Home » Daerah » Masyarakat Desa Pasir Lancat UB Hadiri Panggilan Inspektorat Terkait Aduan Masyarakat

Masyarakat Desa Pasir Lancat UB Hadiri Panggilan Inspektorat Terkait Aduan Masyarakat

Pirnas.com 07 Agu 2020

PIRNAS.COM | PALUTA – Masyarakat Desa Pasir Lancat UB datangi kantor Inspektorat Padang Lawas Utara guna hadiri panggilan terkait dugaan penyalah gunaan pengelolaan anggaran dana desa, Desa Pasir Lancat, Kecamatan Ujung Batu, kabupaten Padang lawas Utara tahun 2016 dan 2018, Kamis (6/8/2020).

Dalam hal ini masyarakat desa Pasir Lancat UB Paluta yang tergabung dalam IMMPL (Ikatan Mahasiswa Masyarakat Desa Pasir Lancat) Aroma Hasibuan dan Erwin Hamonangan Hasibuan merasa heran setelah menerima dan membaca isi dan tujuan panggilan tersebut.

“Yang saya herankan kenapa yang dipanggil hanya beberapa orang saja padahal masih banyak masyarakat desa Pasir Lancat yang lebih paham tentang desa, kok ini malah pilih – pilih”, ungkapnya.

Dalam kesempatan pertemuan di kantor Inspektorat Paluta pihak Inspektorat menyambut kehadiran perwakilan masyarakat dengan baik mungkin karena sudah memang di persiapkan.

Erwin Hamonangan Hasibuan langsung mempertanyakan kenapa hanya beberapa orang saja yang dipanggil.

Inspektorat Paluta menjawab (Mahmuddin Harahap), “Karena dari 50 orang pengadu atas nama masyarakat UB, 16 orang yang kami panggil mungkin sudah cukup untuk sebuah laporan untuk dimintai keterangan dalam sebuah laporan. Namun jika masyarakat merasa masih ada yang ingin menyampaikan keterangan boleh saja, inspektorat / kantor selalu terbuka untuk masyarakat mana khususnya masyarakat warga Paluta yang ingin menyampaikan aspirasinya di kantor inspektorat terkait masalah desa kami siap melayaninya”, pungkasnya.

Setelah melalu perbincangan masyarakat yang hadir pada kesempatan diberi buku atau sebuah kertas HVS yang sudah berisi beberapa pertanyaan yang akan di isi sesuai dengan pengetahuan terkait dugaan penyalah gunaan anggaran dana desa pasir lancat UB sesuai dengan laporan yang ditundingkan.

Masyarakat desa Pasir Lancat berharap kepada instansi terkait menginginkan agar kiranya apa – apa yang tertuang dalam laporan RAB tahun 2016 dan 2018 dapat di tunjukkan di depan masyarakat.

“Agar kami tahu dimana dan apa saja yang menjadi milik bersama/ased desa, yang kami lihat mulai kucurnya anggaran DD dan ADD hanya batu yang berserakan dan setelah kami melihat dalam laporan ternyata masih banyak lagi barang barang yang menjadi milik desa, kami hanya ingin melihat dimana dan apa saja”, ungkap Hj Khayati Nasution kepada tim inspektorat yang jhadir pada pertemuan tersebut.

Menurut MH sesuai dengan janji sekretaris inspektorat kemaren tanggal 12 Agustus masyarakat sudah mendapat hasil, “mungkin ini belum bisa kami nyatakan berhubung kepala kepala desa masih mengikuti bimtek di Medan Sumatra Utara, jadi kami berharap (inspektorat) masyarakat desa Pasir Lancat bersabar”, pungkas M H.

(PHAS)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 68 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 119 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 92 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 90 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 77 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 444 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler