Home » Daerah » KEPALA DESA HILIBADALU KEC. SOGAE’ADU MENGATAKAN DIA Pj KADES MASYARAKAT MENILAI BODOH

KEPALA DESA HILIBADALU KEC. SOGAE’ADU MENGATAKAN DIA Pj KADES MASYARAKAT MENILAI BODOH

Pirnas.com 08 Jul 2020

PIRNAS.COM | NIAS – Dengan sejumlah pemberitaan yang ditayangkan dibeberapa medsos, media elektronik yang berisi dengan bantahan Kepala Desa Hilibadalu Dimana Kades Hilibadalu mengatakan bahwa dia hanya mengambil gaji 30 juta bukan 38 juta dan baja ringan yang 60 batang dan sisa besi yang dibelanjakan benar ada di rumah Kades,
sehingga wakil ketua BPD Hilibadalu angkat bicara dalam pernyataan Kades tersebut.

Wakil ketua BPD yang berinisial SL menyampaikan kepada awak media bahwa pernyataan Kades tersebut dalam prinsipnya sah-sah saja dia (kades) melakukan bantahan terhadap laporan masyarakat atas dirinya, baik melalui media ataupun melalui jalur hukum lainnya, akan tetapi perkara ini lagi berproses dan ini baru di audit oleh instansi inspektorat Kabupaten Nias.

“Sehingga penilaian itu masih belum kita tau bahwa dia (kades red) benar atau salah”, ungkap SL.

Tapi anehnya Kades mampu menyatakan bahwa dia tidak bersalah, dan malahan mengungkapkan kata tentang penyesatan, “jadi menurut saya ini perlu diklarifikasi atau di luruskan supaya jangan menyesatkan masyarakat”, kata kades di pemberitaan sebelumnya.

Lanjut SL mengatakan bahwa unsur BPD dan Pemdes bersama masyarakat sudah beberapa kali melakukan mediasi supaya dilakukan pembenahan dari tanggal 4 Maret, tanggal 9 Maret, tanggal 15 Maret, tanggal 19 Maret namun tidak pernah mencapai titik kesepakatan karena setiap dilakukan pertemuan Kasikesra dan kades secara bergantian tidak menghadiri pertemuan.

Lanjut pada tanggal 19 Maret 2020 kades membuat laporan realisasi, dan wakil BPD bertanya kepada Kades atas dasar apa membuat laporan realisasi sedangkan KASI KESRA tidak ada, jadi disitulah terjadi tanya jawab antara BPD dan Kepala Desa, sehingga pada pertemuan tersebut BPD dan kades bersama masyarakat menolak atau tidak menyetujui kegiatan desa tahun 2019 dengan alasan karna tidak sinkronnya kegiataan yang dibidangi oleh Kasi Kesra.

Pertemuan tersebut yang dihadiri oleh pendamping desa, unsur BPD, Kepala Desa, seluruh perangkat desa dan perwakilan tokoh – tokoh masyarakat dengan bersama-sama tidak menyetujui laporan Realisasi penggunaan DD tahun 2019 yang dibuat dalam berita acara ditanda tangani oleh Kepala desa, unsur BPD dan perwakilan masyarakat.

Dengan adanya penolakan laporan pertanggung jawaban tersebut sangat disayangkan pernyataan Kepala Desa kepada BPD “ok kita lihat saja nanti siapa yang salah palingan masuk penjara”, “jadi kami BPD tidak bisa berbuat apa-apa karena Rencana Anggaran Biaya (RAB) Kades tidak memberikan kepada BPD”, ujar Soziduhu Lombu.

Dia menambahkan, dikatakan Kades hanya 7 0rang yang melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa Hilibadalu, tetapi kenyataannya 198 0rang yang menandatangani laporan masyarakat disertai nomor induk kependudukan (NIK).

Jadi masyarakat menilai pernyataan Kepala Desa Hilibadalu di dalam pemberitaan media online adalah suatu pembohongan publik. “Pada saat RDP di DPRD Kabupaten bersama Camat, Dinas PMD, Inspektorat dan masyarakat, disitulah kami BPD baru tau semua bahwa ada kelebihan baja ringan sebanyak 60 batang yang tersimpan dirumah Kades, keramik 17 kotak yang masih belum terpakai, setelah ada pemeriksaan dari inspektorat datang kelapangan untuk melakukan pemeriksaan dan disitu kami tau lagi bahwa ada beberapa item barang belanjakan dari 2018 belum terpakai. Tahun 2019 belum dibuat berita acara tentang barang yang belum terpakai, apakah barang yang tersisa di 2018 sudah dipakai di 2019 atau tidak, dan sampai sekarang belum ada berita acaranya. Dan menurut pengakuan Suplaiyer bahan material UD. CANDRA SPJ untuk Dana Desa T.A 2019 belum ditandatanganinya”, Jelas Sozi Lombu.

“Inspektorat telah memanggil dan memeriksa kami BPD pada tanggal 29 juni 2020 lalu, Kami BPD sudah menjelaskan tentang pengambilan dua sumber gaji (Gaji ASN dan Kepala Desa), saya selaku wakil ketua BPD sudah mengingatkan beliau untuk tidak mengambil gaji dari dua sumber, tapi beliau mengatakan bahwa tidak dilarang, ketika ketahuan maka akan dikembalikan. Tapi anehnya, kenapa laporan/SPJ bisa diterima Dinas PMDK dan Bapak BUPATI Nias sedangkan hal itu sudah ada dilaporan bahwa telah menggunakan gaji tersebut dari 2018 sampai 2019 satu tahun penuh”, tutur Soziduhu Lombu.

Harapan BPD dan masyarakat Desa Hlibadalu, Inspektorat Kabupaten Nias adil dan tegas memproses laporan masyarakat Desa Hilibadalu, sehingga peruntukkan Dana Desa tepat sasaran dan bisa menjadi pembelajaran di 170 Desa yang ada di kabupaten Nias. “Dan bila Inspektorat melalaikan laporan kami ini, maka ratusan warga Desa Hilibadalu siap turun mempertanyakan dan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Inspektorat Kabupaten Nias”, tegasnya mengakhiri.

Tokoh masyarakat mewakili masyarakat Desa Hilibadalu yang berisial AL mengatakan supaya penyalagunaan wewenang atas Dana Desa dan ADD oleh Pemerintahan Desa Hilibadalu di ungkap aparat penegak hukum maupun Tim audit Inspektorat secara jelas dan transparan tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Kami masyarakat menilai pernyataan Kepala Desa di media online terlampau terburu-buru, bukan mendingikan hati kami masyarakat, malah kekecewaan karena masalah ini sedang dalam proses hukum. Kami percaya Inspektorat adil dan mampu mengusut tuntas kasus ini, sehingga jika ada indikasi pelanggaran hukum, maka menjadi pelajaran berharga kepada Kepala Desa Hilibadalu secara khusus dan Kepala Desa lainnya. Seperti Instruksi bapak Presiden RI mengatakan, awasi dan laporkan penyalagunaan ADD/DD, dasar itulah sebagai masyarakat peduli dengan Desa kami” tutur AL.

Salah satu perwakilan Tokoh Masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa masyarakat Desa Hilibadalu menyampaikan dan mohon kepada pihak pemerintah dan penegak hukum supaya masalah di desa Hilibadalu cepat terselesaikan dan pada intinya berapapun angka dalam Rupiah penyelewengan DD dan ADD baik dalam bentuk pengambilan siltap ataupun penggelembungan HOK dan belanja barang, “kami Masyarakat Desa Hilibadalu kec. Sogaeadu berharap proses pelaporan ini berjalan dengan baik karna kami masyarakat tidak ragukan indenpensi pemerintah baik Inspektorat, kejaksaan”, katanya.

Menurut masyarakat Desa Hilibadalu menilai ratusan juta rupiah kerugian Negara pada laporan mereka, tapi Kita menunggu hasil LHP dari Inspektorat Kabupaten Nias.

Dari hasil Konfirmasi awak media kepada Kades Hilibadalu bertempat dikantor desa Hilibadalu mengatakan ” bahwa bukan hanya Rp. 30 jt siltap (penghasilan tetap ) yang saya (kades) terima tapi Rp. 40,5 jt. Sebelumnya saya mengambil siltap karna sudah sesuai juknis yang disampaikan kepada kami karna didalam juknis itu bukan kades tapi Pj. saya (kades) tidak tau ada peraturan Bupati (Perbup) yang melarang bahwa tidak boleh mengambil 2(dua) siltap yang bersumber dari APBD maupun APBN

Lanjut Kades menyampaikan bahwa belanja barang seperti : Baja ringan, besi dll masih ada dan bisa dipertanggung jawabkan.

Ditambahkan Kades “sebelumnya saya seorang ASN atau pegawai negeri sipil dan
Mengenai Perbup tentang pengelolaan DD dan ADD saya tidak tau karna tidak pernah dikasih atau diberikan kepada saya oleh Atasan saya baik dari kecamatan maupun Dinas PMD.

Seterusnya pada pengajuaan APBDes untuk verifikasi ditingkat kecamatan maupun ditingkat Kabupaten tidak pernah ada teguran bahwa pengambilan siltap di ADD yang bersumber APBD tidak diperbolehkan.

Dari pernyataan kades Hilibadalu sangat disayangkan bahwa kades Hilibadalu mengatakan bukan kades tapi Pj Salah tokoh masyarakat yang berinsial SIG mengatakan bahwa kades Hilibadalu Ling lung dan bodoh karna dia (kades ) tidak tau tupoksinya, masa dia bukan kades tapi Pj sedangkan tahun 2018 dia yang memenangkan pemilihan Kades dan telah dilantik oleh Bapak Bupati Nias pada bulan Agustus tahun 2018. saya sebagai masyarakat bertanya kenapa seorang ASN ini di pertahankan oleh Pak Bupati yang tidak tahu menahu Tugas dan Tupoksinya.

Dari pantauan Media, Inspektorat Kabupaten Nias telah memanggil dan memeriksa Masyarakat pelapor, terlapor dan BPD Hilibadalu. Sampai berita ini diturunkan, Inspektorat Kabupaten Nias sebagai pengaudit masih belum di konfirmasi awak media.

(Martyn war dan Tim)

Tags :

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Zaid Harahap: Setiap Tahun Desa Se-Kabupaten Labuhanbatu Mendapat Dukungan Dana 25 Miliyar

Hidayat Chan

23 Feb 2026

Post Views: 33 Labuhanbatu,PIRNAS.COM-Asisten III Zaid Harahap mengatakan, berdasarkan peraturan menteri keuangan Republik Indonesia nomor 7 tahun 2026 tentang pengalokasian dana desa setiap desa tahun 2026 untuk kabupaten labuhanbatu mendapat dukungan dana desa sebesar 25 milyar rupiah. “ Dana tersebut diperuntukkan sebagai pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Asisten III. saat memimpin Apel gabungan kelompok …

Bupati Labuhanbatu Tegaskan SPPG Jaga Kualitas MBG

Hidayat Chan

22 Feb 2026

Post Views: 108 Labuhanbatu,PIRNAS.COM-Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM, menegaskan pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjaga kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Grand Opening dan Bukber SPPG Sioldengan 3 yayasan Hasna Kuliner Putri di jalan Martinus Lubis Kelurahan Rantau Prapat,Minggu …

Sambut Ramadhan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Gelar Doa Bersama

Hidayat Chan

17 Feb 2026

Post Views: 352 Labuhanbatu,PIRNAS.COM -Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menggelar kegiatan Doa Bersama yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Kompleks Rumah Dinas Bupati, Selasa malam (17/02). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus sebagai wujud kesiapan spiritual jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah. Bupati Labuhanbatu dr.Hj. …

Peringatan Hari Pers Nasional Di Labuhanbatu Berlangsung Meriah, PWI Gandeng Forkopimda 

Hidayat Chan

17 Feb 2026

Post Views: 305 Labuhanbatu,PIRNAS.COM-Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kabupaten Labuhanbatu berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Labuhanbatu ini menggandeng unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk sinergi antara insan pers dan pemerintah daerah. Acara yang berlangsung hangat tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari …

Bedah Buku Biografi Filsuf Pesisir Pantai, Bupati Labuhanbatu: Ilmu dan Akhlak Harus Sejalan .

Hidayat Chan

16 Feb 2026

Post Views: 291 LABUHANBATU,PIRNAS.COM-Mengikuti bedah buku biografi H. Ibrahim Yusuf, sosok Ulama dan Filsuf dari Pesisir Pantai, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp. OG, MKM, menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh tamu undangan dan keluarga besar Nur Ibrahimi Rantauprapat yang turut menghadiri rangkaian acara di halaman sekolah YPI. Nur Ibrahimi Rantauprapat jalan SM Raja Rantauprapat, …

Jelang Ramadhan, Forkopimda Labuhanbatu Perkuat Sinergi Pastikan Kondisi Aman dan Kondusif

Hidayat Chan

16 Feb 2026

Post Views: 353 RANTAUPRAPAT,PIRNAS.COM -Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Labuhanbatu menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di aula Mapolres Labuhanbatu, Senin 16/2/2026. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas keamanan, ketersediaan pangan, serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah di wilayah Labuhanbatu. Poin Utama Pengamanan Ramadhan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu …

Kategori Terpopuler