANBATU -Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST., menghadiri acara kenal pamit Wakapolres Labuhanbatu dari pejabat lama, Kompol H. Matondang, SH., MH., kepada pejabat baru, Kompol P. S. Simbolon. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan pada Jumat (17/04/2026) di Aula Yan Piter Mapolres Labuhanbatu. Selain pergantian Wakapolres, sejumlah pejabat lainnya di …

Digerebek! Diduga Sarang Narkoba di Aek Batu Kosong, Polisi Tetap Waspada

A S

16 Apr 2026

Post Views: 30 PIRNAS.COM | Labuhanbatu Selatan — Dugaan aktivitas peredaran narkoba di wilayah Aek Batu langsung ditindak cepat. Polsek Torgamba bersama tim Gerebek Sarang Narkoba (GSN) menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi sabu di Pinang Awan Cikampak I B, Kecamatan Torgamba, Kamis (16/4/2026) sore. Penggerebekan ini dipicu laporan warga yang resah dengan …

Perkuat Kamtibmas, Kapolsek Torgamba Gandeng Tokoh NU dan Ponpes Ell Firdaus dalam Sinergi Keagamaan

Hidayat Chan

16 Apr 2026

Post Views: 32 LABUSEL,PIRNAS.COM– Kapolsek Torgamba, AKP S. Gurusinga, S.H., menggelar pertemuan strategis bersama jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Labuhanbatu Selatan dan pimpinan Pondok Pesantren Ell Firdaus di Dusun Cinta Makmur, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Rabu (15/4/2026) malam. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam membangun sinergi lintas sektoral, khususnya dengan tokoh agama, …

Bupati Labuhanbatu Resmikan Poliklinik, Gedung E, dan Cath Lab RSUD Rantau Prapat

Hidayat Chan

15 Apr 2026

Post Views: 286 PIRNAS.COM,LABUHANBATU — Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM meresmikan Ruang Poliklinik, Gedung E, serta Cath Lab (Catheterization Laboratory) UPTD RSUD Rantauprapat, yang berlokasi di Jalan KH. Dewantara, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Rabu (15/04/2026) pagi. Dalam sambutannya, Bupati Maya Hasmita menegaskan bahwa …

Pererat Sinergi, Wabup Labuhanbatu  Tinjau Langsung Kualitas Pelayanan di Panai Tengah

Hidayat Chan

15 Apr 2026

Post Views: 30 LABUHANBATU,PIRNAS.COM-Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri ST, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Kecamatan Panai Tengah pada Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, berjalan optimal bagi masyarakat setempat. Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh Asisten III Setdakab Labuhanbatu, Zaid Harahap S.Sos. Kehadiran …

Kategori Terpopuler