banner 728x250
Daerah  

MAFIA SOLAR MERAJALELA BERSEBELAHAN DENGAN SPBU NEGERI LAMA LABUHAN BATU

Labuhan Batu, pirnas.org & pirnas.com | Negeri Lama Kecamatan Bilah Hilir Kab. Labuhan Batu, terkesan ramah tamah namun satu sisi terlihat usang dikarenakan langkanya solar dan premium, di SPBU Negeri Lama.

Bila bahan bakar solar juga premium, masuk ke SPBU Negeri lama hanya berusia beberapa jam saja, keterangan seorang sopir yang tidak ingin disebutkan namanya. Dan sangat kecewa bila ingin mengisi solar, kerap tidak mendapat, karena terduga terlambat langkah.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Menerima laporan keluhan Masyarakat, wartawan pirnas Labuhan Batu (Team) 24 oktober mencari tau penyebab kelangkaan minyak solar tersebut di SPBU Negeri Lama.

Ternyata Solar tersebut kerap setiap hari ditimbun di samping rumah seorang Mafia, (Nbn) yang masih tetangga SPBU tersebut.

Minyak solar tersebut ditumpuk persis di samping rumah dibelakang gerasi mobil mafia tersebut, adapun lokasi dugaan penumpukan solar tersebut lebih kurang lima rumah sehabis SPBU Negeri Lama, sebelah kanan menuju Tanjung Sarang Elang.

Diakui seorang warga (Br. Nbn), bahwa benar seorang terduga adalah menjual solar tanpa izin, yang dibeli dari SPBU tersebut untuk meraup keuntungan.

Menurut keterangan (br. Nbn) solar beliau dalam setiap hari terjual minimal 27 jerigen / harinya, bahkan sampai mencapai 35 jerigen.

Jawaban atas keluhan bapak sopir, telah terjawab atas kelangkaan minyak solar juga premium di SPBU Negeri Lama bahwa solar tersebut dikuras oleh mafia (Nbn), yang menjadi tanda tanya, apakah pihak SPBU sepakat? Atau alasan apa hingga mafia tersebut bisa memperoleh solar dari SPBU sebanyak demikian.

Bila sudah terjawab, sangat-sangat diharapkan langkah selanjutnya pihak kepolisian, khususnya bagian Ekonomi Polres Labuhan Batu guna mengusut tuntas atas hal ini.

Menurut keterangan Masyarakat yang terangkum dalam konfirmasi, Aktifitas ini telah berjalan dua tahun lamanya, judi juga, kasus-kasus pelanggaran hukum lainnya cepat terciduk.

Namun kenapa mafia semacam ini melenggang seolah tidak terlihat, sementara aktifitas berlangsung dipinggir jalan poros.

Mengingat apa yang dilakukan Mafia juga pihak SPBU, telah merugikan konsumen, kiranya pihak hukum dapat mengusut tuntas atas kecerobohan yang dilakukan mafia tersebut. Terlebih-lebih Manager Pertamina, agar memberi sanksi pada pihak Perusahaan SPBU yang merugikan konsumen.

(Rahmat Siregar & Team)