Home » Berita » Aksi Dugaan Penipuan Instalasi Jaringan Listrik Berlanjut di Desa Batnun dan Desa Oekiu

Aksi Dugaan Penipuan Instalasi Jaringan Listrik Berlanjut di Desa Batnun dan Desa Oekiu

Pirnas.com 11 Feb 2022

PIRNAS.COM | Soe- Nusa Tenggara Timur – korban dugaan penipuan berkedok instalasi jaringan listrik melebar, bukan saja terjadi di Desa Pollo dan Desa Linamnutu, aksi modus dugaan penipuan oknum ketua PAC Pospera, M T dan anak buahnya ini menjalar hingga ke Desa Batnun dan Desa Oekiu.

Aksi Dugaan modus penipuan yang menyeret nama oknum Ketua PAC Pospera Amanuban Selatan MT Dan anggotanya SL ini terjadi sejak tanggal 11 Oktober 2020, yang mana korban diberi iming-iming bahwa Pospera bisa dan akan memberi bantuan kepada masyarakat berupa pemasangan instalasi jaringan listrik dengan jangka waktu 3 hari saja, masyarakat dapat merasakan terangnya cahaya listrik, atas iming-iming itu korban menyerahkan sejumlah uang sesuai permintaan MT dan SL.

Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Yoman Mussa Nuban ketika ditemui awak media ini, Kamis (10/2/2022).

Menurut Yoman, ia telah menyerahkan uang sebesar Rp. 1.750.000 kepada oknum ketua PAC Pospera Amanuban Selatan, dirinya menyerahkan uang sejumlah di atas karena terlena dengan janji Ketua PAC Pospera dan anggotanya untuk memasang jaringan instalasi listrik di rumahnya, namun hingga saat ini meteran listrik pada rumahnya belum terpasang.

“Saya sudah serahkan uang Rp. 1.750.000 kepada Marten Tanono dan Semri Leo, saya pegang bukti kwitansi, saat mereka datang, mereka sampaikan ke saya bahwa Pospera mau bantu pasang meteran listrik, 450 kwk, dengan harga Rp. 1.750.000, sehingga saya serahkan uang itu karena janjinya setelah terima uang, besok instalasi kabel dan lusa pasang meteran, tetapi sampai hari ini Marten Tanono dan Semri Leo belum datang pasang meteran listrik kami, dan kami masih pakai pelita” ujar Yoman.

Lanjutnya, ia kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum Ketua PAC Pospera dan anggotanya ini. Pasalnya, lamanya waktu yang dijanjikan, MT juga sering membantah bahwa ia tidak pernah menerima uang, ia berulang kali datang menemui MT dirumahnya, tetapi Oknum Ketua PAC POspera ini selalu menghindar dan tidak berada di rumah.

“Saya kecewa dengan perbuatan Marten Tanono, saya sering dijanjikan untuk datang ke rumahnya agar bersama ke PLN Soe, tetapi saat saya ke rumahnya Marten Tanono menghindar dan tidak mau bertemu saya, Marten Tanono selalu membantah bahwa tidak pernah terima uang dari saya, sedangkan saya pegang kwitansi penerimaan uang yang ditanda tangani oleh ketua PAC Pospera Amanuban Selatan Marten Tanono”,ujarnya.

Lanjut Yoman, bukan saja dirinya yang menjadi korban, di desa Oekiu dan Desa Batnun juga terdapat banyak korban dan kerugian masyarakat berkisar Rp. 10.000.000.

“Ada banyak masyarakat yang menjadi korban di Desa Oekiu dan Desa Batnun, kerugian kami bukan sedikit, jumlahnya sekitar Rp. 10.000.000”, ungkapnya.

Dirinya percaya dan menyerahkan uang, karena Tanono dan Leo meyakinkan mereka bahwa Pospera bisa mengurus dan memasang jaringan listrik.

Hal senada juga disampaikan oleh Merto Sone, warga Desa Oekiu, awalnya ia percaya, karena MT meyakinkan dirinya bahwa Pospera bisa mengurus pemasangan jaringan listrik, sehingga ia memberikan uang muka sebesar Rp. 500.000, dengan janji 3 hari listrik akan menyala.

Menunggu hingga lewat batas waktu yang ditentukan sehingga ia mendatangi rumah Tanono untuk menanyakan kejelasan pemasangan jaringan listrik rumahnya, tetapi Tanono membantah bahwa ia tidak pernah menerima uang dari Sone, sehingga muncul pertengkaran antara Sone dan Tanono.

Yoman dan Sone telah mendatangi pihak PLN Soe untuk menanyakan kejelasan instalasi meteran listrik mereka yang di tangani oleh ketua PAC Pospera Amanuban Selatan dan Anggotanya, namun pihak PLN membantah tidak mengenal Pospera dan Marten Tanono.

“Kami sudah pergi cek di PLN, tapi pihak PLN jawab kami bahwa mereka (PLN) tidak mengenal Pospera dan Marten Tanono, sehingga kami kecewa, ternyata kami sudah di tipu” ujar Sone.

Sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa untuk meteran 450 kwk itu diperoleh melalui usulan proposal dari Kepala Desa, meteran 450 kwk diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu dan tidak dipungut biaya.

“Untuk meteran daya 450 kwk, diperoleh melalui program lisdes (Listrik Desa), dan diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu, serta tidak dipungut biaya, sehingga saya heran, massa meteran 450 kwk pospera bisa pungut uang Rp. 1.750.000” ujarnya.

Lanjutnya, pihak pemerintah khususnya kepala Desa Batnun dan Kepala Desa Oekiu perlu menindak lanjuti dugaan penipuan ini, apabila kejadian ini benar, agar segera di tindak lanjuti dengan melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian, karena perbuatan oknum ketua PAC Pospera dan anggotanya telah merugikan banyak orang.

Informasi lain yang diterima media ini di Desa Batnun dan Desa Oekiu bahwa korban dugaan penipuan ini diduga berkisar sebanyak 60 pelanggan dan ada yang telah melunasi biaya instalasi dan telah menyerahkan uang muka.

Ketua PAC Pospera Kecamatan Amanuban Selatan ketika dimintai klarifikasi dan tanggapan melalui pesan SMS mengenai peristiwa ini, namun tidak ditanggapi.

Kepala Desa Batnun dan Kepala Desa Oekiu ketika di hubungi media ini melalui handphone untuk dimintai klarifikasi mengenai dugaan penipuan ini, namun handphone tidak aktif.

(Tim-NTT)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Polsek Bilah Hilir Respon Cepat Ringkus Penyalahgunaan Narkotika 

Hidayat Chan

04 Mar 2026

Post Views: 3 LABUHANBATU,PIRNAS.COM -Mendapat laporan dari masyarakat, Polsek Bilah Hilir langsung respon cepat dan berhasil meringkus terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di Lingkungan Titi panjang Hilir Kelurahan Negeri lama Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu sekira pukul 11:00 WIB (Selasa, 03/03/2026). Adapun barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan yang diduga milik Andrian Als Dian (26) …

Cegah Stunting, Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Salurkan Bantuan Program GENTING Tahap III

Hidayat Chan

04 Mar 2026

Post Views: 5 Labuhanbatu,PIRNAS.COM -Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting. Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, bersama Wakil Bupati H. Jamri., dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu, Ny. Wan Jumasari Dewi, menyalurkan bantuan kepada para Orang Tua Asuh (OTA) dalam Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Tahap III …

Menebar Kebaikan Di Bulan Suci, TP PKK Kecamatan Rantau Selatan Bagikan Seribu Takjil 

Hidayat Chan

04 Mar 2026

Post Views: 7 Labuhanbatu ,PIRNAS.COM – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kawasan depan Home Smart dijalan SM Raja ,Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara , pada Selasa sore (3/3/2026) sekitar pukul 15.49 WIB. Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) berkumpul dengan semangat tinggi untuk melaksanakan aksi …

Polres Labuhanbatu Ringkus Jaringan Provinsi, 31.5 Kg Sabu dan 30.000 Ribu Butir Ekstasi Diamankan

Hidayat Chan

03 Mar 2026

Post Views: 20 LABUHANBATU,PIRNAS.COM – Polres Labuhanbatu berhasil meringkus pria BS (25) alias E warga Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat dan rekannya wanita I.A.O (24) warga Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (2/3/2026). Kedua Terduga pelaku diamankan di kota Aek Kanopan Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama barang bukti sabu seberat 31.5 Kg dan Ekstasi …

Bupati Labuhanbatu Perkuat Pengendalian Inflasi dan Lindungi Daya Beli Masyarakat

Hidayat Chan

03 Mar 2026

Post Views: 30 LABUHANBATU,PIRNAS.COM-Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., menegaskan pentingnya penguatan pengendalian inflasi sekaligus perlindungan daya beli masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri. Penegasan tersebut disampaikan saat Bupati memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Selasa (03/03), di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Sekretariat …

Maraknya Peredaran Sabu Daerah Titi Panjang Negeri Lama di Duga FS Sebagai Pengendali Tidak Tersentuh Hukum

Hidayat Chan

28 Feb 2026

Post Views: 16 LABUHANBATU,PIRNAS.COM-Di tengah gencarnya aparat kepolisian menyuarakan perang terhadap narkotika, praktik peredaran sabu di wilayah tersebut justru dilaporkan berjalan mulus, terorganisir, dan terkesan “kebal hukum”. Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa peredaran sabu di titi panjang diduga dikendalikan oleh seorang bandar berinisial FS alias Faisal tanpa tersentuh hukum. Yang mengejutkan, aktivitas …

Kategori Terpopuler