banner 728x250
Daerah  

ALAT PENANGKAP IKAN ADALAH KEBUTUHAN MENDASAR DI DESA PAKU

Morowali (Sulawesi tengah), pirnas.com & pirnas.org | Berpenduduk lebih dari 450 jiwa, Desa Paku kini mengalami penambahan jumlah penduduk secara signifikan, semenjak aktivitas perusahaan pertambangan di mulai.

Menurut Darwin, “Kepala Desa Paku penambahan penduduk sebenarnya terjadi karena adanya ribuan pendatang yang hendak bekerja di Morowali ini, mereka membutuhkan data domisili sebagai warga kabupaten Morowali untuk memudahkan proses seleksi mereka ketika melamar di perusahaan tambang” .

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Secara geografis Desa Paku terletak di Pulau Paku yang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Sulawesi tengah. Sejak menjadi Kepala Desa Paku pada periode pertama di tahun 2003-2008 silam, Darwin telah memulai pembangunan di Desanya dengan fokus pada infrastruktur. Dermaga dan jalan adalah fokus utama pada saat itu.

Memasuki periode ke 2 pada tahun 2014-2021, Darwin mulai berembuk bersama aparat dan warganya terkait apa saja yang menjadi pokok kebutuhan di Desa mereka. Walau sempat terhenti selama beberapa tahun ketika dirinya istirahat dalam arti tidak terpilih pada tahun 2008-2014, Darwin kembali merapat kan barisan dan mulai berbenah lagi melanjutkan visi dan misi nya pada waktu menjabat di periode  pemerintahan nya yg ke 2 di Desa Paku di mulai tahun 2014-2021 mendatang. Yaitu membangun balai pertemuan, sanitasi air bersih dan masih banyak lagi yang masuk dalam perencanaan ke depan.

Mayoritas penduduk Wilayah Desa Paku adalah nelayan penangkap ikan. Namun demikian, warganya masih jauh dari memiliki fasilitas penangkap ikan yang memadai. Saat di sambangi pada Kamis (7-11-2019) dalam sesi wawancara dengan Kepala Desa mengatakan,”harapan kami warga Desa Paku ialah, pemerintah daerah maupun pusat memberikan kami bantuan, yakni alat penangkap ikan profesional yang memadai. Selama ini nelayan kami hanya menggunakan alat seadanya seperti kapal katinting yang kalo mesinnya terkena hujan terkadang mati di tengah laut. Semoga suatu hari harapan kami terkabul”, imbuhnya .(Ferdinanayah A T/red).