Home » Daerah » Di Duga Limbah Pabrik Kelapa Sawit(PKS) Yang Berada di Kecamatan Bandar Pulau Mencemari Sungai Aek Sakkur

Di Duga Limbah Pabrik Kelapa Sawit(PKS) Yang Berada di Kecamatan Bandar Pulau Mencemari Sungai Aek Sakkur

Pirnas.com 28 Okt 2023

 

PIRNAS.COM | Asahan – Di duga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di Kc. Bandar Pulau Kabupaten Asahan dengan sengaja mengalirkan limbah cairnya ke sungai Aek sakkur, sehingga sungai Aekksakur seketika berubah warnanya menjadi hitam pekat dan berminyak, ini terjadi pada hari selasa 24 /10 /2023

“ Berdasarkan keterangan dari beberapa warga sekitar titi putih saat di temui ” Awak Media” merekapun membenarkan adanya perubahan warna air sungai Aek Sakkur diduga berasal dari salah satu Pabrik Kelapa Sawit yang berada di Kecamatan Bandar Pulau.” merekapun berharap kepada pihak pihak terkait agar segera menindak lanjuti dan menindak tegas kepada pihak perusahaan yang telah mencemari sungai Aek sakkur ” Harto 45 th, warga desa Rahuning, dengan nada kesal dan kecewa, mengatan ” akibat se enak perutnya sendiri buang limbah ke sungai Aek sakkur ini, membuat sengsara, sebab sungai Aek sakkur ini adalah salah satu sumber untuk mencari nafkah,untuk memenuhi kebutuhan hidup sebagai pencari ikan( red-nelayan tradisional)

Kepala Desa Gunung Melayu, Syaiful Amri kepada sejumlah wartawan / jurnalis di salah satu cafe di Desa Orika, Kamis (26/10).

mengungkapkan bahwa
“Pencemaran sungai Aek Sakkur sudah kerap kali terjadi, yang di duga berasal dari limbah pengolahan kelapa sawit yang ada di hulu sungai Aek sakkur, sehingga berdampak kepada masyarakat di lokasi tersebut yang kesehariannya mempergunakan air sungai untuk kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Terpisah, Camat Rahuning, M Yasir SH sudah mengetahui adanya persoalan terkait pencemaran sungai Aek Sakkur yang diduga disebabkan oleh pembuangan limbah cair pengolahan sawit.

“Begitu mendapatkan informasi, saya langsung memerintahkan Kepala Dusun setempat untuk mencari tau asal muasal limbah cair itu. Setelah menelusuri aliran sungai Aek Sakkur, diketahui jika limbah cair itu dari aliran sungai yang berasal dari wilayah Kecamatan Bandar Pulau,” jelas M Yasir.

Hal tersebut dapat dibuktikan, lanjut M Yasir, berdasarkan dari lokasi pertemuan antara dua sungai (kuala red).

“Berdasarkan amatan di lokasi muara itu, limbah cair industri yang berwarna coklat kehitaman itu berasal dari aliran sungai menuju Kecamatan Bandar Pulau. Jadi kuat dugaan, jika limbah cair industri itu berasal dari salah satu pabrik kelapa sawit di Kecamatan Bandar Pulau,” ucapnya.

M Yasir mengatakan, selain sudah menyusuri aliran sungai Aek Sakkur, pihak Kecamatan Rahuning juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan terkait adanya persoalan itu.

“Saat melakukan koordinasi, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan menyuruh kita agar membuat laporan pengaduan secara tertulis karena sempelnya sudah kita ambil,” ungkapnya.

(Elvian ar)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 36 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 89 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 84 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 88 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 76 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 430 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler