HUKUM  

RATUSAN SANTRI DAN ULAMA GELAR UNJUK RASA MINTA SUKMAWATI SOEKARNOPUTRI YANG DIDUGA HINA NABI SEGARA DI PROSES HUKUM

Pamekasan, pirnas.com & pirnas.org | Beberapa waktu lalu, Sukmawati Soekarnoputri dalam sebuah dialog membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Hal itu membuat marah umat Islam Indonesia, khususnya di Madura.

Baca Berita Lainnya :

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023 Cara Buat Website Dengan Mudah Untuk Pemula

Jumat (22/11) siang, usai Shalat Jum’at, ratusan massa melakukan aksi didepan gedung DPRD Pamekasan. Sebelum unjuk rasa massa lebih dulu berkumpul di area monumen Arek Lancor.

Mereka bergerak dengan jalan kaki menuju gedung DPRD Pamekasan sambil membentangkan poster bergambar Sukmawati Soekarnoputri. Poster itu bergambar Sukmawati Soekarnoputri dikalungi tali dan tulisan mencolok berisi “Tidak ada hukuman yang pantas bagi penista agama, kecuali hukuman mati.

Disepanjang perjalanan, pengunjuk rasa berorasi dengan lantang menyatakan marah dan kecewa terhadap ucapan sukmawati Soekarnoputri itu.

Unjuk rasa itu dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Misdat, Desa Lenteng, Kecamatan Proppo, KH. Ali Karrar Sinhaji.

“Wahai para petinggi negeri ini, cukup kami yang kalian politisi, tapi jangan Rasulullah yang kami cintai. Karna demi beliau, jangankan harta, nyawapun siap kami korbankan, kami butuh keadilan, kami cinta Rasulullah, Allahu Akbar” Kata salah seorang orator dengan semangat yang berapi-api.

Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman menemui langsung para massa yang terdiri dari sejumlah Ulama, Santri dan masyarakat Kabupaten Pamekasan. Fathor Rohman menyambut baik kedatangan massa yang menggelar unjuk rasa di gedung DPRD Pamekasan.

“Terimakasih kiai meluangkan waktu datang ketempat ini mewakili warga Pamekasan dan ummat Islam di Nusantara ini”, ujar Fathor Rahman.

“Saya mewakili warga Pamekasan dan umat Islam Nusantara ini siap mendukung dan menjunjung harkat dan martabat bahwa saya akan mendampingi para kiai untuk melapor ke polres” tegas Fathor Rahman.

Setelah selesai di temui Ketua DPRD Pamekasan, para pengunjuk rasa pun membubarkan diri dengan tertib.

Reporter : KH