banner 728x250
Daerah  

SEORANG NENEK DAN ANAK SERTA EMPAT ORANG CUCU TINGGAL DIGUBUK DERITA DI SEKITARAN PINANG AWAN

LABUSEL, PIRNAS | Setelah tiga bulan lamanya nenek Nurhayati Simanguncong (69) tinggal disebuah Gubuk Derita berukuran 3M × 3M berdinding Tenda Biru dan papan bekas Lemari pakaian serta beratapkan plastik hitam dan tenda biru bersama anak dan empat cucu di dusun Menanti, Desa Persiapan Pinang Awan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

Ke empat cucu Nurhayati Simanguncong adalah anak dari Nurbaiti Sitorus yang semuanya masih membutuhkan pendidikan sekolah sebagai mana anak anak Indonesia lainnya.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Setelah mendengar informasi, awak media langsung terjun kelokasi sekitar pukul 11.00 wib Kamis (3/10/2019) dan menyambangi kediamannya nenek tersebut, persis di Simpang Kancil sekitar seratus lima puluh meter kedalam dari jln Lintas Sumatera, Pinang Awan Cikampak, Dusun Menanti Pinang Awan Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan .

Kepada Awak media nenek Nurhayati simanguncong dengan linangan air mata mengatakan, bahwa kami tinggal digubuk ini sudah tiga bulan bersama anak dan cucu dengan tujuan merantau.

Saat ini sang nenek beserta anak dan cucunya hidup dalam belas kasihan bantuan orang lain berupa bantuan sembako dari warga setempat dan juga santunan warga sekitaran dari berbagai dusun dusun lainnya, ungkapnya .

Adapun keluarga nenek yang tinggal bersama anak dan cucunya di gubuk derita yang mereka tumpangi di atas lahan warga yang belas kasihan kepada mereka sebagai solidaritas kemanusian sesama insan.

Nama nama anak serta cucu yang kami temui ditempat kediaman sang nenek sa’at ini adalah :

1 Nurhayati Simanguncong (69)
2 Nurbaiti Sitorus (34)
3 Muhammad Agus Idris (14)
4 Saira Alfiana (11)
5 Fitri handayani (7) dan
6 Selfiana (3)

Adapan tujuan mereka hendak mencari penghidupan yang lebih baik dan layak kedepannya .

Nurbaiti Sitorus adalah ibu kandung dari empat anak anak ini , ketika ditanya awak media , kemana sang suami, beliau katakan, merantau mencari nafkah di negeri sebrang Malaysia.

Kesehariannya sang nenek sa’at ini untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dengan mencari lidi sawit untuk diijual yang tak seberapa hasilnya .

Sang nenek ketika ditanya awak media , berasal dari mana , beliau menjawab dengan nada sedih beliau menjawab , berasal dari Dusun II Aman, Desa Aek korsik, Kecamatan Aek Kuo , Kabupaten Labuhanbatu Utara Sumatera Utara, imbuhnya .

Miris sungguh apa yang diterpa sang nenek , anak dan cucunya , ternyata masih ada warga yang terlantar yang sangat butuh bantuan perhatian Pemerintah , apalagi di bidang pendidikan dan tempat tinggal layak sebagai mana mestinya.

Dalam Undang undang Dasar
1945 Pasal 34, ayat 1, Pakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara.

Oleh karena itu kita berharap agar pemerintah cepat tanggap dalam menanggapi hal masalah ini, sehingga nenek dan anak serta cucunya dapat sekolah dan tempat tinggal yang layak dari Pemerintah .

Setelah sambangi Nenek Nurhayati , awak media langsung sambangi rumah kepala Dusun menanti  dikediamannya.

Beliau membenarkan bahwa ada seorang nenek yang tinggal di gubuk kecil hidup bersama anak dan cucunya dengan dinding atap plastik tenda seadanya di wilayahnya .

Sang kepala Dusun juga merasa prihatin melihat keadaan mereka dan berharap agar pemerintah Labusel dan Labura agar bersatu membantu nenek, anak serta cucu cucunya yang sama sekali sa’at ini tidak lagi sekolah seperti layakanya anak anak lainnya mengeyam pendidikan di bangaku sekolah, ungkapnya .

Kepala Dusun menanti juga mengatakan kepada awak media , bahwa bantuan sembako sebelumnya berdatangan dari warga masyarakat dusun lainnya, bahkan bantuan dari Mahasiswa pun juga ada, ungkapnya.

Setiap warga negara berhak mendapat haknya masing masing sesuai dengan undang undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia.(Ridwan marpaung).