Home » Berita » Dampak Aksi Tawuran dan Tidak Kondusifnya Belawan Menyengsarakan Warga Belawan Itu Sendiri

Dampak Aksi Tawuran dan Tidak Kondusifnya Belawan Menyengsarakan Warga Belawan Itu Sendiri

Pirnas.com 02 Jan 2023

PIRNAS.COM I MEDAN – Aksi tawuran yang kian hari bertambah parah terjadi di kecamatan Medan Belawan, ditambah lagi dengan maraknya aksi kejahatan lainnya seperti begal dan perampokan, walaupun sudah memasuki awal tahun 2023, dan hal itu berdampak pada penurunan perekonomian serta menyengsarakan kehidupan warga masyarakat Belawan itu sendiri.

Hal itu disampaikan seorang Tokoh muda dan Aktivis sosial Kota Medan, Zainal Abidin, yang merupakan putra asli Belawan tersebut, saat mengisi waktu libur tahun baru bersama keluarga tercintanya dengan kegiatan Wisata Relizi di Mesjid Raya Medan, Jalan SM Raja Medan, Minggu (01/01/2023) sore.

Tokoh muda itu menyampaikan, sekitar 10 tahun yang lalu, Kota Belawan merupakan kota perdagangan yang ramai dikunjungi warga dari luar Belawan, akan tetapi sekarang Kota Belawan sudah seperti kota mati, itu disebabkan kondisi keamanan di Belawan sudah tidak kondusif, sehingga banyak orang diluar Belawan sudah enggan untuk datang ke Belawan, dan hal itu berdampak pada menurunnya omset penjualan para pedagang yang ada di Belawan, juga berimbas pada penurunan perekonomian bagi warga Belawan itu sendiri.

Zainal juga menyebutkan, dengan maraknya aksi tawuran yang terjadi belakangan ini di Belawan, hal itu juga merugikan warga Belawan itu sendiri, karena akibat dari tawuran itu banyak merusak pasilitas sarana umum dan rumah-rumah warga yang rusak dan hancur, sehingga menambahkan kesengsaraan dan kemiskinan bagi warga Belawan tersebut.

Belum lagi dengan enggannya para investor untuk berinvestasi di Belawan disebabkan kondisi Belawan yang tidak kondusif, yang seharusnya bisa membuka banyak peluang penyerapan tenaga kerja, ditambah dengan maraknya peredaran narkoba yang telah merusak sarap dan akal sehat para remaja di Belawan, sehingga para remaja tersebut menjadi nakal dan jahat, dan berdampak pula pada sulitnya para remaja di Belawan untuk mencari lapangan kerja, sehingga angka pengangguran di Belawan setiap tahun bertambah tinggi.

Lebih lanjut, Tokoh muda itu berharap dan berpesan pada para orangtua yang memiliki anak remaja, untuk selalu peduli pada anaknya, karena masa depan yang baik terhadap anak tergantung pada kepedulian orangtuanya, dijaga anak masing-masing untuk tidak terlibat dengan aksi tawuran dan tindak kejahatan lainnya.

Kalau para orangtua tidak peduli pada anaknya dan membiarkan anaknya ikut dalam aksi tawuran dan kejahatan lainnya, jika sang anak jadi korban dari tindakan yang dilakukan sang anak tersebut, maka orangtualah yang akan menanggung akibatnya, seperti biaya pengobatan sang anak dirumah sakit dan juga menanggung malu karena sang anak tersangkut kasus hukum dikepolisian, itu akan menambah kesengsaraan dan kemiskian hidup pada orangtuanya.

(Irfan Zunaidi)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Dulunya Papan Rapuh Kini Halus dan Kokoh, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0309/Solok Masuki Tahap Pemlasteran Rumah Ibu Karmila

admin 2

21 Okt 2026

Post Views: 53 SOLOK — Progres pembangunan sasaran fisik rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang diselenggarakan oleh Kodim 0309/Solok terus menunjukkan perkembangan yang signifikan di lapangan. Setelah sebelumnya berhasil merampungkan pemasangan dinding batako, kini personel Satgas TMMD ke-130 langsung tancap gas memasuki tahap pemlasteran dinding pada …

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0309/Solok Bangun Fasilitas Air Bersih, Pengerjaan Capai Tahap Pengecoran Slof Bawah

admin 2

21 Okt 2026

Post Views: 42 SOLOK – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0309/Solok terus menunjukkan progres yang signifikan di lapangan. Salah satu sasaran fisik prioritas yang digarap oleh Satgas TMMD adalah pembangunan fasilitas penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Hingga saat ini, progres pembangunan fasilitas air bersih yang berlokasi di Jorong Guci IV, …

Tanamkan Cinta Tanah Air, Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0309/Solok Beri Wasbang Siswa SDN 01 Muaro Pingai

admin 2

21 Okt 2026

Post Views: 48 Di tengah Kesibukan melaksanakan tugas sebagai Satgas TMMD ke-130 Kodim 0309/Solok Serka Ashari Nursa, memberikan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa-siswi SDN 01 Muaro Pingai, di Jorong Guci IV, Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Selasa 20 Oktober 2026. Serka Ashari Nursa mengatakan, pemberian materi Wasbang kepada siswa Sekolah Dasar ini …

GSN Pondok Sawit Polsek Kualuh Leidong Amankan 3 Pria dan Belasan Gram Sabu

Hidayat Chan

20 Okt 2026

Post Views: 168 LABURA,PIRNAS.COM– Personel Polsek Kualuh Leidong, Polres Labuhanbatu, berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika dalam Operasi Sarang Narkoba (OSN) yang digelar di Dusun Sei Sentang I, Desa Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Dalam operasi yang berlangsung pada Senin dini hari tersebut, petugas mengamankan tiga orang pria beserta barang bukti belasan …

Jenazah Bayi Ditahan 16 Jam Demi Biaya Administrasi, Jurnalis Gelar Aksi Solidaritas

Hidayat Chan

20 Okt 2026

Post Views: 131 RANTAUPRAPAT,PIRNAS.COM — Sebuah tindakan yang dinilai tidak berprikemanusiaan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Jenazah bayi perempuan berusia 6 bulan bernama Nur Tata br Siregar dilaporkan sempat ditahan pihak rumah sakit selama kurang lebih 16 jam akibat keluarganya belum melunasi biaya administrasi sebesar Rp7,5 juta. Penahanan jenazah ini …

Tragedi RSUD Rantauprapat: Bayi Meninggal, Jenazah Ditahan 16 Jam karena Biaya

Hidayat Chan

20 Okt 2026

Post Views: 167 RANTAUPRAPAT, PIRNAS.COM – Potret buram pelayanan kesehatan kembali mencoreng institusi medis milik pemerintah Kabupaten. Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat diduga kuat menahan jenazah seorang bayi berusia 6 bulan bernama Tata, hanya karena orang tuanya yang miskin tidak mampu melunasi biaya administrasi sebesar Rp 7.495.770,-. Ironisnya, biaya fantastis mendekati Rp7,5 …

Kategori Terpopuler