Home » Daerah » Ribuan Buruh Kepung Kantor Walikota dan DPRD Medan, Tuntut Omnibus Law Dibatalkan

Ribuan Buruh Kepung Kantor Walikota dan DPRD Medan, Tuntut Omnibus Law Dibatalkan

Pirnas.com 03 Sep 2020

PIRNAS.COM | MEDAN – Sebanyak seribuan lebih massa buruh dan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) Kota Medan mengepung kantor Walikota Medan dan kantor DPRD Medan Serta kantor DPRD Sumut dengan melakukan aksi unjuk rasa menuntut dibatalkannya perubahan undang-undang ketenagakerjaan (Omnibus Law) yang dianggap merugikan dan merampas hak-haknya buruh. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan didepan kantor Walikota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Rabu (02/09/2020).

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan empat Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang tergabung dalam K.SPSI Medan diantaranya, DPC F.SPSI – K.SPSI Medan, DPC SP. LEM Medan, DPC SP. RTMM Medan dan DPC SP. KEP Medan. Ribuan massa tersebut berkumpul sejak jam 09.00 Wib dilapangan merdeka Medan lalu kompoi menuju kantor Walikota Medan, sesampainya didepan kantor Walikota Medan, masing-masing pimpinan SPA menjadi orator untuk menyampaikan pendapatnya didepan publik.

Salah satu orator aksi, Ketua DPC F.SPTI – K.SPSI Medan Antoni Pasaribu, SE menyampaikan orasinya, Bahwa peraturan dalam perubahan undang-undang ketenagakerjaan yang disebut Omnibus Law jilid IV sangat jelas merugikan dan merampas hak-haknya buruh.

“Peraturan itu sudah jelas merugikan dan merampas hak-haknya buruh, jadi kami sangat tidak setuju dan menolak dengan keras tanpa ada tawar menawar. Jadi peraturan itu harus segera dibatalkan dan jangan disahkan oleh DPR. Hidup Buruh…Merdeka,” teriak Antoni Pasaribu saat menyampaikan orasinya.

Setelah melakukan orasi selama dua jam, akhirnya pihak Pemko Medan bersedia menerima perwakilan dari massa buruh tersebut untuk berdialok langsung dengan Plt Walikota Medan dengan dibatasi hanya 20 orang saja dari perwakilan buruh.

Setelah 20 orang perwakilan buruh tersebut memasuki ruang rapat kantor Walikota Medan, lagi-lagi perwakilan buruh tersebut sangat kecewa, karena mereka hanya diterima berdialog dengan Asisten Etbang Pemko Medan dan Kadisnaker Medan. Suasana ruang rapat seketika ricuh dan perwakilan buruh tersebut melontarkan protes keras agar bisa berdialok langsung dengan Plt Walikota Medan.

“Kalau Plt Walikota Medan tak mau jumpa sama kami, untuk apa kita teruskan dialok ini, ngak ada gunanya. Lagipula sudah dua kali ini kita aksi demo, setiap dialog diruangan ini, tak pernah kita dikasi minum, apa udah ngak ada lagi anggaran biaya dikantor ini. Kalau gitu biar kami yang beli minum sendiri, Kami SPSI masih punya anggaran kok,” ucap Supranoto, Sekretaris DPC SP LEM Medan seraya mengeluarkan beberapa lembaran uang ratusan ribu dan menyuruh Satgas SP. LEM Medan untuk beli Aqua botol dingin tiga kotak.

Karena situasi tak kondusip, Akhirnya Kadisnaker Medan mencoba menghubungi Plt Walikota Medan. Setelah menunggu setengah jam, akhirnya Plt Walikota Medan hadir diruang rapat tersebut.

Ketua K.SPSI Medan Jahotman Sitanggang, SH yang mewakili bicara dari beberapa elemen SPA menyampaikan tiga tuntutan dari kegiatan aksi yang digelar hari itu.

“Terima kasih kami pada pak Plt Walikota Medan yang akhir bersedia berdialog dengan kami. Ada tiga tuntutan kami pak, Pertama kami menolak dengan keras Omnibus Law, Kedua kami minta SK Dewan Pengupahan diperpanjang, karena sudah habis masa berlakunya dan yang ketiga kami minta gaji Dewan Pengupahan segera dibayarkan yang sudah 6 bulan tak dibayar,” jelas Ketua K.SPSI Medan tersebut.

DEMO BURUH MEDAN

Menanggapi tuntutan buruh tersebut, Plt Walikota Medan Ir.H Akhyar Nasution akan segera menyikapi tuntutan tersebut, ia akan membentuk tim dari Pemko Medan yang akan dikomandoi oleh Kadisnaker Medan dalam menindak lanjuti tuntutan buruh tersebut.

“Saya minta maaf, karena tadi saya ada rapat dikantor DPRD Medan, mengenai Omnibus Law, kita akan kirim surat kepemerintah pusat yakni Menteri Tenaga Kerja dan DPR RI terkait tuntutan buruh yang menolak Omnibus Law, lalu tentang SK Dewan Pengupahan dan tertunggaknya gaji Dewan Pengupahan akan segera diselesaikan oleh Kadisnaker,” terang Akhyar Nasution pada 20 orang perwakilan buruh tersebut.

Setelah melakukan dialog, 20 orang perwakilan buruh tersebut kembali bergabung dengan ribuan buruh yang menunggu hasil dialog tersebut. Antoni Pasaribu dari F.SPTI menyampaikan hasil keputusan dialog dengan Plt Walikota Medan yakni, “Saudara-saudaraku semuanya, Bahwa tuntutan kita hari ini berhasil GOL…….!!!,” kata Antoni Pasaribu dihadapan ribuan buruh tersebut dengan disambut tepuk tangan.

Setelah menyampaikan orasi didepan kantor Walikota Medan, lalu massa buruh tersebut melanjutkan orasinya dengan berjalan kaki menuju kantor DPRD Medan dan DPRD Sumut.

(Zainal Abidin)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 70 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 120 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 93 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 92 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 79 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 447 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler