banner 728x250

PTPN 3 SAAT INI

Ket. Photo : Patar Simorangkir, SE : Ketua DPD LSM PKRN Kab. Labuhanbatu Raya

pirnas.prg & pirnas.com | Melihat visi PTPN3 yaitu :“Menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik”.

Sedangkan misi PTPN3 point 7 yaitu :“Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan”.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Dengan strategi misiatif opex (operasional excelent) ternyata semua hal di atas hanya isapan jempol, karena tidak dilaksanakan /dipedoman lagi. Dari kenyataan perbuatan di lapangan terkesan PTPN3 tinggal asal berjalan saja.

Setiap tgl 17/bulan berjalan pada saat upacara bendera di seluruh unit kerja PTPN3, 12 paradigma bisnis baru disosialisasikan melalui pembacaan oleh petugas dan seluruh peserta upacara ikut. Salah satu point dari 12 paradigma PTPN3 adalah :

  • Point 1 :

“Perubahan perbaikan dan peningkatan metode adalah satu keharmonisan”

  • Point 12 :

“Seluruh aktivitas perusahaan harus berorientasi pada peningkatan mutu dan lingkungan”

Ternyata semua tingkatan managemen yang hadir tidak lagi sadar bahwa tanggung jawab pembangunan masa depan PTPN3 ada pada seluruh karyawan.

Hal ini berkaitan hasil temuan tim bidang investigasi DPD LSM PKRN Labuhanbatu Raya di wilayah kerja kebun-kebun distrik manager labuhanbatu II dan distrik manager labuhanbatu III dimana pengelolaan pekerjaan sudah menyimpang dari IK (Instruksi kerja) dan surat perjanjian kerja (SPK) dimana pengawasan pekerjaan yang seharusnya juga dilakukan oleh karyawan semua tugas dan tanggung jawabnya tidak lagi berjalan. Pekerjaan yang belum dikerjakan juga di bayar hingga areal atau lapangan menjadi semak sekali dan pasti pada akhirnya menggangu pencapaian target produksi dan laba perusahaan. Penyalahgunaan wewenang sesuai UU No. 31 tahun 1999 jo No: 20 tahun 2005 sudah menjadi budaya dan tidak ada rasa malu lagi diantara sesama karyawan PTPN3.

Begitu juga areal daerah aliran sungai yang ditetapkan sebagai daerah konservasi oleh Badan RSPO dan terdokumentasi. Pada tahun 2000an seluruh areal daerah aliran sungai sudah ditanami dengan tanaman konservasi dan biayanya sangat tinggi yang pada akhirnya PTPN3 mendapat sertifikasi dari badan RSPO.

Tetapi saat ini pengelolaan areal DAS (Daerah aliran sungai) sesuai dokumentasi RSPO tidak sesuai lagi, malah masih ada personil setingkat karpim PTPN3 belum mengerti atau memahami pengelolaan areal DAS, dan temuan tim bidang investigasi DPD LSM PKRN tidak mendapat tanggapan pihak managemen kebun, distrik, dan SEVP PTPN3, yang lebih mengherankan lagi secara rutin/terprogram pemeriksaan penggelolaan areal DAS dilaksanakan oleh pihak afdeling kebun, distrik, kasubdiv system managemen PTPN3 dan oleh badan sertifikasi RSPO, tapi seakan semua tidak melihat kondisi areal DAS yang tidak sesuai dokumen RSPO. Bagaimana mungkin sertifisikasi PTPN3 masih berlanjut ?

DPD LSM PKRN Kabupaten Labuhanbatu Raya hanya ingin membantu sebagai sosial kontrol agar perusahaan BUMN (plat merah) menunjukkan kinerja prima sesuai dengan VISI dan melaksanakan UU No: 32 tahun 2009 tentang perlingdungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta UU No: 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Hingga apa yang menjadi target PTPN3 dan pemerintah (Presiden Jokowi melalui menteri BUMN) dapat tercapai (perusahaan BUMN penyumbang laba yang tinggi untuk Negara).

 

PATAR H. SIMORANGKIR

KETUA DPD LSM PKRN Labuhanbatu Raya