banner 728x250
Daerah  

SEORANG PRIA PASIEN BPJS RSUD AEK KANOPAN DIDUGA KORBAN MALL PRAKTEK

PIRNAS.ORG & PIRNAD.COM | LABURA – Seorang Pria Pasien BPJS RSUD inisial AH. T 31 (tahun), warga Perumnas Kampung Tarutung, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara Sumut, pasien BPJS di RSUD Aek Kanopan, Diagnosa Apendic (usus buntu) di duga korban mall praktek.

Hal itu disebabkan, AH. T. 5 bulan yang lalu tepatnya pada hari Jumat (17/7/19) kisaran pukul 20:30 WIB hasil diagnosa divonis mengalami sakit apendic oleh salah seorang dr. Ahli bedah di RSUD berinisial dr. FA. L. Sp. B. Hasil wawancara oleh Tim media di kediamannya korban AH. T kemarin, (19/12/19).

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

“Awalnya saya mengalami keluhan sakit di bagian perut. Lalu saya berobat ke RSUD Aek Kanopan, lalu setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. FA. L. Sp. B katanya saya harus dioperasi sesuai hasil diagnosa penyakit yang saya derita adalah Apendic”, cetusnya.

“Operasi pun berjalan dengan baik, setelah saya diperbolehkan pulang saya sempat menyuruh istri saya menanyakan bukti hasil operasi saya, Namun, dr. FA. tidak bisa memberikan bukti potongan usus buntu itu, Ia berkilah katanya usus saya hancur bercampur dengan nanah, kamipun tidak mempersoalkan potongan usus buntu itu lagi, Lalu kami pulang”, kata AH. T.

Setelah 5 bulan kemudian tepatnya hari jumat (13/12/19), “kemarin sakit di bahagian perut saya kembali kambuh, lalu saya berobat kembali ke RSUD Aek Kanopan, perawat yang menangani ketika itu menganjurkan saya rujuk di salah satu rumah sakit swasta di Kampung Pajak, Saya tidak mau, lalu saya dibawa keluarga berobat ke praktik salah satu dokter dibilangan Aek Kanopan, hasil pemeriksaan sakit yang saya alami, dr. tersebut menyarankan saya harus operasi lagi sebab, dari hasil pemeriksaan saya divonis apendic (usus buntu), Kemudian dari hasil musyawarah keluarga, saya dibawah ke salah satu rumah sakit Swasta di Aek Kanopan. Kemudian pada hari itu juga dilakukan operasi. Hasilnya positif penyakit saya usus buntu dan ini buktinya, “kata AH. T.

Terkait masalah ini, dr. FA. L. di ruangan kerjanya kepada beberapa awak media jumat (20/12 /19) menjelaskan, ”memang benar saya ada melakukan operasi terhadap pasien BPJS AH. T beberapa bulan yang lalu, hasil diagnosa yang saya lakukan positif Apendic, maka saya lakukan operasi, namun ketika keluarga pasien meminta bukti penyakit hasil operasi tersebut (potongan usus buntu red) saya tidak dapat memberikannya, Sebab, setelah saya lakukan operasi penyakit pasien yang saya tangani mengalami kelainan, ususnya terbungkus dan bercampur dengan nanah bahasa kami medis Sialmes,”ujarnya.

Masih kata dr. FS. Sp. B “sehingga saya tidak menemukan usus buntunya, apendic sialmes ususnya terbungkus dan bercampur dengan nanah makanya pasien saya beri selang untuk mengeluarkan nanah dalam ususnya sebab kosporasi pecah, apendic seperti ini harus dilakukan operasi kembali”, kata dr. FS. Sp. B.

Namun setelah awak media bertanya kepada dr. FA. L.Sp.B pernah anda sarankan kepada pasien untuk cek dan operasi kembali…?? Katanya pernah.
namun dijawab oleh istri korban tidak ada, dokter tidak pernah menyarankan dan ngomong seperti itu, kata istri AH. T. di ruangan dengan nada tinggi. dr FA terdiam tidak bisa menjawab, malah FA melarang awak media mengaktifkan hp, dia bermohon jangan di photo dan direkamnya pak, ujarnya ke awak media.

(TIM)