banner 728x250

PERLU DIWASPADAI, INILAH 5 PENYAKIT AKIBAT KABUT ASAP

PIRNAS | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa provinsi sumatera dan kalimantan, membuat sejumlah wilayah dan negeri tetangga tertutup oleh kabut asap tebal, akibatnya udara menjadi buruk.

Udara yang buruk tentu mengakibat dampak tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Sejumlah warga, Riau dan Sumatera Utara, kini menderita berbagai penyakit. Selain ISPA, mereka umumnya mengalami iritasi mata, iritasi kulit, serta asma.

Berikut 5 penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap seperti dilansir dari depkes.go.id :

1. Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)
Walau penyebabnya adalah virus, paparan kabut asap yang intens dapat melemahkan kemampuan paru dan saluran pernapasan untuk melawan infeksi. Sehingga meningkatkan risiko seseorang terkena ISPA, terutama anak-anak dan lansia.

2. Asma

Penyakit ini terkenal dengan penyakit genetik. Namun, asma juga dapat disebabkan oleh buruknya kualitas udara. Kabut asap akibat karhutla membawa partikel berukuran kecil yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu sistem pernapasan. Penduduk yang mengidap asma, terutama anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terhadap ancaman kabut asap.

3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
PPOK merupakan penyakit radang paru, penyakit ini merupakan gabungan penyakit pernafasan semisal bronkitis. Kabut asap dapat memperburuk kinerja paru-paru dan dalam jangka panjang dapat memunculkan PPOK.

4. Penyakit jantung
Kabut asap mengandung partikel mini yang dikenal dengan PM2,5. Saking kecilnya, partikel ini bisa masuk ke saluran pernapasan. Jika terus-terusan terpapar, penelitian menunjukkan seseorang dapat mengembangkan risiko penyakit jantung dan stroke.

5. Iritasi
Tak perlu waktu lama, paparan kabut asap dapat berpengaruh langsung dan menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, hidung. Termasuk memicu timbulnya sakit kepala hingga alergi. Iritasi ditandai dengan kemerahan, gatal, kering, hingga radang.

Selain terus menggunakan masker, Kementerian Kesehatan menghimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, mengonsumsi lebih banyak air putih, dan menutup rapat ventilasi rumah dari asap, demi mengurangi kemungkinan terkena penyakit-penyakit tadi. (Redaksi)