Home » Daerah » PULUHAN RIBU TERNAK BABI DI PULAU NIAS MATI

PULUHAN RIBU TERNAK BABI DI PULAU NIAS MATI

Pirnas.com 05 Jun 2020

PIRNAS.COM | GUNUNGSITOLI –  Sejak bulan Februari 2020 puluhan ribu ternak babi di Pulau Nias Mati mendadak, sehingga peternak babi banyak yang bangkrut dan sampai saat ini belum ada penanganan penyakit babi tersebut. Perlu diketahui bahwa ternak babi salah satu penunjang ekonomi masyarakat Pulau Nias.

Khusus di kota Gunungsitoli – Nias dari hasil yang di data oleh Dinas Pertanian dan ketahanan pangan melalui bidang perternakan sampai tanggal 03 Juni 2020 ternak babi yang sudah mati antara lain :
1. Kec. Gunungsitoli : 257 ekor
2. Kec. Gunungsitoli selatan : 250 ekor
3. Kec. Gunungsitoli Idanoi : 1.859 ekor
4. Kec. Gunungsitoli Barat : 125 ekor
5. Kec. Gunungsitoli Utara : 666 ekor
6. Kec. Gunungsitoli Alo’oa : 156 ekor
Total = 3.313 ekor.

Dari data tersebut bisa 2 sampai 3 kali lipat banyaknya ternak babi yang sudah mati karena masyarakat yang belum melaporkan ternak babi yang sudah mati.

Dari hasil konfirmasi Media Pirnas.com kepada Bapak Ediroto Zebua, S.Pt (kabid perternakan kota Gunungsitoli) mengatakan “Penyakit babi yang sedang melanda di Pulau Nias sekarang ini khususnya di Kota Gunungsitoli adalah virus African Swine Fever (ASF) atau dengan istilah Deman Babi Afrika. Penyakit ternak babi ini berdasarkan hasil Laboratoriun Balai Veteriner Medan bulan April kemarin. Virus ASF ini cepat sekali penularannya terhadap ternak babi, dan saya informasikan bahwa penyakit babi yang disebabkan oleh Virus ASF ini belum ditemukan obat dan vaksinnya. Sehingga beberapa strategis yang dilakukan oleh dinas perternakan pertanian dan ketahanan pangan khusus bidang pertenakan antara lain :
1. Melarang masuk kepulau Nias (Gunungsitoli) ternak babi dan daging celeng (sokha) dengan menyurati karantina Sibolga
2. Melakukan penyemprotan larutan desinfektan di beberapa wilayah kota Gunungsitoli
3. Memberikan himbauan berupa sosialisasi kepada masyarakat baik melalui penyiaran RRI Gunungsitoli dan juga melalui PPL di setiap wilayah atau desa.

Selanjutnya kata pak Kabid mengatakan metode penularan virus ini adalah :
1. Penularan melalui kontak langsung dengan hewan itu sendiri
2. Melalui alat transportasi yang membawa pakan ternak
3. Melalui orang atau petugas yang datang di kandang hewan yang sakit

Dalam mengatasi penularan virus ASF ini diharapkan kepada seluruh masyarakat perternak babi supaya melakukan Bio Security dalam arti melakukan :
1. Sanitasi kandang
2. Pembersihan kandang dalam lingkungan kandang
3. Pemberian pakan yang baik

Seterusnya dalam penanganan virus ini bidang perternakan mendapat bantuan 100 Liter desinfektan dari Propinsi.

“Dan kami menyampaikan sekali lagi kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa babi yang terkena Virus ASF ini tidak bersifat Zoonosis artinya tidak menularkan kepada manusia”, paparnya.

(GL)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Berita Terkait
Bupati Labuhanbatu Pentingnya Perkenalkan Bank Sumut Kepada Masyarakat

Hidayat Chan

13 Okt 2026

Post Views: 36 MEDAN,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, M.K.M, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memperkenalkan Bank Sumut kepada masyarakat sebagai Bank pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan keuangan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi dan Simulasi Cash Management System (CMS) kepada …

Semarakkan HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu, Ribuan Warga Panai Tengah Antusias Ikuti Jalan Santai

Hidayat Chan

11 Okt 2026

Post Views: 89 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Ribuan warga Kecamatan Panai Tengah memadati Lapangan Ika La Iya, Labuhan bilik, pada Minggu (11/10/2026). Kehadiran masyarakat yang antusias ini dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Santai guna menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan gerak jalan santai tersebut dilepas secara resmi oleh Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., …

Bupati Labuhanbatu :” Olahraga adalah investasi Bangsa”

Hidayat Chan

09 Okt 2026

Post Views: 84 LABUHANBATU,PIRNAS.COM— “Olahraga adalah investasi bangsa bukan biaya”, ucap Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita,Sp.OG, MKM, saat membacakan pidato tertulis Menteri Pemuda Dan Olahraga Erick Tohir pada upacara Peringatan HAORNAS ke-43 tahun 2026 di lapangan BKPP Jum’at 9/10/2026. Menurutnya dengan investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh membentuk karakter yang …

Bupati Labuhanbatu Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejatisu dan Dinas Pendidikan

Hidayat Chan

07 Okt 2026

Post Views: 88 LABUHANBATU,PIRNAS.COM —Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, MKM menandatangani nota kesepahaman bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H. dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dalam rangka memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta pemerintah kabupaten/kota …

Bupati Buka Gebyar Kreativitas dan Inovasi Pendidikan, Wujudkan Labuhanbatu Cerdas Bersinar 

Hidayat Chan

06 Okt 2026

Post Views: 76 LABUHANBATU,PIRNAS.COM—Bupati Labuhanbatu dr. Hj.Maya Hasmita, Sp.OG, MKN,membuka secara resmi Gebyar Kreativitas Dan Inovasi Pendidikan Labuhanbatu menuju Labuhanbatu cerdas bersinar di eks terminal Padang Bulan Rantauprapat, Selasa 6/10/2026. Gebyar Kreativitas di isi dengan pameran edukasi dan 20 stand pembelajaran dari berbagai cabang KUPT dan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu dan di meriahkan ribuan …

Dinilai Tebang Pilih, Penertiban PKL di Labuhanbatu Menuai Kritik Tajam

Hidayat Chan

02 Okt 2026

Post Views: 430 LABUHANBATU,PIRNAS.COM– Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu dalam menata kebersihan dan keindahan Kota Rantauprapat belakangan ini memicu gelombang kritik dari masyarakat. Program yang mengusung jargon “Menata Kota” tersebut dinilai represif dan mengorbankan hak-hak ekonomi kelompok masyarakat rentan, khususnya para Pedagang Kaki Lima (PKL). Kritik mencuat setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten …

Kategori Terpopuler