Home » Hukum » DIDUGA TAK SESUAI RAB PROYEK IRIGASI DI PALUTA RUSAK.

DIDUGA TAK SESUAI RAB PROYEK IRIGASI DI PALUTA RUSAK.

Pirnas.com 13 Des 2019

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | PALUTA – Persawahan di Desa Padang Matinggi, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kini menjadi sorotan. Pasalnya, dari hasil pantauan di lokasi tersebut, terlihat pembangunan saluran irigasi yang dibangun sekitar 1 tahun yang lalu ini, sudah tidak memungkinkan lagi dan tidak dapat dipergunakan oleh masyarakat untuk mangaliri aliran persawahan.

Beberapa awak media di Paluta mencoba untuk melihat dan menelusuri aliran paret pengairan (Bondar cacing) sepanjang bagunan yang berukuran 775 Meter, saat kami memantau dan melewati saluran pinggiran paret ini, terlihat dari kondisi saluran Irigasi tersebut retak dan hancur serta tidak berfungsi lagi.

Saluran irigasi ini merupakan sumber untuk mengaliri seluruh persawahan yang sekian ribuan hektar ladang Masyarakat.

“Saluran ini sudah terlihat retak dan hancur, padahal saluran pengairan sawah ini memakan biaya Rp.498.148.200.,” ungkap salah satu warga yang tidak mau disebut identitasnya kepada biro beberapa media cetak dan online Paluta, Senin (9/12/2019) sekitar pukul 08.30 wib.

Masyarakat ini menyampaikan, selaku warga disini sangat kecewa dan merasa mengeluh, karena saluran irigasi (Bondar cacing) inilah yang digunakan untuk mengaliri persawahan masyarakat Desa Padang Matinggi. Karena kondisi saluran irigasi itu rusak, banyak ladang warga yang tak bisa dialiri oleh air dari saluran irigasi ini.

“Tidak bisa lagi berbagi untuk mengatur aliran air sawah saat kami memerlukan saluran pengairan ini. Kami sangat bersyukur karena selama ini saluran irigasi ini berfungsi untuk persawahan, kami merasa puas melihat dari tanaman penghijauan padi kami. Dan hasil dari panen kami yang sangat begitu memuaskan masyarakat Desa Padang Matinggi, tanah kami sangat bagus dengan kualitas tanaman padi yang begitu cocok di Desa kami,” ujar warga.

Namun ia tidak tahu betul apa penyebab ambruk dan retaknya bangunan beton saluran pinggiran tersebut. Ia menduga pengadukan (campuran) semen dengan materaial yang tidak sesuai spek dan tidak mengikuti RAB karena kemungkinan dikurangi dari apa yang tertuang dalam RAB.

“Kalau tidak salah pembangunan Dana Desa (DD) tahun 2018 ini baru sekitar 1 minggu-lah usai dibangun sudah banyak yang langsung pecah. Tapi kami lihat tidak ada tindakan serius,” ungkapnya.

Lanjutnya, “bahkan bangunan beton sudah mulai merosot kebawah, apabila musim hujan datang nanti maka beton akan longsor dan ambruk”.

Namun anehnya pihak dari inspektorat Paluta, sudah terjun kelapangan dan hasil laporan dalam pemeriksaannya No. 34/ IT/2019 pada Tanggal 10 Juni 2019 hanya menemukan kekurangan setoran Pajak PPN,PPH 21 serta PPH 22, dengan kekurangan sebanyak Rp. 6.300.000 dengan nomor.BKU.027.053.058.063.068 dan harus disetor mantan Kepala Desa Gading Harahap, yang menjabat sebagai Kepala Desa pada waktu itu, wajib setor selambat-lambatnya pada tanggal 31 November 2019 dalam surat pernyataannya tertanggal 04 November 2019, namun bukan mempermasalahkan ambruknya bangunan irigasi.

Warga berharap kepada Pemda Paluta, “untuk segera menindaklanjuti masalah ini dan juga laporan yang sudah disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten Padang Lawas Utara, agar segera memanggil dan memeriksa supaya dapat diproses oleh hukum. Itu semua hanya demi kebaikan warga, khususnya untuk seluruh warga Desa Padang Matinggi sendiri,” tutup warga.

Namun sampai berita ini dikirim ke meja redaksi, mantan Kepala Desa Padang matinggi, Gading Harahap tidak mau memberikan penjelasan, yang dihubungi melalui seluler beberapa waktu yang lalu, apa mungkin ia alergi terhadap para wartawan dan LSM, hanya Tuhan lah yang tau.

Reporter :  PHAS

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Diduga Cuci Uang Sang Kakak, Dr. Guntur Beli Kebun Sawit Ratusan Hektar

Hidayat Chan

16 Okt 2026

Post Views: 169 Ket photo: ilustrasi perkebunan kelapa sawit  MEDAN,PIRNAS.COM— Nama Dr. Guntur Ginting, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Provinsi Sumatera Utara, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Sorotan ini mencuat setelah adanya laporan kepemilikan kebun kelapa sawit seluas ratusan hektar yang dibeli tak lama setelah kakak kandungnya, Topan Baja Ginting, divonis penjara atas …

Arogansi Oknum Satpam RSUD Rantauprapat: Halangi Wartawan Cari Informasi, Manajemen Malah Bungkam!

Hidayat Chan

10 Okt 2026

Post Views: 317 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kinerja satuan pengamanan (Satpam) RSUD Rantauprapat kini menjadi sorotan tajam, sebagaimana dilansir oleh media “BerswaraFakta.com”. Seorang oknum satpam diduga kuat melakukan tindakan sewenang-wenang dengan menghalangi tugas jurnalistik wartawan yang hendak menggali informasi akurat pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 13.02 WIB. Aksi pencegatan ini memicu kecaman keras oleh beberapa kalangan wartawan, karena …

Kejari Labuhanbatu Disorot: 4 Bulan Dumas LSM Elang Mas Mandek, Kasi Intel Dinilai ‘Melempem’

Hidayat Chan

08 Okt 2026

Post Views: 152 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu kembali mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Pengaduan Masyarakat (Dumas) yang dilayangkan oleh Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Swadaya Masyarakat (DPC LSM) Elang Mas Labuhanbatu sejak Juni 2026 lalu hingga kini belum menemui titik terang. Kasus tersebut dinilai mandek selama empat bulan tanpa adanya kejelasan hukum yang pasti. …

Polres Labuhanbatu Respons Cepat Temukan Remaja 15 Tahun yang Dibawa Pria dalam Bus

Hidayat Chan

01 Okt 2026

Post Views: 377 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan piket fungsi Polres Labuhanbatu memberikan respons cepat terhadap laporan mengenai seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Korban diduga dibawa pergi oleh seorang pria dari Kabupaten Simalungun dengan menaiki bus antarkota tujuan Riau pada Rabu (30/9/2026) malam. Mendapatkan informasi tersebut, tim piket fungsi dan SPKT …

Hutan Aek Bottar Gundul Akibat Pembalakan Liar, Warga Tuding APH Tutup Mata Hadapi Ancaman Banjir Bandang

Hidayat Chan

26 Sep 2026

Post Views: 315 LABURA,PIRNAS.COM— Aksi pembalakan liar (illegal logging) di kawasan Hutan Aek Bottar, Desa Poldung, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Investigasi team lapangan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada waktu subuh, giat ini juga telah viral di media sosial Facebook oleh akun ‘Labura Viral’, menunjukkan bahwa …

Gadai SK PNS Berujung Petaka! Wanita di Labuhanbatu Tipu Korban Rp350 Juta

Hidayat Chan

05 Agu 2026

Post Views: 637 LABUHANBATU, PIRNAS.COM – Korban penipuan berkedok investasi emas, RH, mendesak aparat penegak hukum (APH) Polres Labuhanbatu untuk segera menangkap seorang perempuan berinisial AA. Desakan ini mencuat setelah dana senilai Rp350 juta milik korban diduga raib dibawa kabur pelaku tanpa adanya itikad baik untuk pengembalian.”Kami sudah terlalu lama menunggu. Saya berharap polisi segera …

Kategori Terpopuler