Home » Daerah » Pembanguan JITUT Desa Madura Kecamatan Wanareja Diduga Tidak akan Selesai Tempat Waktu(Mangkrak)

Pembanguan JITUT Desa Madura Kecamatan Wanareja Diduga Tidak akan Selesai Tempat Waktu(Mangkrak)

Pirnas.com 06 Okt 2023

 

PIRNAS.COM | Cilacap – Pembangunan Jitut Blok Sawah Lama KT. Bina Usaha Dusun Ciopat Desa Madura diduga mangkrak, Kabar tersebut disampaikan oleh warga setempat kepada Team Media, yang mana pekerjaan tersebut tidak jauh dari pemukiman warga.

Berdasarkan dari informasi Warga ke Media, selanjutnya ditindak lanjuti oleh media, dengan turun kelokasi pekerjaan. Untuk memastikan apakah betul ada pekerjaan Dinas Pertanian yang terbengkalai. Begitu sampai dilokasi Tim dikagetkan dengan kondisi pekerjaan yang terbengkalai, apa yang disampaikan warga kepada media memang benar adanya.

Yang mana hasil dari Croscek lapangan, didapatkan cuma ada Galian Tanah sepanjang kurang lebih 300M. Dan ada tumpukan batu sebanyak kurang lebih 4 Meter Kubik.

Menurut keterangan warga yang berada dilokasi menyampaikan kepada media, bahwasannya mereka cuma bekerja 3 hari. itupun hanya mengerjakan Galian Tanah dan melangsir Batu. Setelah itu tidak pernah lagi melihat adanya kegiatan di lokasi.
05/10/2023

Pembangunan Jitut Blok Sawah Lama KT. Bina Usaha Dusun Ciopat Desa Madura Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Yang dikerjakan oleh CV. Karya Sumali dengan nomor kontrak 602.1/1917/33/2023, dengan nilai kontrak Rp. 184.373.000.- dimulai tanggal 18 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2023. Sumber Anggaran APBD Kabupaten Cilacap 2023.

Yang menjadi pertanyaan besar, apakah mungkin pekerjaan Jitut yang panjangnya kurang lebih 300M. Bisa selesai dalam waktu 25 hari Kalender. Untuk bahan material harus melangsir, yang jarak langsiran kelokasi kurang lebih 200M.

Bagimana mungkin pekerjaan yang dimulai dari Tanggal 18 Agustus 2023, sampai dengan Tanggal 05 Oktober 2023 Cuma ada galian Kosong dan tumpukan batu lebih kurang 4 Meter Kubik dilokasi pekerjaan.

Apakah pekerjaan pembagunan JITUT Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, tidak ada Konsultan Pengawas dan tidak ada Pejabat Pelaksana Tehknis Kegiatan(PPTK). Membuat pekerjaan menjadi terbengkalai selama berbulan-bulan.

Untuk mendapatkan keterangan, Tim Konfirmasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Via Whatsap tapi tidak mendapat jawaban.
05/10/2023

Tim juga Konfirmasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Via Whatsap tidak juga mendapatkan jawaban apapun.
05/10/2023

Masyarakat berharap kejadian ini, menjadi perhatian PJ Bupati Kabupaten Cilacap, untuk melakukan tindakan tegas. Kepada pejabat-pejabat yang terkait. Dalam pelaksana proyek Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap. Dan juga menindak tegas Konsultan Pengawas, yang diduga membiarkan pembangunan JITUT Dusun Ciopat Desa Madura Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Terbengkalai selama berbulan-bulan.
06/10/2023.

(TIM)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 52 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 105 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 88 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 88 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 76 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 442 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler