banner 728x250

Selamat Natal, Menghargai Orang Yang Berbeda Pandangan

PIRNAS.COM & PIRNAS.ORG | YOGYAKARTA – “Terima kasih ucapan Natalnya Pak Aqua. Semoga selalu Sehat & Bahagia dengan keluarga serta sukses. Amin.” Demikian respon WA senada yang hari ini saya terima dari Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Santos Gunawan Matondang dan banyak teman lainnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1420/XII/2019 tanggal 17 Desember 2019, seperti dalam rilis Puspen TNI, Rabu (18/12/2019) lalu, ada 50 perwira tinggi (Pati) TNI yang dimutasi. TNI AD sebanyak 26 Pati, TNI AL 10 Pati, dan TNI AU 14 Pati.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Dari 50 Pati yang dimutasi di antaranya adalah Mayjen Santos Gunawan Matondang yang kini menjadi Pangdam XIII/Merdeka dan Mayjen Andi Sumangerukka UH jadi Pangdam XIV/Hasanuddin.

Rabu tadi pagi (25/12/2019) begitu bangun tidur di Yogyakarta, setelah melakukan aktivitas rutin termasuk sholat Subuh, saya mengirimkan WA ke banyak teman yang beragama Protestan dan Katolik termasuk ke Santos Gunawan Matondang. Inti isi WA-nya adalah mengucapkan Selamat Natal kepada mereka.

Aktivitas ini sudah saya lakukan sejak puluhan tahun lalu ketika masih tinggal di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Karena waktu itu belum ada media sosial, sehingga menyampaikan ucapannya secara langsung.

Pertanggungjawabannya ke TUHAN, Saling Menghormati dan Menghargai meski berbeda Keyakinan.

Sejak kecil sampai sekarang ini sebagian teman saya adalah nonmuslim termasuk yang beragama Nasrani. Setiap Hari Raya mereka, saya selalu mengucapkan Selamat. Begitu juga sebaliknya, ketika Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, mereka melakukan hal serupa kepada saya.

Alhamdulillah sampai sekarang komunikasi dan hubungan saya dengan semua teman itu baik dan harmonis. Kami saling menghormati dan menghargai.

Kami juga sama sekali tidak mempermasalahkan mengenai ucapan Selamat yang disampaikan. Sedikit pun tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi beberapa tahun terakhir ini.

Biasanya menjelang Natal dan saat hari H-nya, ramai komentar pro dan kontra mengenai hukum mengucapkan Selamat Natal. Hal ini sedikit banyak berpengaruh dalam komunikasi terutama dengan orang-orang yang berbeda keyakinan.

Pertanggungjawabannya hanyalah ke TUHAN. Karena itu tanpa sedikitpun ragu, sejak puluhan tahun lalu sampai hari ini saya mengucapkan Selamat Natal kepada teman-teman yang merayakannya. Alhamdulillah responnya positif sekali seperti yang saya terima sejak tadi pagi hingga siang ini.

Perbedaan Pandangan Jangan Membuat Silaturahim Jadi Rusak.

Bagaimana dengan teman-teman muslim yang tidak mau mengucapkan Selamat Natal? Saya menghargai mereka karena itu adalah sikap mereka dan urusan masing2 sehingga pertanggungjawabannya juga personal.

Saya yang sejak puluhan tahun lalu selalu mengutamakan silaturahim secara universal, tidak mau komunikasi dan hubungan saya rusak dengan seseorang karena perbedaan dalam menyampaikan Selamat Natal itu. Saya memutuskan memilih sesuai dengan keyakinan dan hati nurani saya.

Di sisi lain, saya berharap agar orang-orang yang berbeda pandangan dengan saya tetap menghargai keputusan saya. Sebagaimana sikap saya pada putusan mereka.

Intinya, jangan sampai karena perbedaan pandangan membuat silaturahimnya jadi rusak. Sementara kebenaran hanya mutlak pada TUHAN.

Pada kesempatan ini dengan kerendahan hati dan penuh ketulusan saya sekeluarga mengucapkan Selamat Natal kepada saudara2 saya yg merayakannya. Semoga selalu damai di hati dan sekeluarga mendapatkan yang terbaik dari TUHAN serta bersukacita selama merayakan Natal. Aamiin…

Dari Salatiga saat sedang hujan lebat (Pukul 14.00 WIB) saya ucapkan selamat menghargai perbedaan dengan tetap menghormati sesama dan intens silaturahim. Salam hormat buat keluarga.