banner 728x250

Liburan ke Singapura Sambil Memberi Pelajaran pada Ara dan Ero

PIRNAS.ORG & PIRNAS.COM | ARTIKEL – Menjelang akhir 2019 kami sekeluarga mendapat rejeki bisa berkumpul bersama. Peristiwa yang jarang terjadi terutama sejak si sulung Ara, panggilan akrab Alira Vania Putri Dwipayana kuliah di Korea University Business School, Seoul, Korea Selatan mulai 2015 lalu atas beasiswa dari pemerintah Korea Selatan.

Ara memutuskan Jumat (20/12/2019) lalu kembali ke Tanah Air. Hanya beberapa jam saja di rumah Bogor. Jumat malam menjelang Sabtu dini hari sampai di rumah. Sabtu siang (21/12/2019) sekitar pukul 11.00 kami berempat termasuk Retno Setiasih dan Savero Karamiveta Dwipayana yang akrab dipanggil Ero, ke Singapura.

Click following link

Keyword dan Negara dengan CPC Tertinggi 2022-2023

Tujuan utamanya liburan bersama. Plus menemani Ara yang sudah jauh-jauh hari mau lihat artis favoritnya JJ Lin konser di Singapore National Stadium, Singapura.

Ara sudah jauh-jauh hari merencanakan menonton konser itu. Begitu senangnya melihat penampilan JJ Lin sehingga Ara dua hari berturut-turut yakni Sabtu tadi malam dan Minggu malam ini menonton konser serupa. Sementara kami bertiga – saya, Retno, dan Ero – memilih aktivitas yang lain.

 

JJ Lin Penyanyi Multi Talenta, Ara 2 Kali Menonton Konsernya di Singapura

JJ Lin adalah penyanyi Mandarin pop yang berasal dari Singapura. Sampai sekarang masih menjadi penyanyi paling populer di Asia.
Tahun lalu dia merilis album teranyarnya yg berjudul “Message in a Bottle”. Lagu itu selalu dibawakannya setiap konser.

Setelah lama vakum, pada 2017 JJ Lin kembali aktif di dunia musik dengan meluncurkan albumnya yg ke-13 berjudul “Message in a Bottle”. Albumnya itu sukses di pasar dan laris manis.

Lagu-lagu hits JJ Lin antara lain “53 Dawns”, “Own the Day”, “You N Me”, “Wings”, “I Don’t Know”, dan “Future Tense”. Dia sempat berkolaborasi dengan Luis Fonsi. Mereka menciptakan versi Mandarin dari single paling topnya “Despacito”.

JJ Lin selama ini dikenal sebagai penyanyi yang multi talenta. Selain bernyanyi dan menulis lirik lagu Mandarin, dia juga pintar memainkan banyak alat musik seperti piano, gitar, drum dan beatboxing. serta juga bernyanyi dan menulis rilik lagu Mandarinnya.

Kelebihannya tersebut membuat JJ Lin sukses dalam karirnya hingga bekerja dalam label yang bergengsi dan memproduksi beberapa karya untuk berbagai musisi top Asia seperti Harlem Yu, A-Mei, dan Comic Boyz. Karyanya telah di kenal sejak debutnya bersama album Music Voyager sampai saat ini.

Ara selama ini sangat menikmati penampilan JJ Lin sehingga sering menghadiri konsernya. Khusus di Singapura penampilannya setiap sesi sekitar 3 jam dengan rata-rata penonton sebanyak 40 ribu orang per sekali tampil.

“Ara suka dengan penampilan JJ Lin sehingga selama di Singapura dua kali menonton konsernya. Ara sangat menikmatinya,” jelas Ara yg memakai uang sendiri untuk membeli karcis dua kali menonton konser tersebut.

 

Sangat Penting, Membesuk Rudy Suardana di Rumah Sakit Mount Elizabet Singapura

Selain nonton konser, saya bersama Retno mengajak Ara dan Ero membesuk Rudy Suardana, orangtua teman akrab saya, Ventje Suardana. Rudy sejak 4 Oktober 2019 lalu untuk yg kesekian kalinya kembali dirawat di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura.

Setiap ada kesempatan, saya silaturahim ke Rudy baik di Surabaya maupun Singapura. Beliau sudah seperti orangtua saya sendiri. Begitu juga Ventje, hubungannya dengan saya sudah lebih dari saudara. Akrab sekali. Alhamdulillah…

Tadi siang kami sekeluarga membesuk Rudy. Kondisinya membaik. Alhamdulillah… Kami sempat menemaninya berjemur ke taman di lantai 4 rumah sakit tersebut. Sekitar 1,5 jam kami bersama Rudy.

Saya dan Retno sengaja mengajak Ara dan Ero membesuk Rudy agar mereka paham bahwa mengunjungi orang yang sedang sakit itu sangat penting. Apalagi Rudy sudah seperti orangtua sendiri.

Selama ini Ara dan Ero mengenal Ventje dengan baik. Bahkan tahun lalu mereka sempat bertemu khusus dengan Ventje di Jakarta untuk mengucapkan terima kasih atas berbagai bantuan yang pernah diberikan Ventje kepada mereka.

Kami sangat bersyukur dan senang karena  kondisi Rudy membaik dibandingkan beberapa bulan lalu saat dibawah ke Singapura dengan pesawat khusus. Alat-alat yang selama ini banyak dipakai Rudy untuk membantu kesehatannya sudah mulai dikurangi secara bertahap.

 

Mengasah “Hati”, Ara dan Ero Putuskan Tempat yang Akan Dikunjungi

Setelah membesuk Rudy, kami silaturahim ke mantan Station Manager Garuda Indonesia Singapura Sunaryo. Sejak Jumat (20/12/2019) lalu Sunaryo sekeluarga ke Singapura.

Tujuan utamanya menghadiri pernikahan mantan anak buahnya. Selain itu jalan-jalan sekaligus nostalgia di negara tetangga tersebut. Sunaryo pernah sekitar 4 tahun tugas di Singapura.

Di luar acara silaturahim ke Rudy dan Sunaryo sekeluarga, kami mempercayakan ke Ara dan Ero untuk menjadi penunjuk jalan selama di Singapura. Mereka yang menentukan dan memutuskan tempat-tempat yang akan dikunjungi. Kami ikut saja.

Salah satu agendanya mampir ke mall yang banyak memberikan diskon. Tidak tanggung-tanggung, potongan harganya sampai 70 persen. Itu pada barang-barang bermerek dan terkenal.

Saat acara kali ini kami tidak sekedar mengajak Ara dan Ero jalan-jalan ke Singapura, tetapi yang utama adalah memberi banyak pelajaran dan pengalaman berharga buat mereka. Sekaligus “mengasah” hati mereka agar lebih peka pada sesama terutama yg sedang mendapat cobaan. Aamiin ya robbal aalamiin…