Home » Daerah » Ketum DPP Bapera: Sejarah Terulang Kembali, Menuju Perang Dunia Ke III, Polanya Sama kok

Ketum DPP Bapera: Sejarah Terulang Kembali, Menuju Perang Dunia Ke III, Polanya Sama kok

Pirnas.com 03 Nov 2023

 

PIRNAS.COM | Jakarta – Indonesia harus siap siaga menyambut perang dunia ke III, dunia hari ini dalam masa transisi. Jika saat ini diawali dengan perang dagang dan teknologi maka akan di akhiri dengan perang militer, ucapnya di salah satu Resto di Jakarta pada Selasa, (31/10).

Ketua Umum DPP Bapera menambahkan, Dunia hari ini seperti tahun 1900 an, negara eropa hari ini tegang di wilayah jajahannya. Negara eropa dari dulukan hobinya perang seperti Jerman(nazi), Romawi, Mongol dan Amerika. indonesia menjadi negara selatan yang menjadi korban pihak utara. Pada kesempatan ini Indonesia harus mampu mengambil keuntungan dari perang yang berkecamuk di belahan bumi utara. Jika indonesia mampu memanfaatkan hal ini kita bisa untung banyak. Sebagai poros ke III.

Fahd melanjutkan, dalam 500 tahun terakhir ada tiga mata uang cadangan yang sifatnya fluktuatif yaitu kerajaan belanda, ingrris serta Kenaikan dan penurunan juga terjadi di awal kekaisaran USA dengan dollar nya. Di ikuti kemunduran negeri paman sam dan kebangkitan Kekaisaran Tiongkok dengan mata uang renmimbinya.

Lebih jauh Mantan Ketum AMPG ini menjelaskan, naik turunnya bangsa Spanyol, Jerman, Francis, India, Jepang, Rusia, Usmaniyah beserta banyak konfliknya itu signifikan dan juga 4 negara yang pernah menjadi penguasa dunia seperti belanda, inggris amerika dan cina.

Yang perlu di catat Pola kekuasaan itu setiap 250 tahun sekali dengan periode transisi 10 sampai 20 tahun. Masa transisi adalah konflik besar. Karena negara negara maju tidak akan mengalami pwrubahan tanpa adanya konflik.

Lebih Lanjut Mantan Ketum DPP KNPI mengulas juga soal Kekuatan sebuah negara dapat di ukur dari pendidikan, daya cipta dan pengembangan teknologi, daya saing global, output ekonomi, pangsa pasar dunia perdagangan, kekuatan militer, finansial. Pasar modal dan kekuatan mata uang sebagai cadangan devisa, ungkapnya.

Fahd mengulang kembali, Kebangkitan dan kemunduran sebuah kerajaan pada umumnya mayoritas pendidikan yang lebih baik fokus mengarah pada peningkatan inovasi dan pengembangan teknologi serta pendirian mata uang sebagai cadangan, Indonesia di posisi berapa ?

Kemudian kekuatan yang dimiliki tadi akan menurun dalam urutan yang sama satu sama lain. Tipenya peristiwa yang terjadi di suatu negara menyebabkan terjadi penurunan yang saya sebutkan tadi. Singkatnya siklus besar di mulai dari konflik besar. Seringkali perang menghasilkan kekuasaan dan pemimpin menuju tatanan dunia baru. Dikarenakan tidak ada seorang pun yang menantang kekuatan ini.

 

Lanjutnya Fahd menjelaskan, Periode damai dan kemakmuran akan menyusul. Biasanya jika seseorang terbiasa dengan damai dan makmur mereka semakin yakin hal ini akan berlanjut. Yang mana akhirnya mereka akan meminjam uang yang mengarah pada gelembung finansial otomatis pangsa perdagangan kekaisaran yang menang perang akan tumbuh, ujarnya.

Transaksi itu dilakukan dengan menggunakan mata uang negara yang sedang berkuasa seperti dollar,renmimbi poundsterling, gulden, dll. Yang menjadikan mata uang cadangan mereka menyebabkan lebih banyak pinjaman.

Alur selanjutnya. disaat yang sama peningkatan kemakmuran ini mendistribusikan kekayaan secara tidak merata. Jadi kesenjangan kekayaan biasanya akan tumbuh diantara keduanya.Yang kaya punya dan miskin tidak punya. Pada akhirnya gelembung keuangan pecah. Otomatis hal ini akan mengarah pada percetakan uang masif yang pada akhirnya terjadilah konflik internal antara orang kaya dan orang miskin yang menyebabkan beberapa kelompok membentuk revolusi untuk mendistribusikan kembali kekayaan. Hal ini dapat terjadi secara damai ataupun perang saudara, dan itu terjadi terus menerus dan pengulangan sejarah kembali.

Disisi lain kekaisaran yang berjuang dengan masalah konflik internal tadi kekuatannya berkurang dibandingkan dengan kekuatan eksternal. Akhirnya pesaingnya meningkat, ketika kekuatan baru sedang bangkit dan cukup kuat untuk bersaing dengan kekuatan dominan yang sudah rusak urusan domestiknya.

Konflik eksternal paling sering terjadi, perang merebutkan tempat diantara perang internal dan eksternal ini akan menghasilkan pemenang dan pecundang baru. Setelah itu para pemenang berkumpul dan menciptakan tatanan dunia baru( pembagian wilayah bekas jarahan) dan siklus itu akan terjadi lagi dalam waktu dekat.

Dikatakan perang dunia jika banyak negara sudah terlibat perang seperti di Benua Eropa, Amerika, Afika, dan Asia, khususnya kawasan timur tengah. Satu hal lagi jika Amerika sudah terdesak dalam perang ini maka mau tidak mau harus melepaskan Gozila dari kerangkengnya yaitu Bangsa jepang. Sebelumnya negeri sakura adalah aktor utama perang dunia ke II. Pasca perang jepang terkena sanksi tidak boleh memiliki angkatan bersenjata.

Perlu di ketahui bersama Bangsa Jepang sedang membangun kembali kekuatan militernya secara massif untuk mengantisipasi serangan Tiongkok dan Korea Utara atas izin USA, tutupnya.
03/11/2023.

(TIM)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 33 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 87 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 84 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 88 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 75 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 426 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler