banner 728x250
Daerah  

WIRA PUTRA APRESIASI KEBERANIAN BUPATI TAPTENG LAWAN GUBSU.

Pirnas.com & Pirnas.org | Medan Utara/Kota Medan – Perseteruan antara Gubernur Sumut dengan Bupati Tapteng kini menjadi sorotan masyarakat Sumatera Utara mulai dari tokoh masyarakat, anggota DPRD sampai kepada aktivis mahasiswa ikut berkomentar dalam perseteruan kedua pejabat eksekutif ini.

Masalah tersebut menarik perhatian masyarakat karena keberanian seorang Bupati dalam melakukan ‘perlawanan’ terhadap sikap yang terkesan arogan dari seorang Gubernur yang mengatakan masyarakat Tapanuli Tengah itu miskin. Dan tidak akan memberikan bantuan program Pemprov Sumut jika Tapteng masih dipimpin oleh Bupati Bachtiar.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Salah satu tokoh mahasiswa yang menyoroti perseteruan tersebut adalah Wira Putra yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Kebijakan Publik (BKP) KAMMI Sumut periode 2018-2020. Ia sangat mengapresiasi keberanian Bupati melawan serangan media oleh Gubernur Sumatera Utara yang selama ini terkesan arogan, seperti yang disampaikan Wira saat konfrensi pers di Medan, Jum’at (18-12-2019).

“Saya mengapresiasi keberanian Bupati Tapteng dalam melakukan ‘perlawanan’ terhadap statement Gubernur Sumut, dan saya kira statement yang disampaikan Bupati Tapteng adalah bentuk penjagaan beliau terhadap harkat dan martabat masyarakatnya yang dianggap semua masyarakatnya masih berada di bawah garis kemiskinan” ujar Wira Putra.

Namun sebenarnya ini merupakan signal yang baik untuk pembangunan Sumatera Utara 3 tahun kedepan mengingat sudah hampir dua tahun masa kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut namun belum menampakkan hasil yang signifikan dalam membangun Sumatera Utara yang bermartabat.

“Kita belum lihat martabat Sumut hari ini yang selalu digembar-gemborkan oleh pak Edy Rahmayadi ketika kampanye dulu. Artinya apa, dengan keberanian Bupati Tapteng hari ini maka saya yakin kedepannya Bupati-Bupati yang lain akan menunjukkan keberaniannya juga dalam menyikapi sikap yang diduga sangat arogan tersebut. Karena mungkin hal yang sama dirasakan oleh Bupati lainnya selama ini”, Tambah Wira Putra, Koordinator BEM SI SUMUT 2018 lalu.

Pun demikian kerasnya kritikan yang disampaikan oleh mantan Presma USU tersebut, beliau menyarankan agar Pak Edy Rahmayadi merubah pola kepemimpinannya dan lebih giat lagi bekerja untuk Sumatera Utara agar benar-benar bermartabat.

Karena sudah banyak pemimpin di Sumut ini mulai dari Bupati, Walikota, Gubernur sampai Presiden yang berasal dari Militer namun mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua yang dipimpinnya secara Arif, santun, dan bijaksana sehingga dapat diterima oleh semua golongan.

“Saya berharap pak Edy Rahmayadi bisa belajar dari para pendahulunya karena yang dipimpin beliau saat ini sudah berbeda. Pemprov Sumut dibawah kepemimpinan Pak Edy Rahmayadi harus bekerja lebih keras lagi dalam mewujudkan Sumut Bermartabat. Masalah pendidikan, kesehatan, perekonomian, infrastruktur, kita masih belum bermartabat dan progres untuk kesana juga belum terlihat,” tutup Wira pada Media.

Reporter : Muhammad Zul Fahmi.