banner 728x250
Daerah  

DESA BEA MELAKSANAKAN MUSREMBANG TAHUN 2020 DAN MENGEVALUASI ASET DESA

Muna, pirnas.org & pirnas.com | Desa Bea, Kec. Kabawo, Kab Muna, melaksanakan musyawarah perencanaan dan pembangunan (musrembang) desa yang bertempat di Balai Desa Bea, senin (11/11/2019).

Rapat tersebut dihadiri oleh pendamping desa, ‘Babimsa’ sertu Ld Armin, Plt. kades Ld Asman, dan ketua BPD Drs Langkamuda beserta anggotanya dan para masyarakat.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Acara musrembang dibuka oleh Plt. Kades Ld Asman dengan menjelaskan bahwa rapat pada hari ini dengan tema/agenda musrembang Desa Bea tahun anggaran 2020 di lanjutkan dengan evaluasi aset desa.

“Acara musrembang ini merupakan agenda tahunan untuk bahan acuan dalam penyusunan RKP desa dengan tujuan penggunaan anggaran lebih transparan dan dapat dinikmati oleh seluruh masarakat desa Bea tanmpa terkecuali”, ucap Ld Asman.

Selanjutnya pendamping desa mengatakan bahwa pihak pemerintah harus memperhatikan usulan masyarakat dan transparan dalam pengelolaan keuangan desa, sebab setiap ahir tahun LPJ Desa ada pemeriksaan dari inspektorat atau BPKP terhadap laporan Kades terkait penyelenggaraan pemerintahan tahunan.

Senada dengan pendamping desa, ketua BPD Drs Langkamuda berharap dengan adanya rapat musrembang ini dapat menghasilkan kesepakatan yang baik untuk masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, yang bebas dari praktek KKN.

Lanjut pembahasan evaluasi aset Desa, masyarakat mempertanyakan aset Desa yang di kelola oleh BUMDes berupa traktor dan penyertaan modal dari desa sebesar Rp 30 juta, dan sampai saat ini jumlah uang khas BUMDes sisa Rp 4 juta.

“Iya sejak pertama BUMDes didirikan tidak ada perhatian dari Pemdes dan keanggotaanya tdk aktif hanya saya sendiri yang kelola itu pun saya tadak terlalu perhatikan BUMDes. Alhasil BUMDes tidak berjalan dengan baik malah mengurangi/mengambil modal Bumdes itu sendiri.
Rincian Pengeluaran Bumdes :
1. Mengikuti bimtek kabupaten Rp 7 jta.
2. Biaya perawatan Bumdes Rp 12 jta
3. Di pinjam mantan kades Rp 7 jta
4. Di pinjam Bendahara Rp 7 Jta.” Ucap Bahnam A. Ketua Bumdes

Hal ini membuat kaget masyarakat pasalnya traktor yang dikelola BUMDes tidak menyumbang PADesa dan diduga telah dimanfatkan oleh okunum aparat desa untuk mengambil keuntungan dalam pengelolaan BUMDes ini.

Dan masyarakat tidak terima akan hal ini, masyarakat akan mempertanyakan terkait kasus yang melibatkan BUMDes ini dan akan menempuh jalur hukum jika ada indikasi korupsi didalamnya.

“Saya akan mendalami kasus ini jika benar ada oknum yg bernaim main dengan anggaran keuangan BUMDES ini”. Ucap masyarakat yang tidak mau disebut namanya.

Kemudian Babimsa Sertu LD Armin berpesan kepada masyarakat untuk membuat komitmen bersama untuk menata ulang kembali terkait dengan aset Desa.

“Saya berharap semua masyarakat membuat keputusan bersama untuk menata kembali aset Desa supaya pemanfatanya betul-betul bermanfaat bagi masyarakat”, Ucapnya.

(Hasidi)